Soal-soal Vitreo-Retina

Soal-soal Vitreo-Retina

1.

Seorang pria usia 58 tahun datang dengan keluhan melihat seperti kilatan cahaya dan bayangan seperti tirai menutupi penglihatan bagian samping mata kanannya. Pasien memiliki riwayat miopia tinggi. Pada pemeriksaan funduskopi didapatkan gambaran retina yang terangkat dan bergelombang. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Edema makula

B. Ablasio retina regmatogenosa

C. Retinoschisis

D. Koroiditis

E. Hemoragi vitreous

2.

Seorang wanita usia 48 tahun dengan visus -9,00 D datang dengan keluhan melihat kilatan cahaya dan floaters. Apa faktor risiko utama untuk kondisi yang dideritanya?

A. Hipertensi

B. Glaukoma

C. Miopia tinggi

D. Diabetes melitus

E. Infeksi virus

3.

Manakah berikut ini yang bukan merupakan gejala klinis ablasio retina?

A. Fotopsia

B. Floaters

C. Penurunan visus

D. Bayangan seperti tirai

E. Nyeri bola mata

4.

Seorang pasien mengalami ablasio retina disertai dengan perdarahan vitreous dan tarikan vitreoretina. Tindakan penatalaksanaan yang paling tepat adalah:

A. Fotokoagulasi laser retina

B. Krioterapi

C. Retinopeksi pneumatik

D. Vitrektomi pars plana

E. Injeksi anti-VEGF intravitreal

5.

Manakah dari kondisi berikut ini yang memiliki prognosis visual terbaik pada pasien dengan ablasio retina?

A. Makula telah terlepas selama 1 minggu

B. Makula telah terlepas selama 3 hari

C. Makula belum terlepas dan operasi dilakukan dalam 72 jam

D. Ablasio telah mengenai area fovea selama 2 minggu

E. Terdapat perdarahan vitreous masif

6.

Seorang pria 55 tahun dengan riwayat diabetes melitus mengeluh adanya bayangan hitam seperti jelaga di mata kanan sejak pagi. Tidak ada nyeri. Funduskopi tidak dapat mengevaluasi retina. Apa pemeriksaan penunjang terbaik?

A. Tonometri

B. USG B-scan

C. OCT makula

D. Fluorescein angiography

E. Slit-lamp anterior

7.

Perdarahan vitreous yang disebabkan oleh ruptur neovaskular paling sering ditemukan pada:

A. Retinoblastoma

B. Retinopati diabetik proliferatif

C. Glaukoma kronik

D. Uveitis anterior

E. Miopia ringan

8.

Tatalaksana awal pada perdarahan vitreous ringan tanpa robekan retina adalah:

A. Vitrektomi segera

B. Observasi dengan posisi kepala terangkat

C. Laser fotokoagulasi

D. Steroid sistemik

E. Antibiotik intravitreal

9.

Komplikasi dari perdarahan vitreous yang tidak tertangani dapat mencakup, kecuali:

A. Ablasi retina

B. Glaukoma hemolitik

C. Traksi makula

D. Astigmatisme tinggi

E. Infeksi sekunder

10.

Kapan vitrektomi dianjurkan pada perdarahan vitreous?

A. Pada semua kasus awal

B. Jika visus masih 6/6

C. Bila perdarahan tidak jernih >1 bulan atau disertai ablasi retina

D. Bila terjadi hipopion

E. Saat ditemukan pseudofakia

11.

Seorang laki-laki 65 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat dan penglihatan menurun tajam pada mata kanan sejak 2 hari setelah operasi katarak. Pemeriksaan didapatkan injeksi konjungtiva, hipopion, dan tidak tampak refleks fundus. Apa diagnosis yang paling mungkin?

A. Uveitis anterior akut

B. TASS

C. Endoftalmitis akut pasca operasi

D. Retinal detachment

E. Vitreous hemorrhage

12.

