Soal-soal Neuro-ophthalmology
Seorang wanita berusia 27 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan penglihatan mata kiri buram sejak dua hari yang lalu. Pasien merasa seperti ada "bayangan abu-abu" di tengah penglihatan. Ia juga mengeluh nyeri ringan saat menggerakkan bola mata ke kiri dan atas. Tidak ada mata merah, silau, atau kotoran mata. Pemeriksaan visus menunjukkan OD 6/6 dan OS 2/60. Refleks pupil kanan normal, sedangkan pupil kiri menunjukkan reaksi cahaya langsung lambat dan refleks pupil konsensual tetap. Funduskopi mata kiri tampak normal. Pemeriksaan warna dengan lempeng Ishihara menunjukkan kesalahan pada 4 dari 6 lempeng. Tidak ditemukan ptosis, nistagmus, ataupun kelemahan otot ekstraokular. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik sebelumnya.
Apakah diagnosis yang paling mungkin?
A. Neuritis optik retrobulbar
B. Papillitis
C. Neuropati optik toksik
D. Retinitis sentral serosa
E. Papiledema
Apa tanda yang paling spesifik pada pemeriksaan fisik untuk mendukung diagnosis?
A. Fundus menunjukkan edema papil
B. Injeksi konjungtiva ciliary flush
C. Defek pupil aferen relatif (RAPD)
D. Sklera tampak injeksi difus
E. Adanya floaters di vitreus
Pemeriksaan penunjang apa yang paling diperlukan untuk menilai risiko konversi ke multiple sclerosis?
A. Visual Evoked Potential (VEP)
B. Optical Coherence Tomography (OCT)
C. MRI otak dan orbita
D. Fundus fluorescein angiography
E. Pemeriksaan tekanan intraokular
Manakah terapi paling tepat sesuai protokol ONTT?
A. Prednison oral 1 mg/kg/hari selama 14 hari
B. Methylprednisolone IV 1 g/hari selama 3 hari, lalu prednison oral
C. Kombinasi antibiotik dan steroid topikal
D. Steroid oral dan vitamin neurotropik
E. Tidak diberikan terapi karena akan sembuh spontan
Pasien bertanya, apakah penglihatannya akan kembali normal? Prognosis ad functionam kasus ini adalah...
A. Dubia
B. Mala
C. Bonam
D. Quoad vitam letalis
E. Infausta
Seorang wanita 25 tahun, obesitas, datang dengan keluhan sakit kepala, diplopia horizontal, dan penglihatan kabur sesaat (<30 detik). Funduskopi menunjukkan batas diskus optik kabur bilateral, vena melebar, cup diskus menghilang. Pemeriksaan MRI tidak menunjukkan massa intrakranial. Diagnosis paling mungkin adalah:
A. Neuropati optik iskemik anterior
B. Papilitis optik
C. Papilledema akibat idiopathic intracranial hypertension
D. Retinopati hipertensif
E. Pseudopapilledema
Manakah berikut ini yang paling khas pada papilledema dibandingkan edema papil lain?
A. Diskus optikus menonjol unilateral
B. Hilangnya spontaneous venous pulsation (SVP)
C. Penurunan visus cepat sejak awal
D. Nyeri pada pergerakan bola mata
E. Defek pupil aferen relatif (RAPD)
Seorang pasien dengan papilledema karena trombosis sinus vena serebral (CVST). Pemeriksaan penunjang paling penting untuk menegakkan diagnosis CVST adalah:
A. CT-scan kepala polos
B. MRI dengan MRV
C. OCT RNFL
D. Perimetri Humphrey
E. Ultrasonografi orbita
Obat lini pertama untuk terapi farmakologis papilledema pada IIH adalah:
A. Kortikosteroid oral
B. Topiramate
C. Acetazolamide
D. Furosemide
E. Mannitol intravena
Seorang pasien dengan papilledema kronis. Apa komplikasi utama bila tidak tertangani?
A. Glaukoma sekunder
B. Atrofi optik sekunder
C. Neuritis optik rekuren
D. Ablasio retina
E. Retinopati diabetik
Seorang wanita 25 tahun dengan obesitas datang dengan keluhan sakit kepala yang memberat saat pagi hari dan pandangan kabur sesaat ketika berdiri tiba-tiba. Funduskopi menunjukkan batas diskus optikus kabur bilateral dan pembesaran blind spot. Tekanan darah normal, CT scan kepala normal. Apa diagnosis yang paling mungkin?
