Soal-soal Sistem Lakrimal

Soal-soal Sistem Lakrimal

1.

Seorang wanita 45 tahun datang dengan keluhan nyeri, bengkak, dan kemerahan di sudut medial kelopak mata kanan sejak 3 hari. Pemeriksaan menunjukkan fluktuasi positif. Terapi awal yang tepat adalah...

A. Dakriosistorhinostomi segera

B. Antibiotik sistemik dan kompres hangat

C. Insisi abses tanpa antibiotik

D. Pemberian steroid topikal

E. Observasi saja


2.

Obstruksi duktus nasolakrimal paling sering menyebabkan dakriosistitis kronis pada dewasa akibat...

A. Trauma lakrimal akut

B. Infeksi virus

C. Stenosis idiopatik

D. Tumor orbita

E. Obstruksi katup Hasner


3.

Tindakan yang menjadi pilihan definitif pada dakriosistitis kronis adalah...

A. Dakriosistektomi

B. Probing

C. Dakriosistorhinostomi (DCR)

D. Massage Crigler

E. Irigasi kanalikuli


4.

Pada dakriosistitis akut, kontraindikasi relatif untuk melakukan tes irigasi kanalikuli adalah...

A. Dakriosistitis kronis

B. Dakriosistitis akut dengan selulitis berat

C. Epifora tanpa discharge

D. Tumor sakus lakrimal

E. Riwayat trauma kepala


5.

Bayi usia 3 bulan dengan epifora sejak lahir, discharge mukopurulen, kulit sekitar sudut medial normal. Terapi awal yang paling tepat adalah...

A. Antibiotik sistemik

B. Probing duktus nasolakrimal segera

C. Massage Crigler dan kompres hangat

D. DCR endonasal

E. Irigasi kanalikuli


6.

Seorang wanita 25 tahun datang dengan keluhan nyeri dan bengkak di kelopak mata atas bagian lateral sejak 3 hari. Pemeriksaan menunjukkan pembengkakan kuadran lateral atas palpebra dengan nyeri tekan, suhu tubuh 38 °C. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Dakriosistitis

B. Dakrioadenitis akut

C. Selulitis preseptal

D. Pseudotumor orbita

E. Tumor kelenjar lakrimal


7.

Etiologi paling sering dakrioadenitis akut pada anak adalah:

A. Sarkoidosis

B. Epstein–Barr virus

C. Limfoma

D. IgG4-related disease

E. Sjögren syndrome


8.

Perbedaan utama dakrioadenitis dengan dakriosistitis adalah:

A. Sama-sama disertai epifora

B. Dakrioadenitis selalu bilateral

C. Dakriosistitis mengenai regio medial canthus

D. Dakriosistitis akibat EBV

E. Dakrioadenitis tidak pernah nyeri


9.

Seorang pasien dengan dakrioadenitis kronis bilateral tidak membaik dengan antibiotik. Pemeriksaan lanjutan yang paling tepat adalah:

A. Uji tajam penglihatan

B. Tonometri

C. Biopsi kelenjar lakrimal

D. Fluorescein staining

E. Schirmer test


10.

Tatalaksana awal dakrioadenitis akut ringan yang disebabkan infeksi virus adalah:

A. Antibiotik intravena

B. Kortikosteroid sistemik

C. Observasi + kompres hangat

D. Biopsi segera

E. Drainase abses