SOAL-SOAL LATIHAN
Seorang laki-laki 28 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk sejak 7 hari. Awalnya batuk kering, kemudian berdahak putih. Pasien juga mengeluh pilek dan nyeri tenggorok ringan. Suhu 37,6°C, frekuensi napas 18 kali/menit, SpO₂ 98%. Pada auskultasi terdengar ronki kasar ringan yang berkurang setelah batuk. Tidak ditemukan tanda konsolidasi paru. Diagnosis paling mungkin adalah:
A. Pneumonia komunitas
B. Bronkitis akut
C. Tuberkulosis paru
D. Asma bronkial
E. PPOK eksaserbasi
Seorang perempuan 35 tahun datang dengan batuk berdahak sejak 5 hari. Sputum tampak kekuningan. Pasien tidak sesak, suhu 37,8°C, frekuensi napas 20 kali/menit, SpO₂ 99%. Pemeriksaan paru tidak menunjukkan tanda konsolidasi. Pasien meminta antibiotik karena warna dahaknya kuning. Tatalaksana paling tepat adalah:
A. Amoksisilin selama 5 hari
B. Azitromisin selama 3 hari
C. Terapi simptomatik dan edukasi
D. Sefiksim selama 7 hari
E. Rujuk segera ke rumah sakit
Seorang laki-laki 42 tahun datang dengan batuk sejak 10 hari. Ia mengeluh batuk mengganggu tidur. Tidak ada sesak, tidak ada demam tinggi, dan tidak ada nyeri dada pleuritik. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda vital stabil dan tidak ada ronki fokal. Dokter mendiagnosis bronkitis akut. Obat yang paling tepat untuk mengurangi keluhan batuk kering yang mengganggu tidur adalah:
A. Dextromethorphan
B. Amoksisilin
C. Furosemid
D. Rifampisin
E. Prednison rutin
Seorang perempuan 60 tahun datang dengan batuk berdahak sejak 6 hari. Ia mengeluh demam tinggi, sesak, dan nyeri dada saat menarik napas. Pemeriksaan menunjukkan suhu 39°C, frekuensi napas 30 kali/menit, SpO₂ 91%, dan ronki fokal di hemitoraks kanan bawah. Langkah paling tepat adalah:
A. Diagnosis bronkitis akut ringan, cukup edukasi
B. Berikan antitusif saja
C. Curiga pneumonia dan lakukan evaluasi/rujukan lebih lanjut
D. Berikan mukolitik tanpa pemeriksaan tambahan
E. Diagnosis pertusis
Seorang laki-laki 55 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak yang berlangsung hampir setiap hari selama 4 bulan dalam setahun. Keluhan ini berulang selama 2 tahun terakhir. Pasien merokok 1 bungkus per hari sejak usia muda. Tidak ada riwayat TB aktif saat ini. Diagnosis klinis yang paling sesuai adalah:
A. Bronkitis akut
B. Bronkitis kronis
C. Pneumonia akut
D. Pertusis
E. Croup
Seorang laki-laki 52 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 3 minggu. Dahak berwarna kuning kehijauan dan berbau busuk. Pasien juga mengeluh demam, keringat malam, lemas, dan berat badan menurun. Riwayat alkoholisme (+). Foto toraks menunjukkan kavitas berdinding tebal dengan air-fluid level. Diagnosis paling mungkin adalah:
A. Tuberkulosis paru
B. Abses paru
C. Pneumonia komunitas
D. Bronkiektasis
E. Karsinoma paru
Seorang pasien laki-laki 60 tahun dengan riwayat stroke datang dengan batuk berdahak berbau busuk dan demam sejak 2 minggu. Dokter mencurigai abses paru akibat aspirasi. Mekanisme tersering terjadinya abses paru pada pasien ini adalah:
A. Infeksi virus primer pada alveolus
B. Aspirasi sekret orofaring yang mengandung bakteri anaerob
C. Reaksi alergi pada bronkus
D. Emboli lemak ke paru
E. Autoimun yang merusak pleura
Seorang perempuan 45 tahun datang dengan demam lama, batuk berdahak purulen berbau busuk, dan malaise. Foto toraks menunjukkan kavitas paru dengan air-fluid level. Dokter akan memberikan terapi antibiotik empiris. Prinsip terapi antibiotik yang paling tepat adalah:
A. Metronidazole monoterapi
B. Antivirus selama 5 hari
C. Antibiotik dengan cakupan anaerob dan aerob
D. Kortikosteroid dosis tinggi sebagai terapi utama
E. Antituberkulosis diberikan pada semua kasus
Seorang laki-laki 58 tahun didiagnosis abses paru dan telah mendapat antibiotik adekuat. Setelah 10 hari, demam masih menetap, sputum tetap banyak, dan kondisi umum tidak membaik. CT scan menunjukkan kavitas besar dan dicurigai ada obstruksi bronkus. Langkah berikutnya yang paling tepat adalah:
A. Hentikan semua antibiotik
B. Berikan antitusif saja
C. Evaluasi lanjut/rujuk untuk bronkoskopi atau drainase
D. Pulangkan pasien karena abses paru selalu sembuh spontan
