Telogen Effluvium [2].
Nama Lain : Telogen effluvium, diffuse telogen hair loss, acute telogen effluvium, chronic telogen effluvium.
Definisi
Telogen effluvium adalah alopecia difus non-sikatrikal akibat peningkatan jumlah folikel rambut yang memasuki fase telogen secara prematur, sehingga menyebabkan kerontokan rambut berlebihan.¹,²
Epidemiologi
Telogen effluvium merupakan penyebab tersering alopecia difus non-sikatrikal dalam praktik klinis dermatologi.¹,²
Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan, terutama usia reproduktif, karena pengaruh hormonal dan faktor stres.²,³
Kondisi ini dapat terjadi pada semua kelompok usia, termasuk anak-anak dan dewasa.¹
Onset kerontokan biasanya muncul 2–3 bulan setelah faktor pencetus, seperti stres fisik atau psikologis.⁴,⁷
Banyak kasus bersifat membaik spontan dalam beberapa bulan setelah faktor pencetus diatasi.¹,³
Etiologi
Stres fisik seperti infeksi, demam, operasi, trauma, atau penyakit akut yang memicu pergeseran folikel rambut ke fase telogen.¹,³
Stres psikologis yang mengganggu regulasi siklus rambut melalui mekanisme neuroendokrin.¹
Perubahan hormonal seperti postpartum atau gangguan endokrin (terutama tiroid) yang memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.³,⁶
Defisiensi nutrisi terutama zat besi, protein, dan mikronutrien lain yang berperan dalam pertumbuhan rambut.³,⁶
Obat-obatan seperti antikoagulan, retinoid, atau obat kemoterapi tertentu yang dapat menginduksi telogen effluvium.¹
Faktor Risiko
Wanita usia reproduktif lebih rentan akibat fluktuasi hormonal dan stres fisiologis.¹,²
Riwayat stres berat, baik fisik maupun psikologis, meningkatkan kerentanan terjadinya gangguan siklus rambut.¹,³
Status nutrisi yang buruk, terutama defisiensi zat besi, protein, atau mikronutrien penting untuk pertumbuhan rambut.³,⁶
Penyakit sistemik kronik, seperti gangguan tiroid atau penyakit kronik lain, dapat memengaruhi metabolisme tubuh.³
Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dapat mengganggu siklus folikel rambut.¹
Klasifikasi
Klasifikasi telogen effluvium penting untuk memahami mekanisme, durasi, dan implikasi klinis. Setiap tipe memiliki pendekatan evaluasi dan prognosis yang berbeda.¹,³,⁶
1. Berdasarkan Durasi Klinis
2. Berdasarkan Mekanisme Patofisiologi
3. Berdasarkan Etiologi
a. Telogen Effluvium Fisiologis : postpartum, Usia lanjut, perubahan hormonal. ³
b. Telogen Effluvium Patologis : infeksi sistemik, penyakit kronik, defisiensi nutrisi, obat-obatan.¹,³
Tabel Klasifikasi Komprehensif Telogen Effluvium
| Kategori | Jenis | Ciri utama | Makna klinis |
|---|---|---|---|
| Durasi | Akut | <6 bulan | Reversibel |
| Kronik | >6 bulan | Evaluasi lanjut | |
| Mekanisme | Immediate anagen release | Paling sering | Akut |
| Delayed anagen release | Postpartum | Hormonal | |
| Short anagen | Fase pendek | Kronik | |
| Immediate telogen release | Jarang | Siklus abnormal | |
| Delayed telogen release | Jarang | Teoritis | |
| Etiologi | Fisiologis | Postpartum | Sementara |
| Patologis | Penyakit sistemik | Perlu terapi |
Anamnesis
Keluhan utama berupa kerontokan rambut difus yang muncul mendadak, akibat banyak folikel rambut masuk ke fase telogen secara bersamaan.¹,³
Riwayat waktu onset perlu digali. Keluhan biasanya muncul 2–3 bulan setelah faktor pencetus, sesuai fase laten siklus rambut.¹,⁷
