Soal-soal Lensa
Seorang pria 65 tahun mengeluh penurunan visus perlahan, melihat silau saat malam, dan perubahan kacamata minus bertambah dalam 6 bulan terakhir. Pemeriksaan menunjukkan red reflex berkurang dan lensa opak. Diagnosis paling mungkin?
A. Degenerasi makula
B. Glaukoma kronik
C. Katarak nuklear
D. Retinopati diabetik
E. Edema makula
Tipe katarak yang paling sering menyebabkan glare dan penurunan visus saat terang:
A. Nuklear
B. Kortikal
C. Subkapsular posterior
D. Hypermatur
E. Morgagnian
Pemeriksaan penting sebelum operasi katarak untuk menentukan ukuran IOL:
A. Fundus fluorescein
B. Tonometri
C. A-scan dan keratometri
D. USG Doppler
E. OCT makula
Komplikasi pascaoperasi yang paling sering memerlukan YAG laser kapsulotomi:
A. Ablasio retina
B. Opasifikasi kapsul posterior (PCO)
C. Endoftalmitis
D. Glaukoma sekunder
E. Hemoragi suprachoroidal
Kapan operasi katarak sebaiknya segera dilakukan?
A. Bila VA masih 6/6
B. Bila menyebabkan glaukoma phakomorfik atau uveitis sekunder
C. Bila pasien memakai kacamata progresif
D. Bila mata kering kronik
E. Bila terjadi diplopia binokular
Seorang anak 10 tahun dengan Marfan syndrome datang dengan keluhan penglihatan kabur dan diplopia monokular. Pemeriksaan menunjukkan phakodonesis dan tepi lensa terlihat lewat pupil. Diagnosis tersering?
A. Glaukoma kongenital
B. Katarak subkapsular
C. Dislokasi lensa
D. Retinopati herediter
E. Ablasio retina
Pemeriksaan penunjang terbaik untuk menilai posisi lensa jika media tidak jernih:
A. CT scan orbita
B. Fundus foto
C. USG B-scan
D. Tonometri
E. Retinoskopi
Pasien dengan dislokasi lensa ke bilik anterior dan tekanan intraokular tinggi. Terapi awal?
A. Antibiotik topikal
B. Hipotonik topikal dan posisi kepala terlentang
C. Steroid oral
D. Bed rest saja
E. Midriatik
Apa penyebab paling sering dislokasi lensa unilateral pada pasien tanpa kelainan sistemik?
A. Marfan syndrome
B. Trauma tumpul
C. Homocystinuria
D. Uveitis anterior
E. Glaukoma kongenital
Komplikasi jangka panjang dari dislokasi lensa yang tidak diobati:
A. Sinekia posterior
B. Miopia tinggi
C. Glaukoma dan ablasi retina
D. Hemoragi subkonjungtiva
E. Retinoblastoma