Soal-soal Kornea

Soal-soal Kornea

1.

Pria 22 tahun mengeluh penglihatan buram progresif pada kedua mata. Pemeriksaan menunjukkan astigmatisme tidak teratur, tanda Munson positif, dan topografi kornea menunjukkan penonjolan inferior. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Keratokonus

B. Degenerasi marginal pelusida

C. Keratoglobus

D. Astigmatisme reguler

E. Keratitis interstisial


2.

Pemeriksaan slit-lamp pada keratokonus dapat menunjukkan:

A. Arcus senilis

B. Garis Vogt

C. Pterigium

D. Nodul Salzmann

E. Opasitas subepitel difus


3.

Penatalaksanaan utama untuk memperlambat progresi keratokonus adalah:

A. Lensa kontak RGP

B. Cross-linking kolagen kornea

C. Keratoplasti tembus

D. LASIK

E. Antibiotik topikal


4.

Komplikasi serius keratokonus yang memerlukan penanganan segera adalah:

A. Edema kornea akut (hydrops)

B. Pterigium

C. Blefaritis

D. Hordeolum

E. Konjungtivitis alergi


5.

4 tahun dari daerah pedesaan mengeluh rabun malam. Pemeriksaan: konjungtiva kering dan bercak Bitot. Klasifikasi WHO:

A. X₀

B. X₁A

C. X₁B

D. X₂

E. X₃A


6.

Defisiensi vitamin A menyebabkan xerophthalmia karena:

A. Gangguan produksi kolagen

B. Penurunan fungsi batang retina dan regenerasi rodopsin

C. Penurunan tekanan intraokular

D. Meningkatkan produksi air mata

E. Perubahan struktur membran Descemet


7.

WHO merekomendasikan pemberian vitamin A dosis tinggi pada xerophthalmia anak usia 1–5 tahun sebanyak:

A. 50.000 IU oral sekali

B. 100.000 IU oral sekali

C. 200.000 IU oral sekali, diulang hari ke-2 dan ke-14

D. 400.000 IU oral sekali

E. 50.000 IU intramuskular


8.

Xerophthalmia stadium X₃A ditandai oleh:

A. Ulkus kornea >1/3 luas kornea

B. Ulkus kornea <1/3 luas kornea

C. Bercak Bitot

D. Keratomalasia

E. Rabun malam


9.

Seorang laki-laki 60 tahun datang dengan penglihatan kabur dan halo berwarna pelangi sejak 1 hari. Ditemukan TIO 52 mmHg dan kornea tampak buram seperti embun. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Fuchs endothelial dystrophy

B. Edema kornea akibat glaukoma akut

C. Keratitis herpetik epitelial

D. Posterior polymorphous corneal dystrophy

E. Bullous keratopathy


10.

Seorang wanita 55 tahun mengeluh pandangan berkabut pagi hari yang membaik siang hari. Pemeriksaan menunjukkan guttae pada endotel dan edema stroma ringan. Diagnosis tersering adalah:

A. Fuchs endothelial dystrophy

B. CHED

C. PPCD

D. ICE syndrome

E. Keratitis bakterial


11.

Pemeriksaan apa yang paling tepat untuk menilai densitas sel endotel kornea?

A. OCT segmen anterior

B. Pachymetry

C. Specular microscopy

D. Tonometri

E. Slit-lamp biomikroskopi


12.

Seorang pasien edema kornea akibat Fuchs datang dengan nyeri karena bullae. Terapi awal yang tepat adalah:

A. Lensa kontak lunak bandage

B. Antibiotik topikal

C. Kortikosteroid oral

D. Obat miotik

E. CAI oral jangka panjang


13.

Pasien dengan edema kornea berat, densitas endotel <800 sel/mm², tidak membaik dengan terapi konservatif. Tindakan berikut paling tepat adalah:

A. Pemberian NaCl 5%

B. Tarsorafi sementara

C. Descemet Stripping Only (DSO)

D. Descemet Membrane Endothelial Keratoplasty (DMEK)

E. Kortikosteroid topikal jangka panjang


14.