A. Neuritis optik
B. Papilledema akibat hipertensi intrakranial idiopatik
C. Neuropati optik iskemik anterior
D. Pseudopapilledema akibat drusen papil
E. Papilitis unilateral
Seorang laki-laki 40 tahun mengalami nyeri kepala berat, mual, dan muntah. Pemeriksaan funduskopi menunjukkan batas diskus optikus kabur bilateral dengan hilangnya spontaneous venous pulsation (SVP). Mengapa SVP menghilang pada pasien ini?
A. Tekanan vena retina meningkat akibat obstruksi vena sentral
B. Penurunan tekanan intrakranial menyebabkan kolaps vena
C. Peningkatan tekanan intrakranial menghapus gradien tekanan vena-retina
D. Edema retina menekan vena retina intraokular
E. Atrofi optik mengurangi pulsasi vaskular
Papilledema pada hipertensi intrakranial idiopatik terjadi karena mekanisme berikut:
A. Aktivasi autoimun terhadap saraf optik
B. Gangguan transport aksonal akibat tekanan di lamina kribrosa
C. Obstruksi pembuluh arteri retina
D. Infeksi langsung saraf optik oleh virus
E. Degenerasi mielin sekunder pada serabut saraf optik
Pada pemeriksaan funduskopi pasien dengan papilledema, temuan berikut paling khas untuk stadium awal adalah:
A. Diskus pucat dengan hilangnya cup
B. Perdarahan peripapiler dan eksudat kapas
C. Diskus hiperemis dengan batas nasal kabur dan SVP hilang
D. Kolateral vena optokiliaris dan gliosis diskus
E. Penipisan neuroretinal rim dan atrofi sekunder
Seorang pasien dengan papilledema akibat IIH direncanakan terapi dengan acetazolamide. Mekanisme kerja obat ini adalah:
A. Menghambat sintesis prostaglandin pada pleksus koroid
B. Menghambat karbonat anhidrase pada pleksus koroid sehingga menurunkan produksi CSF
C. Meningkatkan absorpsi cairan serebrospinal melalui villi araknoid
D. Menurunkan tekanan vena serebral melalui efek vasodilatasi
E. Menghambat reseptor NMDA di neuron kortikal
Seorang pria 55 tahun datang dengan keluhan penglihatan kabur perlahan pada mata kanan sejak 3 bulan terakhir. Tidak ada nyeri mata. Pemeriksaan funduskopi menunjukkan diskus optikus tampak pucat keabu-abuan dengan batas tegas. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
A. Papiledema
B. Neuritis optik
C. Atrofi optik primer
D. Glaukoma akut
E. Retinitis pigmentosa
Pada pemeriksaan funduskopi, pasien dengan papiledema lama menunjukkan diskus pucat dengan batas tidak jelas dan pembuluh darah tampak diselubungi jaringan putih. Kondisi ini disebut…
A. Papilitis
B. Atrofi optik sekunder
C. Atrofi optik primer
D. Pseudopapiledema
E. Retinopati hipertensi
Ciri khas funduskopi pada atrofi optik akibat glaukoma kronik adalah…
A. Diskus hiperemis dengan edema
B. Cup–disk ratio meningkat dan neuroretinal rim menipis
C. Diskus pucat dengan batas kabur
D. Peningkatan ketebalan RNFL
E. Pembuluh darah retina melebar
Seorang pria 30 tahun mengeluh penglihatan buram pada kedua mata. Ia rutin mengonsumsi obat etambutol selama 6 bulan untuk pengobatan tuberkulosis. Penyebab penurunan visus pasien ini paling mungkin adalah…
A. Papiledema
B. Neuropati optik toksik
C. Katarak kortikal
D. Retinopati hipertensi
E. Glaukoma akut
Seorang pria 58 tahun dengan riwayat hipertensi datang karena penglihatan mata kiri mendadak buram sejak bangun pagi. Tidak ada nyeri bola mata. Pemeriksaan: visus OS 3/60, RAPD (+), funduskopi menunjukkan edema diskus optikus inferior dengan perdarahan peripapiler. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
A. Optic neuritis
B. Arteritic anterior ischemic optic neuropathy (AAION)
C. Non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy (NAION)
D. Papilledema akibat peningkatan TIK
E. Central retinal artery occlusion (CRAO)
Seorang wanita 65 tahun datang dengan keluhan penglihatan mata kanan tiba-tiba hilang total dan nyeri kepala berat. Ditemukan RAPD positif, diskus pucat seperti kapur, ESR 95 mm/jam. Diagnosis yang paling mungkin?