Tidak terdapat pola khas atau patch. Kerontokan terjadi merata di seluruh kulit kepala karena prosesnya bersifat difus.¹
Tidak disertai nyeri, gatal bermakna, atau tanda inflamasi, karena tidak ada proses destruksi folikel.¹
Riwayat faktor pencetus perlu ditanyakan secara spesifik, seperti demam, infeksi, operasi, persalinan, stres psikologis, atau diet ekstrem.¹,³
Riwayat penyakit sistemik, seperti gangguan tiroid atau anemia, perlu ditanyakan karena dapat menjadi penyebab kronik.³
Riwayat penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu siklus rambut perlu ditanyakan.¹
Tidak terdapat riwayat kebotakan dengan pola khas atau kerontokan berbentuk patch, sehingga membantu membedakan telogen effluvium dari alopecia lain.¹
Pemeriksaan fisik
Predileksi
Mengenai seluruh kulit kepala secara difus tanpa distribusi spesifik.¹
Efloresensi
Tampak penipisan rambut difus tanpa pola khas karena kerontokan terjadi merata.¹,²
Tidak ditemukan plak alopecia berbatas tegas, sehingga membantu membedakan dari alopecia areata.¹
Permukaan kulit kepala tampak normal tanpa eritema, skuama, atau inflamasi bermakna.¹
Tidak ditemukan jaringan parut (sikatriks) karena folikel rambut tidak mengalami kerusakan permanen.¹
Hair pull test positif, yaitu rambut mudah tercabut dalam jumlah banyak, terutama pada fase aktif karena dominasi rambut telogen.⁵
Rambut yang rontok umumnya memiliki akar berbentuk club (telogen hair).¹,⁵
Pemeriksaan Penunjang
Hair pull test bertujuan menilai aktivitas kerontokan. Prinsipnya adalah menarik sekelompok rambut dari kulit kepala, dengan hasil positif bila >10% rambut tercabut, yang menunjukkan dominasi fase telogen.¹,⁵
Pemeriksaan laboratorium bertujuan mencari penyebab sistemik. Prinsipnya adalah evaluasi status metabolik, dengan hasil yang dapat berupa penurunan ferritin (defisiensi besi), gangguan TSH (tiroid), atau kelainan nutrisi lain.³,⁶
Diagnosis Banding
| Diagnosis | Perbedaan |
|---|---|
| Alopecia androgenetik | Kerontokan pola khas androgen-dependent (frontal/vertex) dengan miniaturisasi folikel, bukan difus akut.¹,² |
| Alopecia areata | Kerontokan berbentuk patch berbatas tegas dengan tanda khas seperti exclamation mark hair.¹,² |
| Tinea capitis | Disertai skuama, rambut patah, dan dapat ditemukan tanda infeksi jamur.³,⁵ |
| Trikotilomania | Pola ireguler dengan rambut berbagai panjang akibat kebiasaan mencabut rambut.¹,⁵ |
| Anagen effluvium | Kerontokan sangat cepat tanpa fase laten (tidak ada delay 2–3 bulan) biasanya akibat kemoterapi.¹,⁶ |
Penatalaksanaan
Nonfarmakologis
Edukasi bahwa telogen effluvium bersifat reversibel dan rambut akan tumbuh kembali setelah siklus rambut kembali normal.¹,²
Identifikasi dan eliminasi faktor pencetus seperti stres, infeksi, diet ekstrem, atau obat-obatan untuk menghentikan kerontokan.¹,³
Perbaikan status nutrisi terutama asupan protein, zat besi, dan mikronutrien yang mendukung pertumbuhan rambut.³,⁶
Manajemen stres melalui pendekatan psikologis atau perubahan gaya hidup karena stres berperan dalam gangguan siklus rambut.¹
Tindak lanjut berkala untuk memantau perbaikan karena sebagian besar kasus membaik dalam beberapa bulan tanpa terapi khusus.¹,³
Farmakologis
Prinsip Terapi Farmakologis
Terapi umumnya bersifat suportif dan tidak spesifik, karena telogen effluvium biasanya self-limited dan reversibel.¹,³