E. Berikan antihistamin
Seorang pasien dengan abses paru tiba-tiba mengalami sesak berat, nyeri dada, demam tinggi, dan tampak toksik. Pemeriksaan menunjukkan tanda efusi pleura. Dokter mencurigai abses paru pecah ke rongga pleura. Komplikasi yang paling mungkin adalah:
A. Asma bronkial
B. Empiema
C. Pneumotoraks spontan primer
D. Edema paru kardiogenik
E. Bronkitis akut
Seorang bayi laki-laki usia 5 bulan dibawa ibunya ke IGD karena batuk dan napas cepat sejak 1 hari. Tiga hari sebelumnya pasien mengalami pilek dan hidung tersumbat. Pemeriksaan fisik: suhu 37,8°C, frekuensi napas 58 kali/menit, tampak retraksi ringan, terdengar wheezing bilateral, SpO₂ 94%. Pasien masih mau menyusu meskipun lebih sedikit. Diagnosis paling mungkin adalah:
A. Asma bronkial
B. Bronkiolitis
C. Pneumonia bakterial
D. Croup
E. Aspirasi benda asing
Seorang bayi usia 4 bulan datang dengan batuk, pilek, dan mengi. Dokter mencurigai bronkiolitis. Pemeriksaan menunjukkan pasien aktif, retraksi minimal, SpO₂ 96%, dan masih bisa menyusu. Orang tua meminta pemeriksaan foto toraks untuk memastikan diagnosis. Langkah paling tepat adalah:
A. Foto toraks rutin untuk semua kasus
B. CT scan toraks segera
C. Diagnosis klinis dan terapi suportif
D. Kultur sputum rutin
E. Antibiotik empiris segera
Seorang bayi perempuan usia 3 bulan dengan bronkiolitis tampak sesak. Pemeriksaan: frekuensi napas 70 kali/menit, retraksi berat, napas cuping hidung, SpO₂ 88%, dan tampak sulit menyusu. Tatalaksana awal yang paling tepat adalah:
A. Antibiotik oral dan pulang
B. Kortikosteroid oral rutin
C. Oksigenasi dan rujukan/rawat inap
D. Antitusif untuk mengurangi batuk
E. Foto toraks dulu sebelum tindakan apa pun
Seorang bayi usia 6 bulan didiagnosis bronkiolitis ringan. Tidak ada demam tinggi, SpO₂ 97%, tidak tampak toksik, dan masih mau minum. Dokter menjelaskan bahwa antibiotik tidak diperlukan. Alasan paling tepat antibiotik tidak diberikan rutin adalah:
A. Bronkiolitis selalu disebabkan alergi
B. Bronkiolitis umumnya disebabkan virus
C. Antibiotik memperberat wheezing
D. Antibiotik hanya boleh diberikan pada usia >2 tahun
E. Antibiotik kontraindikasi absolut pada bayi
Seorang bayi usia 2 bulan dibawa ke puskesmas karena batuk dan pilek. Saat diperiksa, bayi tampak lemas, beberapa kali berhenti napas singkat menurut ibu, sulit menyusu, dan terdapat retraksi. Riwayat lahir prematur usia kehamilan 32 minggu. Faktor yang paling mendukung perlunya rujukan segera adalah:
A. Usia bayi dan riwayat prematuritas dengan apnea
B. Batuk sejak 1 hari
C. Hidung tersumbat
D. Demam ringan
E. Riwayat kontak dengan kakak yang pilek
Seorang laki-laki 32 tahun datang dengan batuk berdahak selama 3 minggu, demam hilang timbul, keringat malam, dan berat badan turun. Pemeriksaan awal yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah:
A. Foto toraks saja
B. Spirometri
C. Tes Cepat Molekuler
D. Analisis gas darah
E. Uji fungsi hati
Seorang pasien TB paru baru, sensitif obat, tanpa komplikasi dan tanpa komorbid bermakna akan memulai terapi. Regimen standar yang tepat adalah:
A. 2RH/4RHZE
B. 2RHZE/4RH
C. 6RHZE
D. 2RHE/10HE
E. 9H
Seorang pasien TB dengan hasil TCM menunjukkan MTB terdeteksi dan rifampisin resisten. Tatalaksana awal yang paling tepat adalah:
A. Melanjutkan OAT kategori 1
B. Memberikan isoniazid tunggal
C. Merujuk ke fasilitas TB resisten obat
D. Mengulang foto toraks 1 bulan lagi
E. Menghentikan semua terapi
Seorang pasien TB paru mengeluh mual, lemas, mata kuning, dan urin seperti teh setelah 3 minggu minum OAT. Kondisi yang paling dicurigai adalah:
A. Nefrotoksisitas etambutol
B. Ototoksisitas rifampisin
C. Hepatotoksisitas OAT
D. Neuropati akibat pirazinamid
E. Reaksi Jarisch-Herxheimer
Seorang anak kontak serumah dengan pasien TB paru aktif. Anak tidak batuk, tidak demam, foto toraks normal, tetapi tes tuberkulin positif. Diagnosis yang paling sesuai adalah:
A. TB paru aktif
B. TB milier
C. TB laten
D. Pneumonia atipikal
E. Bronkiektasis
Laki-laki 45 tahun datang dengan demam 4 hari, batuk produktif, nyeri dada pleuritik, dan sesak. Foto toraks menunjukkan konsolidasi lobus bawah kanan. Diagnosis paling mungkin?