A. NAION
B. AAION (Giant Cell Arteritis)
C. Optic neuritis
D. Diabetic papillopathy
E. Neuropati optik toksik
Seorang pria 55 tahun dengan diabetes melitus dan dislipidemia datang karena penurunan penglihatan mata kanan tanpa nyeri. Pemeriksaan fundus menunjukkan edema diskus hiperemis sektoral dan rasio cup-to-disc kecil (<0,2). Faktor risiko utama pada pasien ini adalah…
A. Hipertensi portal
B. "Disc at risk" dengan sirkulasi papil saraf optik yang sempit
C. Peradangan arteri temporal
D. Peningkatan tekanan intrakranial
E. Kompresi saraf optik intrakanalikular
Pada pasien dengan NAION, pemeriksaan fundus fluorescein angiografi (FFA) menunjukkan gambaran khas sebagai berikut:
A. Hilangnya perfusi choroidal luas
B. Delay pengisian arteri retina sentral
C. Perfusi normal seluruh kepala saraf
D. Delay pengisian peripapiler sektoral dengan choroid normal
E. “Cherry-red spot” di makula
Pasien laki-laki 60 tahun dengan hipertensi dan sleep apnea mengalami penurunan visus mendadak tanpa nyeri pada mata kiri. Diagnosis NAION telah ditegakkan. Langkah penatalaksanaan berikut yang tepat adalah…
A. Segera beri kortikosteroid dosis tinggi intravena
B. Lakukan operasi dekompresi saraf optik
C. Kendalikan faktor risiko vaskular dan evaluasi OSA
D. Beri antibiotik profilaksis
E. Rujuk untuk terapi antiglaukoma topikal
Seorang pasien TB paru mengeluh penurunan visus bilateral progresif setelah 3 bulan terapi. Ia mengalami disfungsi warna dan skotoma sentral. Fundus tampak normal. Obat mana yang paling mungkin menjadi penyebab?
A. Isoniazid
B. Rifampisin
C. Etambutol
D. Pirazinamid
E. Streptomisin
Kerusakan saraf optik pada keracunan metanol terutama disebabkan oleh akumulasi metabolit apa?
A. Formaldehida
B. Asetat
C. Formate (asam format)
D. Etanol bebas
E. Laktat
Pada pemeriksaan OCT, temuan paling awal dan paling sensitif pada Toksik Optik Neuropati adalah:
A. Penebalan RNFL
B. Penipisan GCC (Ganglion Cell Complex)
C. Edema diskus optikus
D. Penebalan koroid
E. Peningkatan reflektivitas vitreus
Gejala klinis mana yang paling khas untuk Toksik Optik Neuropati?
A. Nyeri pergerakan bola mata
B. RAPD berat unilateral
C. Skotoma sentral bilateral
D. Penurunan visus akut dalam jam
E. Edema diskus optikus masif
Terapi utama dan paling penting pada Toksik Optik Neuropati adalah:
A. Kortikosteroid dosis tinggi
B. Antibiotik spektrum luas
C. Menghentikan paparan toksin
D. Vasodilator sistemik
E. Antikonvulsan neuroprotektif
Seorang perempuan 55 tahun datang dengan keluhan ptosis akut, diplopia, dan nyeri kepala hebat. Pemeriksaan menunjukkan mata kiri dalam posisi "down and out" serta pupil kiri melebar dan tidak reaktif. Apa diagnosis yang paling mungkin?
A. Palsi saraf VI akibat hipertensi
B. Palsi saraf III mikrovaskular
C. Palsi saraf IV karena trauma
D. Palsi saraf III kompresif akibat aneurisma PComA
E. Myasthenia gravis
Laki-laki 60 tahun dengan riwayat DM dan hipertensi datang dengan ptosis dan diplopia. Posisi mata “down and out”, namun pupil normal dan tanpa nyeri. Apa etiologi tersering?
A. Aneurisma PComA
B. Meningitis bakterial
C. Lesi sinus kavernosus
D. Iskemia mikrovaskular (DM/HT)
E. Tumor orbita
Seorang pasien menunjukkan ptosis, oftalmoplegia multipel (saraf III, IV, VI), nyeri periorbita, dan hipoestesi daerah V1. Apa lokasi lesi yang paling sesuai?
