FLASH CARD

FLASH CARD

Q1. Apa definisi klinis bronkitis akut?

A. Bronkitis akut adalah inflamasi akut pada bronkus yang ditandai oleh batuk akut <3 minggu, dengan atau tanpa sputum, tanpa bukti pneumonia atau penyakit paru kronik.

Q2. Apa penyebab tersering bronkitis akut?

A. Penyebab tersering bronkitis akut adalah infeksi virus, sekitar ±90% kasus, seperti influenza, rhinovirus, coronavirus, RSV, parainfluenza, adenovirus, dan human metapneumovirus.

Q3. Mengapa antibiotik tidak rutin diberikan pada bronkitis akut?

A. Karena mayoritas bronkitis akut disebabkan oleh virus dan bersifat self-limiting, sehingga manfaat antibiotik sangat terbatas.

Q4. Apa pembeda utama bronkitis akut dengan pneumonia?

A. Bronkitis akut dominan berupa batuk tanpa tanda konsolidasi paru, sedangkan pneumonia lebih sering disertai demam tinggi, takipnea, hipoksia, ronki fokal, nyeri dada pleuritik, atau infiltrat pada foto toraks.

Q5. Apa prinsip utama tatalaksana bronkitis akut di layanan primer?

A. Prinsip utama adalah terapi simptomatik: istirahat, hidrasi, antipiretik/analgesik bila demam atau nyeri, antitusif bila batuk kering mengganggu tidur, ekspektoran bila sputum kental, dan bronkodilator bila ada wheezing.

Q1. Apa definisi bronkiolitis?

A. Bronkiolitis adalah infeksi akut pada bronkiolus yang menyebabkan inflamasi, edema mukosa, peningkatan mukus, serta obstruksi jalan napas kecil, terutama pada bayi dan anak usia <2 tahun.

Q2. Apa penyebab tersering bronkiolitis?

A. Penyebab tersering adalah Respiratory Syncytial Virus (RSV). Virus lain yang dapat menyebabkan bronkiolitis meliputi rhinovirus, parainfluenza, influenza, adenovirus, dan human metapneumovirus.

Q3. Apa gejala khas bronkiolitis?

A. Gejala biasanya diawali rinorea atau hidung tersumbat, lalu berkembang menjadi batuk, takipnea, wheezing, retraksi dada, serta sulit minum atau menyusu.

Q4. Mengapa pemeriksaan penunjang tidak rutin diperlukan pada bronkiolitis?

A. Karena diagnosis bronkiolitis umumnya ditegakkan secara klinis berdasarkan usia <2 tahun, gejala ISPA atas, wheezing/ronki, takipnea, dan tanda distres napas. Pemeriksaan seperti foto toraks atau PCR hanya dilakukan bila ada indikasi khusus.

Q5. Apa prinsip utama tatalaksana bronkiolitis?

A. Prinsip utama adalah terapi suportif, meliputi pemberian oksigen bila hipoksia, hidrasi adekuat, suction sekret hidung, nutrisi bertahap, dan monitoring. Antibiotik, bronkodilator, serta kortikosteroid tidak diberikan rutin.

Q1. Apa definisi abses paru?

A. Abses paru adalah infeksi nekrotik pada parenkim paru yang membentuk kavitas berisi pus.

Q2. Apa penyebab tersering abses paru?

A. Penyebab tersering adalah aspirasi sekret orofaring yang mengandung bakteri anaerob, terutama pada pasien dengan gangguan kesadaran, alkoholisme, gangguan menelan, atau higiene oral buruk.

Q3. Apa gejala khas abses paru?

A. Gejala khas adalah batuk produktif dengan sputum purulen berbau busuk, disertai demam, malaise, keringat malam, penurunan berat badan, atau nyeri dada pleuritik.

Q4. Apa temuan radiologi khas pada abses paru?

A. Temuan khas adalah kavitas berdinding tebal dengan air-fluid level pada foto toraks atau CT scan toraks.

Q5. Apa prinsip utama terapi abses paru?

A. Terapi utama adalah antibiotik jangka panjang dengan cakupan anaerob dan aerob; tindakan drainase atau operasi dipertimbangkan bila tidak respons, kavitas besar, atau terdapat komplikasi.