Soal-soal Infeksi

Soal-soal Infeksi


1.

Seorang laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan sakit kepala progresif sejak 2 minggu, disertai demam dan muntah proyektil. Pasien memiliki riwayat otitis media kronis. Pemeriksaan menunjukkan hemiparesis kanan. CT scan kontras menunjukkan lesi ring-enhancing di lobus temporal kiri dengan edema perifokal. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Tumor otak primer

B. Abses otak

C. Metastasis otak

D. Tuberkuloma

E. Hematoma intrakranial


2.

Pemeriksaan penunjang yang paling membantu membedakan abses otak dengan tumor nekrotik adalah:

A. CT scan tanpa kontras

B. MRI T1 biasa

C. MRI dengan DWI

D. EEG

E. Foto polos kepala


3.

Seorang pasien dengan HIV (CD4 40 sel/µL) mengalami nyeri kepala dan kejang. MRI menunjukkan lesi multipel dengan ring enhancement. Diagnosis banding paling mungkin selain abses adalah:

A. Glioblastoma

B. Toksoplasmosis serebral

C. Hematoma subdural

D. Meningioma

E. Stroke iskemik


4.

Pungsi lumbal pada pasien dengan abses otak umumnya dikontraindikasikan karena:

A. Risiko infeksi sekunder

B. Risiko perdarahan

C. Tidak ada nilai diagnostik

D. Risiko herniasi serebri

E. Nyeri hebat


5.

Regimen antibiotik empiris awal yang paling tepat pada abses otak komunitas adalah:

A. Ampisilin tunggal

B. Ceftriaxone + Metronidazole

C. Ciprofloxacin

D. Doksisiklin

E. Asiklovir


6.

Indikasi tindakan bedah pada abses otak adalah:

A. Semua abses tanpa kecuali

B. Diameter >2,5 cm atau efek massa signifikan

C. Tidak ada demam

D. Leukosit normal

E. Tanpa defisit neurologis


7.

Komplikasi paling berbahaya dari abses otak adalah:

A. Kejang fokal

B. Herniasi serebri

C. Defisit motorik ringan

D. Sakit kepala kronis

E. Sinusitis berulang


8.

Stadium abses otak yang ditandai pembentukan kapsul tebal dan batas lesi tegas adalah:

A. Serebritis awal

B. Serebritis lanjut

C. Pembentukan kapsul awal

D. Kapsul matur

E. Edema vasogenik


9.

Seorang pasien dengan abses otak mengalami muntah proyektil dan penurunan kesadaran. Mekanisme utama gejala tersebut adalah:

A. Hipoglikemia

B. Iritasi kortikal

C. Peningkatan tekanan intrakranial

D. Vasodilatasi perifer

E. Dehidrasi


10.

Faktor prognostik buruk pada abses otak adalah:

A. Usia muda

B. Lesi tunggal kecil

C. Penurunan kesadaran saat masuk

D. Terapi antibiotik dini

E. Tidak ada kejang


11.

Seorang pria 35 tahun datang dengan demam tinggi sejak 3 hari, diikuti perubahan perilaku, sering berbicara kacau, dan kejang fokal. MRI menunjukkan lesi hiperintens pada lobus temporal. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Meningitis bakteri

B. Ensefalitis herpes simpleks

C. Stroke iskemik

D. Abses otak

E. Epilepsi primer


12.

Seorang wanita 22 tahun dibawa keluarga karena gelisah, halusinasi, dan kejang sejak 1 minggu. Tidak ada demam tinggi. Ditemukan diskinesia orofasial dan instabilitas otonom. Pemeriksaan antibodi anti-NMDA positif. Terapi awal yang tepat adalah:

A. Acyclovir

B. Ceftriaxone

C. Kortikosteroid dosis tinggi

D. Aspirin

E. Nimodipin


13.

Seorang pasien dengan dugaan ensefalitis HSV harus segera diberikan terapi sebelum hasil PCR keluar. Obat pilihan adalah:

A. Ceftriaxone

B. Vancomycin

C. Acyclovir intravena

D. Ampicillin

E. Amphotericin B


14.

Hasil pungsi lumbal pada ensefalitis virus umumnya menunjukkan:

A. PMN dominan dan glukosa rendah

B. Limfosit dominan dan glukosa normal

C. Eritrosit banyak tanpa inflamasi

D. Protein sangat tinggi dan glukosa sangat rendah

E. Tidak ada sel inflamasi


15.