A. Midbrain
B. Orbita anterior
C. Nukleus saraf III
D. Sinus kavernosus
E. Saraf optik
Pasien pasca kecelakaan lalu lintas mengalami ptosis total, diplopia, posisi mata “down and out”, dan pupil melebar. Tidak ditemukan nyeri kepala mendadak. Apa mekanisme yang paling mungkin?
A. Stroke batang otak
B. Kerusakan nukleus saraf III
C. Peregangan/avulsi saraf III akibat trauma
D. Mikrovaskular
E. Lesi tiroid orbitopati
Laki-laki 48 tahun datang dengan diplopia akut. Pemeriksaan menunjukkan ptosis, gangguan aduksi, tetapi pupil masih normal. Tidak ada nyeri. Tindakan yang paling tepat?
A. Observasi tanpa terapi
B. Berikan kortikosteroid sistemik
C. MRI otak saja
D. Observasi ketat 1–2 minggu karena pupil-sparing → kemungkinan mikrovaskular
E. Segera lakukan angiografi serebral
Seorang pasien mengeluh penglihatan ganda (diplopia) saat melihat ke kanan. Pemeriksaan menunjukkan mata kanan sulit bergerak ke arah luar. Diagnosis yang paling sesuai adalah:
A. Palsi saraf III
B. Palsi saraf IV
C. Palsi saraf VI
D. Myasthenia gravis
E. INO
Keluhan diplopia pada paralisis saraf VI biasanya paling berat ketika pasien melihat ke arah:
A. Atas
B. Bawah
C. Sisi mata yang sakit
D. Sisi berlawanan
E. Pandangan dekat
Paralisis saraf VI menunjukkan posisi mata yang khas, yaitu:
A. Mata ke atas
B. Mata ke bawah
C. Mata keluar
D. Mata ke dalam (esotropia)
E. Mata menyilang ke atas
Faktor risiko paling sering pada paralisis saraf VI pada usia dewasa adalah:
A. Katarak
B. Miopia
C. Alergi
D. Trauma minor
E. Diabetes dan hipertensi
Seorang pasien dengan palsi saraf VI mikrovaskular biasanya membaik dalam waktu:
A. 1–2 hari
B. 1 minggu
C. 6–12 minggu
D. 6 bulan
E. Tidak dapat sembuh
Pasien mengeluh diplopia vertikal yang memburuk saat membaca dan menuruni tangga. Pemeriksaan menunjukkan gangguan gerakan menurunkan bola mata dalam posisi adduksi. Diagnosis paling mungkin adalah:
A. Paralisis saraf VI
B. Brown syndrome
C. Paralisis saraf IV
D. Paralisis saraf III
E. Myasthenia gravis
Pasien dewasa mengalami diplopia setelah kecelakaan lalu lintas. Terdapat head tilt kompensatorik ke sisi kanan, dan diplopia memburuk bila kepala dimiringkan ke kiri. Lesi kemungkinan pada:
A. Saraf III kiri
B. Saraf VI kanan
C. Saraf IV kanan
D. Saraf IV kiri
E. Otot rektus superior kanan
Paralisis saraf IV akibat diabetes mellitus biasanya bersifat:
A. Onset lambat dengan nyeri hebat
B. Disertai ptosis dan midriasis
C. Onset akut tanpa nyeri
D. Disertai defisit saraf III dan VI
E. Memburuk saat melihat ke atas
Pemeriksaan menunjukkan hipertropia mata kanan, diplopia vertikal, dan funduskopi menunjukkan hilangnya intorsi mata kanan. Penyebab yang paling mungkin adalah:
A. Paralisis rektus inferior
B. Skew deviation
C. Paralisis otot oblikus superior kanan
D. Thyroid eye disease
E. Myasthenia gravis
Kapan pasien dengan paralisis saraf IV memerlukan operasi?
