Flashcard Penyakit Neuromuskuler dan Neuropati
Flashcard CTS (High Yield)
1.
Q: Apa definisi Carpal Tunnel Syndrome?
A: Neuropati akibat kompresi nervus medianus di terowongan karpal.¹
2.
Q: Distribusi sensorik CTS?
A: Jari 1–3 dan setengah radial jari 4.¹,³
3.
Q: Gejala khas CTS saat malam hari disebut apa?
A: Nocturnal symptoms (nyeri malam hari).³
4.
Q: Apa itu flick sign?
A: Mengibaskan tangan untuk mengurangi parestesia CTS.³,⁴
5.
Q: Tes provokatif paling sering digunakan?
A: Phalen test.³,⁶
6.
Q: Gold standard diagnosis CTS?
A: Nerve Conduction Study (NCS).³,⁶
7.
Q: Tanda CTS berat?
A: Atrofi otot thenar + kelemahan ibu jari.¹,³
8.
Q: Terapi awal CTS?
A: Wrist splint + modifikasi aktivitas.¹,³
9.
Q: Terapi konservatif paling efektif?
A: Injeksi kortikosteroid lokal.³,⁸
10.
Q: Indikasi operasi CTS?
A: Atrofi thenar atau gagal terapi konservatif.¹,³
5 Soal Flashcard (High Yield)
1
Q: Saraf yang terkena pada Tarsal Tunnel Syndrome?
A: Nervus tibialis posterior
2
Q: Tanda klinis paling khas pada pemeriksaan?
A: Tinel sign di maleolus medialis
3
Q: Kapan nyeri TTS biasanya memberat?
A: Saat berdiri atau berjalan lama
4
Q: Pemeriksaan penunjang konfirmasi utama?
A: NCS/EMG
5
Q: Indikasi utama operasi pada TTS?
A: Gagal terapi konservatif atau defisit neurologis progresif
Flashcard Myasthenia Gravis (1)
Definisi
Q: Apa definisi myasthenia gravis?
A: Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun pada sambungan neuromuskular yang menyebabkan kelemahan otot rangka yang bersifat fluktuatif dan memburuk dengan aktivitas.
Etiologi
Q: Apa penyebab utama myasthenia gravis?
A: Penyebab utama adalah antibodi terhadap reseptor asetilkolin (AChR) atau protein lain seperti MuSK yang mengganggu transmisi neuromuskular.
Patofisiologi
Q: Mengapa terjadi kelemahan otot pada myasthenia gravis?
A: Karena antibodi merusak reseptor asetilkolin sehingga impuls saraf tidak dapat ditransmisikan secara efektif ke otot.
Gejala Klinis
Q: Apa gejala khas myasthenia gravis?
A: Ptosis, diplopia, kelemahan otot proksimal, dan fatigabilitas.
Anamnesis
Q: Apa ciri khas kelemahan otot pada anamnesis myasthenia gravis?
A: Kelemahan memburuk saat aktivitas dan membaik dengan istirahat.
Pemeriksaan Fisik
Q: Apa tanda khas pada pemeriksaan fisik?
A: Ptosis, diplopia, dan myasthenic facies.
Pemeriksaan Neurologis
Q: Apa hasil khas pemeriksaan neurologis?
A: Fatigability test positif, refleks normal, dan tidak ada gangguan sensorik.
Pemeriksaan Penunjang
Q: Apa pemeriksaan utama untuk konfirmasi diagnosis?
A: Antibodi AChR dan EMG (repetitive nerve stimulation).
Diagnosis Banding
Q: Apa diagnosis banding penting myasthenia gravis?
A: Lambert-Eaton syndrome, botulisme, ALS, miopati.
Penatalaksanaan
Q: Apa terapi lini pertama myasthenia gravis?
A: Antikolinesterase seperti pyridostigmine.
Operatif
Q: Kapan dilakukan timektomi?
A: Pada pasien dengan timoma atau myasthenia gravis generalisata.
Komplikasi
Q: Apa komplikasi paling berbahaya?
A: Krisis miastenik yang menyebabkan gagal napas.
Prognosis
Q: Bagaimana prognosis myasthenia gravis?
A: Umumnya baik dengan terapi, tetapi bersifat kronik dan fluktuatif.
Edukasi
Q: Apa edukasi penting untuk pasien?
A: Hindari kelelahan, patuhi terapi, dan kenali tanda krisis.
Red Flags
Q: Apa tanda bahaya pada myasthenia gravis?
A: Sesak napas, disfagia berat, dan kelemahan progresif.
Kriteria Rujukan
Q: Kapan pasien harus dirujuk?
A: Bila terdapat krisis miastenik, diagnosis tidak pasti, atau membutuhkan terapi lanjutan.