Pasien dengan dugaan endoftalmitis harus segera dilakukan tindakan berikut, kecuali:

A. Tap aqueous/vitreous untuk kultur

B. Biopsi konjungtiva

C. Pemberian injeksi intravitreal antibiotik

D. Pemeriksaan USG B-scan

E. Evaluasi visus awal dan RAPD

13.

Antibiotik intravitreal yang umum digunakan secara empiris pada kasus endoftalmitis akut adalah:

A. Moxifloxacin + Gentamycin

B. Vancomycin + Ceftazidime

C. Amikacin + Ceftriaxone

D. Chloramphenicol + Ciprofloxacin

E. Tobramycin + Cefotaxime

14.

Manakah dari berikut ini merupakan indikasi kuat untuk dilakukan vitrektomi pars plana pada pasien endoftalmitis?

A. Terdapat hipopion 2 mm

B. Visus hanya persepsi cahaya (PL)

C. Tidak tampak injeksi konjungtiva

D. Tidak ada nyeri

E. Mata terasa kering dan gatal

15.

Komplikasi berat dari endoftalmitis yang dapat menyebabkan hilangnya bola mata adalah:

A. Edema makula

B. Blefaritis kronik

C. Panftalmitis dan enukleasi

D. Scleritis posterior

E. Keratitis neurotropik

16.

Seorang pria 55 tahun dengan riwayat DM 10 tahun datang dengan penurunan visus. Fundus menunjukkan mikroaneurisma, eksudat keras, dan perdarahan intraretina. Tidak tampak neovaskularisasi. Diagnosis?

A. Retinopati diabetik proliferatif

B. Retinopati diabetik non-proliferatif sedang

C. DME center-involving

D. Retinopati hipertensif grade 3

E. CRVO

17.

Tanda funduskopi yang paling khas pada retinopati hipertensi grade 4?

A. Mikroaneurisma

B. AV nicking

C. Eksudat lunak

D. Papiledema

E. Eksudat keras makula

18.

Seorang bayi 28 minggu 1200 gram dengan kebutuhan oksigen berkelanjutan. Pemeriksaan retina menunjukkan pembuluh retina abnormal di zone I dengan plus disease. Stadium dan tatalaksana?

A. Stadium 1, observasi

B. Stadium 3, injeksi anti-VEGF intravitreal

C. Stadium 2, fotokoagulasi laser

D. Stadium 5, vitrektomi

E. Stadium 4, enukleasi

19.

Pemeriksaan penunjang utama untuk menilai makula pada edema makula diabetik?

A. Fundus foto

B. Optical Coherence Tomography (OCT)

C. Angiografi karotis

D. MRI orbita

E. Perimetri

20.

Terapi utama untuk retinopati diabetik proliferatif?

A. Anti-VEGF intravitreal saja

B. Fotokoagulasi fokal makula

C. Laser PRP (panretinal photocoagulation)

D. Vitrektomi primer

E. Kortikosteroid sistemik

21.

Seorang wanita 68 tahun datang dengan keluhan penglihatan pusat buram sejak 6 bulan terakhir, disertai kesulitan membaca dan mengenali wajah. Pada funduskopi ditemukan drusen di makula. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Retinopati diabetik

B. Degenerasi makula karena usia non-eksudatif

C. Central serous chorioretinopathy

D. Ablasio retina

E. Makulopati miopik

22.

Seorang pria 72 tahun datang dengan penurunan tajam penglihatan mendadak pada mata kiri. Pemeriksaan menunjukkan metamorfopsia dan perdarahan subretina di makula. Pemeriksaan penunjang utama untuk menegakkan diagnosis adalah:

A. Fundus autofluorescence

B. Optical coherence tomography (OCT)

C. Indocyanine green angiography

D. Tonometri

E. Gonioskopi

23.

Seorang pasien 70 tahun dengan AMD intermediate bilateral bertanya tentang pencegahan agar tidak menjadi lebih parah. Saran yang paling tepat adalah:

A. Terapi anti-VEGF intravitreal rutin

B. Laser fotokoagulasi makula

C. Suplementasi AREDS2

D. Fotodinamik dengan verteporfin

E. Obat minum kortikosteroid

24.