Fokus utama adalah mengoreksi penyebab dasar, seperti defisiensi nutrisi, gangguan hormonal, atau penyakit sistemik.³,⁶
Terapi farmakologis dapat diberikan untuk mendukung pertumbuhan rambut dan mempercepat pemulihan siklus rambut.⁵
Obat seperti minoksidil bersifat adjuvan, bukan terapi utama.⁵
Terapi agresif tidak dianjurkan karena tidak terjadi kerusakan permanen pada folikel rambut.¹
| Golongan | Obat & Sediaan | Dosis & Frekuensi | Farmakodinamik |
|---|---|---|---|
| Suplemen zat besi | Ferrous sulfate / fumarate | 60–120 mg Fe elemental/hari | Mengoreksi defisiensi besi yang memengaruhi siklus rambut |
| Vitamin | Biotin | 1–5 mg/hari | Mendukung metabolisme keratin dan pertumbuhan rambut |
| Vasodilator topikal | Minoksidil 2–5% solusio | Oles 1–2×/hari | Memperpanjang fase anagen dan mempercepat regrowth |
| Multivitamin | Preparat kombinasi | 1×/hari | Mendukung kebutuhan mikronutrien rambut |
Komplikasi
Telogen effluvium kronik dapat terjadi bila kerontokan berlangsung >6 bulan akibat faktor pencetus yang persisten, seperti gangguan nutrisi atau penyakit sistemik, sehingga memerlukan evaluasi lanjutan.³
Penurunan densitas rambut sementara dapat terjadi akibat peningkatan jumlah rambut pada fase telogen, yang menyebabkan penipisan rambut difus, meskipun tidak menimbulkan kebotakan permanen.¹
Gangguan psikologis dapat muncul, seperti kecemasan dan stres akibat kerontokan rambut yang tampak nyata, meskipun kondisi ini bersifat reversibel.⁵,⁸
Prognosis
Ad vitam (terhadap kehidupan): bonam karena telogen effluvium tidak bersifat fatal dan tidak berhubungan dengan peningkatan mortalitas.¹
Ad functionam (terhadap fungsi): bonam, karena tidak menyebabkan gangguan fungsi organ dan hanya berdampak pada aspek kosmetik sementara.²
Ad sanationam (terhadap kesembuhan): bonam, karena sebagian besar kasus bersifat reversibel dan rambut akan tumbuh kembali setelah faktor pencetus diatasi.¹,³
Edukasi
Menjelaskan bahwa telogen effluvium adalah kondisi reversibel, sehingga rambut akan tumbuh kembali setelah siklus rambut normal.¹,²
Menekankan bahwa kerontokan terjadi akibat faktor pencetus sebelumnya (±2–3 bulan) sehingga pasien tidak perlu khawatir berlebihan.¹,⁷
Menginformasikan bahwa perbaikan membutuhkan waktu beberapa bulan karena mengikuti siklus pertumbuhan rambut.¹
Menganjurkan untuk menghindari atau mengatasi faktor pencetus seperti stres, diet ekstrem, atau penyakit yang mendasari.¹,³
Menyarankan perbaikan nutrisi terutama asupan protein, zat besi, dan mikronutrien penting.³,⁶
Memberikan reassurance bahwa kondisi ini tidak menyebabkan kebotakan permanen.¹
Menganjurkan kontrol kembali bila kerontokan tidak membaik setelah 6 bulan atau semakin memberat.⁴
Kriteria Rujukan
Kerontokan berlangsung >6 bulan (telogen effluvium kronik) dan memerlukan evaluasi lebih lanjut terhadap penyebab sistemik.¹⁰.
Tidak ditemukan faktor pencetus yang jelas, sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan penyakit lain.³.
Tidak membaik meskipun faktor pencetus telah diatasi dan edukasi telah diberikan.⁴.
Terdapat kecurigaan diagnosis banding, seperti alopecia androgenetik, alopecia areata, atau alopecia sikatrikal.⁵.
Ditemukan tanda penyakit sistemik, seperti gangguan tiroid, anemia berat, atau malnutrisi, yang memerlukan tata laksana spesialistik.³.
Kerontokan sangat berat atau menimbulkan dampak psikologis signifikan pada pasien.⁵,⁸.