A. PPOK eksaserbasi akut
B. Tuberkulosis paru
C. Community-acquired pneumonia
D. Edema paru kardiogenik
E. Bronkiektasis
Patogen tersering penyebab community-acquired pneumonia pada dewasa adalah:
A. Pseudomonas aeruginosa
B. Klebsiella pneumoniae
C. Staphylococcus aureus
D. Streptococcus pneumoniae
E. Mycobacterium tuberculosis
Pasien 70 tahun dirawat karena stroke. Hari ke-5 perawatan muncul demam, sputum purulen, dan infiltrat baru pada foto toraks. Diagnosis paling mungkin?
A. CAP
B. Pneumonia viral
C. Bronkopneumonia komunitas
D. Pneumonia aspirasi
E. Hospital-acquired pneumonia
Pasien ICU menggunakan ventilator mekanik selama 4 hari. Terjadi demam, peningkatan sekret trakeal, dan kebutuhan FiO₂ meningkat. Diagnosis?
A. CAP
B. HAP
C. Ventilator-associated pneumonia
D. Bronkiolitis
E. ARDS primer
Pasien usia 78 tahun pascastroke mengalami batuk setelah makan, kemudian muncul demam dan infiltrat paru kanan bawah. Mekanisme tersering?
A. Penyebaran hematogen
B. Inhalasi aerosol virus
C. Aspirasi sekret orofaring atau isi lambung
D. Reaktivasi infeksi laten
E. Penyebaran limfatik
Wanita 52 tahun dengan COVID-19 mengalami sesak progresif. CT toraks menunjukkan temuan khas. Gambaran yang paling sesuai adalah:
A. Tree-in-bud unilateral
B. Nodul kavitas multipel
C. Massa hilar
D. Ground-glass opacity bilateral perifer
E. Honeycombing basal
Pasien HIV dengan CD4 80 sel/µL datang dengan batuk kering, hipoksemia, dan infiltrat interstisial bilateral. Etiologi paling mungkin?
A. Aspergillus fumigatus
B. Candida albicans
C. Pneumocystis jirovecii
D. Paragonimus westermani
E. Cryptococcus gattii
Terapi lini pertama untuk Pneumocystis jirovecii pneumonia adalah:
A. Fluconazole
B. Voriconazole
C. Amphotericin B
D. Praziquantel
E. TMP-SMX
Pemeriksaan laboratorium yang mendukung diagnosis aspergilosis invasif:
A. D-dimer
B. Ferritin
C. ANA
D. Galactomannan serum atau BAL
E. Troponin
Pasien dengan hemoptisis, eosinofilia, dan riwayat konsumsi kepiting air tawar mentah kemungkinan mengalami:
A. Aspergilosis
B. Toksoplasmosis
C. Paragonimiasis paru
D. PCP
E. Bronkiektasis
Gambaran foto toraks yang paling khas pada bronkopneumonia:
A. Konsolidasi lobar tunggal
B. Fibrosis apikal
C. Efusi masif unilateral
D. Infiltrat patchy multifokal
E. Pneumotoraks bilateral
Indikasi penting dilakukan BAL atau bronkoskopi pada pneumonia adalah:
A. Semua CAP rawat jalan
B. Semua pasien demam
C. Diagnosis tidak jelas atau gagal terapi
D. Semua pasien batuk kronik
E. Semua pasien perokok
Pasien pneumonia berat dengan risiko MRSA memerlukan tambahan antibiotik:
A. Amoksisilin
B. Doksisiklin
C. Metronidazole
D. Vancomycin
E. Albendazole
Pemeriksaan terbaik untuk menilai derajat hipoksemia pada pneumonia berat:
A. LED
B. Kultur darah
C. Analisis gas darah
D. Spirometri
E. Mantoux
Indikasi kuat rawat inap pada pasien pneumonia adalah:
A. Batuk 2 hari
B. Demam ringan
C. Hipoksemia dan instabilitas hemodinamik
D. Rhinore ringan
E. Nyeri tenggorok