Seorang laki-laki 65 tahun perokok aktif datang untuk skrining mata. Ia tidak ada keluhan, visus baik, dan tidak ditemukan drusen besar. Edukasi yang tepat adalah:

A. Suplementasi AREDS2 segera

B. Kontrol rutin dengan Amsler grid dan berhenti merokok

C. Terapi anti-VEGF profilaksis

D. Laser fotokoagulasi profilaksis

E. Tidak perlu dilakukan pemeriksaan ulang

25.

Seorang wanita 74 tahun dengan AMD eksudatif bilateral mendapat terapi anti-VEGF. Apa risiko komplikasi paling mungkin dari prosedur injeksi intravitreal?

A. Ablasio retina

B. Endoftalmitis

C. Katarak nuklear

D. Glaukoma sudut sempit

E. Neuritis optik

26.

Pasien usia 65 tahun dengan hipertensi mengalami penurunan visus mendadak tanpa nyeri. Ditemukan retina pucat dengan cherry red spot. Diagnosis paling tepat adalah:

A. CRVO

B. BRAO

C. CRAO

D. NAION

E. Ablasio retina

27. Gambaran funduskopi blood and thunder appearance paling sesuai dengan:

A. CRAO

B. CRVO

C. BRAO

D. Papiledema

E. Ablasio retina

28. Faktor risiko terpenting oklusi vena retina adalah:

A. Trauma

B. Hipertensi

C. Miopia ringan

D. Alergi

E. Katarak

29. Komplikasi paling ditakuti pada CRVO iskemik dalam 3 bulan pertama adalah:

A. Katarak

B. Endoftalmitis

C. Glaukoma neovaskular

D. Ablasio retina regmatogen

E. Keratitis

30. Terapi utama edema makula akibat BRVO adalah:

A. Antibiotik oral

B. Laser kornea

C. Anti-VEGF intravitreal

D. Vitamin A

E. Parasetamol

Soal UKMPPD (Level Klinis – SKDI 2)

1. Bayi prematur usia gestasi 30 minggu dengan BBL 1200 gram dirawat di NICU dan mendapat terapi oksigen. Kapan waktu yang tepat untuk mulai skrining ROP?

A. Saat lahir

B. Usia 1 minggu

C. Usia 2 minggu

D. Usia 4 minggu

E. Usia 3 bulan

Jawaban: D

Pembahasan: Skrining ROP umumnya dimulai pada usia 4 minggu pascalahir atau sesuai PMA untuk mendeteksi awal perubahan retina.¹,³


2. Bayi prematur dengan hasil funduskopi menunjukkan ridge dengan proliferasi fibro-vaskular ekstraretina. Termasuk stadium berapa?

A. Stadium 1

B. Stadium 2

C. Stadium 3

D. Stadium 4

E. Stadium 5

Jawaban: C

Pembahasan: Stadium 3 ditandai dengan proliferasi fibro-vaskular ekstraretina.¹,³


3. Manakah faktor risiko paling kuat terjadinya ROP?

A. Jenis kelamin

B. Prematuritas

C. Infeksi intrauterin

D. Trauma lahir

E. Hipoglikemia

Jawaban: B

Pembahasan: Prematuritas merupakan faktor risiko utama karena berhubungan dengan ketidakmatangan vaskular retina.¹,³


4. Bayi dengan ROP zona I disertai plus disease. Apa tatalaksana yang paling tepat?

A. Observasi

B. Antibiotik topikal

C. Laser atau anti-VEGF

D. Patch mata

E. Kacamata

Jawaban: C

Pembahasan: ROP berat (zona I + plus) memerlukan intervensi segera berupa laser atau anti-VEGF.¹,³


5. Apa komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi pada ROP?

A. Katarak kongenital

B. Glaukoma sudut tertutup

C. Retinitis pigmentosa

D. Keratitis

E. Uveitis

Jawaban: B

Pembahasan: ROP lanjut dapat menyebabkan glaukoma sudut tertutup, selain ambliopia dan miopia.³