Xantelesma [2]
Definisi
Xantelasma adalah lesi jinak berupa plak kekuningan datar pada kelopak mata akibat deposisi lipid intradermal, paling sering pada regio medial palpebra, dan dapat berhubungan dengan dislipidemia sistemik.⁷,⁸,¹¹

Epidemiologi
Xantelesma merupakan xanthoma kutaneus tersering di daerah periorbital, terutama pada kelopak mata bagian medial.³,⁷,⁸
Lesi lebih sering ditemukan pada usia dewasa pertengahan hingga lanjut, dengan kecenderungan lebih tinggi pada perempuan.⁷,⁸
Sekitar 30 sampai 50% pasien xantelesma memiliki dislipidemia, terutama hiperkolesterolemia dan peningkatan kadar LDL.⁷,⁸
Xantelesma dapat menjadi penanda gangguan metabolisme lipid dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, sehingga evaluasi profil lipid perlu dipertimbangkan pada semua pasien.⁷,⁸,¹²
Etiologi
Dislipidemia, terutama hiperkolesterolemia dan peningkatan LDL, dapat menyebabkan deposisi lipid pada dermis palpebra.⁷,⁸
Gangguan metabolisme lipid familial dapat meningkatkan risiko xantelesma pada usia lebih muda.⁷,⁸
Normolipidemia sporadik juga dapat dijumpai, karena xantelesma tidak selalu disertai kelainan profil lipid.⁷,⁸
Faktor metabolik seperti diabetes melitus, obesitas, hipotiroidisme, penyakit hati kolestatik, dan sindrom nefrotik dapat berhubungan dengan gangguan lipid dan meningkatkan risiko xantelesma.⁷,⁸,¹²
Patofisiologi
Gangguan metabolisme lipid menyebabkan peningkatan lipid sirkulasi, terutama kolesterol total dan LDL, yang kemudian berperan dalam deposisi lipid pada dermis palpebra.⁷,⁸
Lipid menembus dinding kapiler dermal pada jaringan kelopak mata yang tipis dan vaskular, lalu difagositosis oleh makrofag.⁷,⁸
Makrofag yang mengandung lipid berubah menjadi foam cells, yaitu sel berbusa yang menjadi gambaran histopatologis khas pada xantelesma.⁷,⁸
Akumulasi foam cells di dermis superfisial membentuk plak kekuningan datar, lunak, dan tidak nyeri pada kelopak mata.⁷,⁸
Karena reaksi inflamasi minimal, xantelesma biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menimbulkan keluhan nyeri.⁷,⁸
Anamnesis
Plak kekuningan pada kelopak mata yang muncul perlahan dan membesar secara bertahap.⁷,⁸
Lesi umumnya tidak nyeri, tidak gatal, dan tidak disertai tanda radang, sehingga keluhan utama sering bersifat kosmetik.⁷,⁸
Lesi biasanya mengenai bagian medial kelopak mata atas, sering bilateral dan simetris.⁷,⁸
Gali riwayat dislipidemia, diabetes melitus, hipotiroidisme, penyakit hati, serta riwayat keluarga hiperlipidemia atau penyakit kardiovaskular pada usia dini.⁷,⁸,¹²
Pemeriksaan Fisik
Tampak plak kekuningan datar atau sedikit meninggi, berbatas tegas, dengan permukaan halus.⁷,⁸
Lesi paling sering ditemukan pada bagian medial kelopak mata atas, tetapi dapat juga mengenai kelopak mata bawah.⁷,⁸
Umumnya bersifat bilateral dan simetris, meskipun dapat dijumpai lesi unilateral.⁷,⁸
Lesi lunak, tidak nyeri tekan, dan tidak disertai tanda inflamasi, seperti eritema atau edema.⁷,⁸
Dapat ditemukan tanda dislipidemia lain, seperti arcus cornealis, terutama pada pasien dengan hiperkolesterolemia.⁷,⁸
Pemeriksaan Penunjang
Profil lipid serum dilakukan untuk mendeteksi dislipidemia, terutama peningkatan kolesterol total dan LDL.⁷,⁸
Pemeriksaan glukosa darah dan fungsi tiroid dapat dipertimbangkan untuk mengevaluasi penyakit metabolik yang menyertai.⁷,⁸
Biopsi kulit jarang dilakukan dan hanya diindikasikan pada lesi atipikal atau diagnosis yang meragukan; histopatologi menunjukkan foam cells pada dermis superfisial.⁷,⁸
Diagnosis xantelesma umumnya ditegakkan secara klinis, sehingga pemeriksaan penunjang terutama bertujuan untuk mengevaluasi kondisi sistemik yang mendasari.⁷,⁸
Diagnosis Banding
| Diagnosis Banding | Perbedaan Utama dengan Xantelesma |
|---|---|
| Syringoma | Berupa papula kecil berwarna kulit hingga kekuningan, berasal dari duktus kelenjar keringat ekrin, bukan plak akibat deposisi lipid.³,⁴ |
| Milia | Lesi berupa papul putih kecil berisi keratin, bukan plak datar kekuningan.³,⁶ |
| Kalazion | Berupa nodul pada tarsus akibat obstruksi kelenjar Meibom, bukan plak dermal superfisial.²,⁶ |
| Xanthogranuloma | Biasanya muncul sebagai nodul atau plak kuning-oranye dengan infiltrasi inflamasi, lebih sering pada usia muda.⁶,⁸ |
| Kista sebasea (kista epidermoid) | Berupa nodul subkutan berisi keratin atau sebum, dengan konsistensi lebih padat dan tidak berbentuk plak datar.³,⁶ |