A. Pada fase akut untuk mencegah deviasi menetap
B. Bila terdapat nyeri hebat pada awal kelumpuhan
C. Bila diplopia membaik dalam 4 minggu
D. Bila paralisis disertai ptosis
E. Bila deviasi menetap ≥ 6 bulan
Seorang perempuan berusia 68 tahun datang dengan penurunan penglihatan mendadak pada mata kanan. Funduskopi menunjukkan diskus pucat edematous ("chalky white"). Pasien memiliki riwayat nyeri kepala temporal dan klaudikasio mandibula. Diagnosis tersering adalah:
A. NAION
B. Optik neuritis
C. Papilledema
D. AAION (GCA)
E. Uveitis posterior
Pemeriksaan laboratorium yang paling penting untuk mendukung diagnosis AAION adalah:
A. HbA1c
B. TSH
C. LED dan CRP
D. Elektrolit
E. Serum B12
Tatalaksana awal yang harus segera diberikan pada kecurigaan klinis AAION adalah:
A. Antibiotik IV
B. Analgesik dan observasi
C. Antikoagulan
D. Kortikosteroid sistemik segera
E. Antiplatelet dosis rendah
Komplikasi paling ditakuti dari keterlambatan terapi AAION adalah:
A. Ablasio retina
B. Uveitis rekuren
C. Glaukoma akut
D. Kebutaan bilateral permanen
E. Edema makula diabetik
Seorang pasien AAION telah mendapat steroid. Tujuan utama terapi pada fase akut adalah:
A. Meningkatkan ketajaman visual pada mata terkena
B. Mengatasi edema makula
C. Menurunkan IOP
D. Mengurangi migrain
E. Mencegah keterlibatan mata kontralateral
Seorang pasien datang setelah kecelakaan motor dengan penurunan visus mendadak pada mata kanan. Pupil kanan menunjukkan RAPD, namun fundus tampak normal. Diagnosis paling mungkin adalah:
A. Optic neuritis
B. NAION
C. Traumatic Optic Neuropathy (TON)
D. Papilledema
E. Retinal detachment
Pemeriksaan penunjang paling awal dan paling penting pada TON adalah:
A. MRI kepala
B. OCT saraf optik
C. Fundus foto
D. CT-scan orbita dan kanal optik
E. Fluorescein angiography
Temuan klinis yang paling khas pada TON adalah:
A. Edema diskus optikus segera
B. Terdapat floaters
C. Relative Afferent Pupillary Defect (RAPD)
D. Injeksi perikorneal
E. TIO sangat tinggi
Manakah yang bukan merupakan mekanisme patofisiologi TON?
A. Shearing injury
B. Kompresi kanal optik
C. Iskemia mikrovaskular
D. Edema aksonal
E. Hiperperfusion arteri optik
Tujuan utama penatalaksanaan awal TON adalah:
A. Meningkatkan TIO supaya perfusi stabil
B. Menurunkan tekanan darah
C. Mencegah progresi cedera saraf optik
D. Mengurangi floaters
E. Menghilangkan nyeri kepala
Seorang pasien mengeluh melihat "bayangan gelap" pada sisi kiri penglihatannya. Pemeriksaan menunjukkan hilangnya lapang pandang sisi kiri pada kedua mata. Lokasi lesi paling mungkin adalah:
A. Retina kiri
B. Saraf optikus kiri
C. Kiasma optikum
D. Traktus optikus kanan
E. Lobus parietal kiri
Seorang wanita 45 tahun dengan riwayat amenore dan galaktore mengalami penglihatan kabur. Pemeriksaan lapang pandang menunjukkan hemianopia bitemporal. Etiologi tersering adalah:
A. Infark oksipital
B. Neuritis optik
C. Adenoma hipofisis
D. Lesi Meyer's loop
E. Glaukoma lanjut
Pola lapang pandang "pie in the sky" (kehilangan kuadran superior homonim) menunjukkan lesi pada:
A. Lobus parietal
B. Kiasma optikum
C. Korteks oksipital
D. Traktus optikus
E. Meyer's loop (lobus temporal)
Seorang pasien glaukoma menunjukkan defek "arcuate scotoma" pada pemeriksaan perimetri. Lokasi kerusakan yang paling sesuai adalah:
A. Korteks oksipital
B. Retina perifer temporal
C. Retinal nerve fiber layer (RNFL) superior/inferior
D. Lobus parietal
E. Traktus optikus
Pasien stroke PCA mengalami hemianopia homonim kanan yang sangat kongruen. Hal ini menunjukkan kelainan pada:
A. Retina kanan
B. Saraf optikus kiri
C. Kiasma optikum
D. Traktus optikus kanan
E. Korteks oksipital kiri