Seorang pria 40 tahun HIV positif datang dengan kejang dan nyeri kepala. MRI menunjukkan lesi multipel ring-enhancing. Penyebab paling mungkin adalah:

A. HSV

B. Toxoplasma gondii

C. Neisseria meningitidis

D. Listeria monocytogenes

E. Enterovirus


16.

Pemeriksaan penunjang paling sensitif untuk mendeteksi inflamasi parenkim pada ensefalitis adalah:

A. CT scan kepala

B. MRI otak

C. Foto toraks

D. EEG

E. USG kepala


17.

Temuan EEG khas pada ensefalitis HSV adalah:

A. Spike and wave generalisata

B. Periodic lateralized epileptiform discharges (PLEDs)

C. Gelombang delta difus saja

D. Aktivitas normal

E. Burst suppression


18.

Komplikasi jangka panjang yang sering terjadi setelah ensefalitis HSV adalah:

A. Neuralgia trigeminal

B. Gangguan memori dan epilepsi simptomatik

C. Hematoma epidural

D. Sindrom Guillain-Barré

E. Myasthenia gravis


19.

Perbedaan utama ensefalitis dengan meningitis adalah:

A. Tidak ada demam pada ensefalitis

B. Tidak ada kejang pada ensefalitis

C. Gangguan kesadaran lebih dominan pada ensefalitis

D. Tidak ada inflamasi pada ensefalitis

E. Tidak ada nyeri kepala pada ensefalitis


20.

Seorang pasien dengan ensefalitis mengalami GCS 8 dan tanda peningkatan TIK. Tatalaksana awal yang paling tepat adalah:

A. Rawat jalan dengan antivirus oral

B. Observasi tanpa terapi

C. Stabilisasi ABC dan perawatan intensif

D. Analgesik saja

E. Hanya antipiretik


21.

Seorang laki-laki 25 tahun datang ke IGD dengan demam tinggi sejak 1 hari, nyeri kepala hebat, muntah, dan kaku kuduk. Pada pemeriksaan didapatkan tanda Kernig positif. Hasil pungsi lumbal menunjukkan cairan keruh, leukosit 2.000/mm3 dominan PMN, protein meningkat, glukosa menurun. Etiologi tersering pada kondisi ini adalah:

A. Enterovirus

B. Streptococcus pneumoniae

C. Mycobacterium tuberculosis

D. Cryptococcus neoformans

E. Herpes simplex virus


22.

Seorang wanita 30 tahun dengan riwayat HIV datang dengan keluhan nyeri kepala kronik dan demam ringan sejak 2 minggu. Pemeriksaan fisik menunjukkan kaku kuduk ringan. Tekanan pembukaan CSS meningkat dan ditemukan antigen kriptokokus positif. Terapi utama yang tepat adalah:

A. Ceftriaxone

B. Vancomycin

C. Amphotericin B

D. Acyclovir

E. Ampicillin


23.

Anak 3 tahun datang dengan demam dan kejang. Ditemukan kaku kuduk dan penurunan kesadaran. Sebelum dilakukan pungsi lumbal, pemeriksaan apa yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu bila terdapat papiledema?

A. EEG

B. CT scan kepala

C. MRI spinal

D. Foto toraks

E. USG kepala


24.

Seorang pria 60 tahun datang dengan demam tinggi, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran. Terapi empiris awal yang paling tepat adalah:

A. Ceftriaxone saja

B. Ceftriaxone + vancomycin + ampicillin

C. Ampicillin saja

D. Acyclovir

E. OAT


25.

Pasien dengan meningitis tuberkulosis sering mengalami komplikasi berupa:

A. Perdarahan subdural

B. Hidrosefalus komunikans

C. Abses epidural

D. Herniasi unkus akut

E. Neuralgia trigeminal


26.

Seorang mahasiswa asrama datang dengan demam, nyeri kepala, dan ruam petekie. Penyebab tersering kondisi ini adalah:

A. Streptococcus pneumoniae

B. Neisseria meningitidis

C. Listeria monocytogenes

D. Enterovirus

E. HSV-1


27.