Penatalaksanaan
Nonfarmakologis
Edukasi bahwa xantelesma merupakan lesi jinak dan umumnya tidak mengganggu fungsi penglihatan.⁷,⁸
Anjurkan modifikasi gaya hidup yang mencakup diet rendah lemak jenuh, aktivitas fisik teratur, penurunan berat badan, dan berhenti merokok, terutama pada pasien dengan dislipidemia.⁷,⁸
Lakukan skrining dan pengendalian faktor risiko kardiometabolik, seperti dislipidemia, diabetes melitus, dan hipotiroidisme.⁷,⁸
Farmakologis
Tidak ada terapi farmakologis topikal yang efektif untuk menghilangkan xantelesma.⁷,⁸
Pada pasien dengan dislipidemia, terapi hipolipidemik diberikan sesuai indikasi untuk mengendalikan gangguan metabolisme lipid yang mendasari, meskipun tidak selalu menyebabkan regresi lesi.⁷,⁸
Operatif
Eksisi sederhana merupakan tindakan yang paling sering dilakukan, terutama pada lesi kecil hingga sedang dengan batas yang jelas.⁷,⁸
Mikrodiseksi dapat dipilih pada lesi yang luas atau multipel untuk memperoleh hasil kosmetik yang lebih baik dan meminimalkan kerusakan jaringan sekitar.⁷,⁸
Chemical peeling menggunakan asam trikloroasetat (TCA) dapat digunakan pada lesi superfisial, tetapi berisiko menyebabkan hiperpigmentasi, hipopigmentasi, dan jaringan parut.⁷,⁸
Laser CO₂ merupakan alternatif untuk ablasi lesi superfisial, dengan keuntungan perdarahan minimal, tetapi tetap memiliki risiko perubahan pigmentasi dan rekurensi.⁷,⁸
Krioterapi jarang digunakan karena berisiko menyebabkan hipopigmentasi, nekrosis jaringan, dan jaringan parut.⁷,⁸
Kekambuhan dapat terjadi setelah tindakan, terutama pada pasien dengan dislipidemia yang tidak terkontrol.⁷,⁸
Komplikasi
Kekambuhan (rekurensi) dapat terjadi setelah terapi, terutama pada pasien dengan dislipidemia yang tidak terkontrol atau lesi yang luas.⁷,⁸
Jaringan parut dapat timbul setelah eksisi, laser, atau krioterapi, dan dapat mengganggu hasil kosmetik.⁷,⁸
Perubahan pigmentasi kulit, berupa hiperpigmentasi atau hipopigmentasi, dapat terjadi terutama setelah chemical peeling atau terapi laser.⁷,⁸
Ektropion atau retraksi palpebra jarang terjadi, tetapi dapat muncul setelah eksisi luas pada kelopak mata, terutama jika penutupan luka tidak adekuat.⁷,⁸
Infeksi atau perdarahan pascatindakan jarang dijumpai, umumnya ringan, dan dapat ditangani secara konservatif.⁷,⁸
Prognosis
Ad vitam (terhadap kehidupan): bonam, karena xantelesma merupakan lesi jinak yang tidak mengancam jiwa serta tidak menyebabkan komplikasi sistemik secara langsung.⁷,⁸
Ad functionam (terhadap fungsi): bonam, karena umumnya tidak mengganggu fungsi kelopak mata maupun ketajaman penglihatan, kecuali pada lesi yang sangat besar.⁷,⁸
Ad sanationam (terhadap kesembuhan): dubia ad bonam, karena lesi dapat dihilangkan dengan berbagai modalitas terapi, tetapi terdapat risiko kekambuhan, terutama pada pasien dengan dislipidemia yang tidak terkontrol.⁷,⁸
Edukasi
Xantelesma merupakan lesi jinak dan tidak menular, tetapi dapat menjadi penanda gangguan metabolisme lipid.⁷,⁸
Anjurkan pemeriksaan profil lipid dan evaluasi faktor risiko kardiovaskular, terutama pada pasien dengan riwayat dislipidemia atau penyakit jantung dalam keluarga.⁷,⁸,¹²
Anjurkan penerapan pola hidup sehat, meliputi diet rendah lemak jenuh, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan ideal, dan berhenti merokok, untuk membantu mengendalikan faktor risiko metabolik.⁷,⁸
Jelaskan bahwa terapi bertujuan untuk memperbaiki penampilan kosmetik, tetapi kekambuhan dapat terjadi, terutama bila dislipidemia tidak terkontrol.⁷,⁸
Anjurkan kontrol rutin sesuai anjuran dokter, terutama setelah tindakan atau bila terdapat penyakit metabolik yang mendasari.⁷,⁸
Kriteria Rujukan
Lesi berukuran besar, multipel, atau menyebabkan gangguan kosmetik yang bermakna, sehingga memerlukan tindakan operatif atau estetik lanjutan.²,⁷,⁸
Xantelesma rekuren setelah terapi sebelumnya.⁷,⁸
Terdapat keraguan diagnosis atau kecurigaan terhadap lesi lain yang menyerupai xantelesma, seperti xanthogranuloma atau neoplasma palpebra.³,⁶,⁸
Ditemukan atau dicurigai dislipidemia berat, terutama bila memerlukan evaluasi dan tata laksana penyakit metabolik lebih lanjut.²,⁸
Pasien menginginkan terapi definitif untuk alasan estetik, seperti eksisi, laser, atau chemical peeling yang tidak dapat dilakukan di fasilitas layanan primer.²,⁷,⁸