Hasil CSS menunjukkan limfosit dominan, protein sedikit meningkat, glukosa normal. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Meningitis bakteri

B. Meningitis virus

C. Meningitis TB

D. Abses otak

E. Perdarahan subaraknoid


28.

Tujuan pemberian deksametason pada meningitis bakteri adalah:

A. Membunuh bakteri secara langsung

B. Meningkatkan penetrasi antibiotik

C. Mengurangi inflamasi dan risiko sekuela

D. Menurunkan demam

E. Mencegah kejang


29.

Seorang pasien datang dengan nyeri kepala hebat mendadak seperti disambar petir tanpa demam. Tidak ada kaku kuduk. Diagnosis banding terpenting adalah:

A. Meningitis virus

B. Ensefalitis

C. Perdarahan subaraknoid

D. Migrain klasik

E. Neuralgia oksipital


30.

Pasien meningitis dengan GCS 9, kejang berulang, dan defisit fokal harus dilakukan:

A. Rawat jalan

B. Observasi tanpa terapi

C. Rujukan segera dan perawatan intensif

D. Terapi analgesik saja

E. Hanya antipiretik


31.

Seorang pria 35 tahun datang ke IGD dengan keluhan sulit membuka mulut sejak 2 hari. Satu minggu sebelumnya pasien tertusuk paku saat bekerja di kebun. Riwayat imunisasi tidak jelas. Pada pemeriksaan ditemukan trismus, risus sardonicus, dan spasme otot punggung yang dipicu suara keras. Kesadaran compos mentis. Diagnosis paling mungkin adalah?

A. Meningitis bakterial

B. Ensefalitis viral

C. Tetanus generalisata

D. Distonia akut akibat obat

E. Hipokalsemia


32.

Seorang pasien tetanus mengalami spasme hebat. Mekanisme utama yang menyebabkan kondisi ini adalah?

A. Aktivasi berlebihan reseptor asetilkolin

B. Hambatan pelepasan GABA dan glisin

C. Peningkatan dopamin di ganglia basalis

D. Demielinisasi saraf perifer

E. Kerusakan langsung serabut otot


33.

Terapi yang bertujuan menetralisir toksin bebas dalam sirkulasi adalah?

A. Diazepam

B. Metronidazole

C. Human Tetanus Immunoglobulin

D. Fenitoin

E. Deksametason


34.

Komplikasi yang paling sering menyebabkan kematian pada tetanus berat adalah?

A. Gagal ginjal

B. Stroke

C. Gagal napas

D. Sepsis gram negatif

E. Hipotiroidisme


35.

Bayi usia 7 hari tidak mau menyusu dan mengalami spasme saat disentuh. Persalinan dilakukan di rumah dan tali pusat dipotong dengan alat tidak steril. Diagnosis paling mungkin?

A. Kejang demam

B. Meningitis neonatus

C. Tetanus neonatorum

D. Ensefalopati hipoksik

E. Epilepsi neonatal


36.

Antibiotik pilihan dalam tata laksana tetanus adalah?

A. Penisilin G

B. Metronidazole

C. Seftriakson

D. Azitromisin

E. Vankomisin


37.

Mengapa pasien tetanus dirawat di ruangan minim rangsangan?

A. Mencegah infeksi nosokomial

B. Mengurangi nyeri

C. Spasme dipicu rangsangan ringan

D. Mengurangi tekanan intrakranial

E. Menghindari hipoglikemia


38.

Menurut klasifikasi Ablett, derajat IV ditandai dengan?

A. Trismus ringan

B. Spasme tanpa gangguan otonom

C. Spasme berat dengan disautonomia

D. Tidak ada spasme

E. Hanya kelumpuhan saraf kranialis


39.

Mengapa infeksi tetanus tidak memberikan imunitas protektif jangka panjang?

A. Toksin merangsang antibodi berlebih

B. Jumlah toksin terlalu kecil untuk merangsang antibodi protektif

C. Antibiotik menurunkan sistem imun

D. HTIG menggantikan imunisasi aktif

E. Toksin merusak limfosit B


40.

Faktor yang berhubungan dengan prognosis buruk pada tetanus adalah?

A. Masa inkubasi panjang

B. Luka kecil superfisial

C. Spasme ringan

D. Masa inkubasi pendek

E. Tidak ada demam