Gambaran fluorescein khas pada keratitis herpes simpleks epitelial adalah:

A. Infiltrat stroma berbatas kabur

B. Lesi dendritik dengan terminal bulb

C. Pseudodendritik tanpa fluorescein uptake

D. Ulkus perifer berbentuk cincin

E. Edema kornea difus tanpa defek epitel


15.

Terapi lini pertama pada HSK epitelial tanpa komplikasi adalah:

A. Steroid topikal

B. Antibiotik spektrum luas

C. Antivirus topikal

D. NSAID topikal

E. Antiglaukoma


16.

Penurunan nyeri pada HSK meskipun lesi luas disebabkan oleh:

A. Efek analgesik obat

B. Edema kornea

C. Penurunan sensibilitas kornea

D. Infiltrasi leukosit

E. Hipoksia jaringan


17.

Indikasi utama rujukan segera pada HSK adalah:

A. Mata merah ringan unilateral

B. Lesi dendritik kecil

C. Keterlibatan stroma atau endotel

D. Lakrimasi ringan

E. Riwayat herpes orolabial


18.

Tujuan terapi supresif antivirus oral jangka panjang adalah:

A. Menyembuhkan infeksi laten

B. Menghilangkan virus dari tubuh

C. Mencegah reaktivasi dan kekambuhan

D. Mengurangi nyeri akut

E. Mempercepat penyembuhan epitel


19.

Temuan kornea yang paling khas pada herpes zoster ophthalmicus adalah:

A. Dendritik dengan terminal bulb

B. Ulkus perifer berbentuk cincin

C. Pseudodendritik tanpa terminal bulb

D. Infiltrat stroma feathery

E. Hipopion


20.

Hutchinson sign menunjukkan keterlibatan saraf:

A. N. supraorbitalis

B. N. infratrochlearis

C. N. lacrimalis

D. N. nasociliaris

E. N. maxillaris


21.

Terapi utama yang harus segera diberikan pada HZO adalah:

A. Antibiotik topikal

B. Steroid sistemik

C. Antivirus sistemik

D. NSAID topikal

E. Antiglaukoma


22.

Waktu optimal memulai antivirus sistemik pada HZO adalah:

A. Setelah ruam mengering

B. Dalam 24 jam setelah nyeri

C. Dalam 72 jam sejak onset ruam

D. Setelah muncul keratitis

E. Tidak berpengaruh terhadap hasil


23.

Penyebab utama penurunan sensibilitas kornea pada HZO adalah:

A. Ulkus epitel aktif

B. Edema kornea

C. Kerusakan saraf trigeminal

D. Infeksi bakteri sekunder

E. Peningkatan tekanan intraokular


24.

Seorang pengguna lensa kontak datang dengan nyeri mata hebat, infiltrat kornea sentral, dan hipopion. Terapi awal paling tepat adalah:

A. Antivirus topikal

B. Steroid topikal

C. Antibiotik topikal spektrum luas intensif

D. Lubrikan saja

E. Observasi


25.

Patogen yang paling sering menyebabkan keratitis dengan progresi cepat dan risiko perforasi adalah:

A. Staphylococcus epidermidis

B. Streptococcus pneumoniae

C. Moraxella spp.

D. Pseudomonas aeruginosa

E. Haemophilus influenzae


26.

Temuan yang paling menentukan urgensi rujukan pada keratitis bakterial adalah:

A. Sekret mukoid

B. Injeksi konjungtiva

C. Infiltrat sentral dengan hipopion

D. Mata merah ringan

E. Rasa mengganjal


27.

Kapan kultur kornea paling dianjurkan?

A. Semua kasus ringan

B. Setelah sembuh

C. Kasus sedang–berat atau tidak respons terapi awal

D. Hanya pada anak

E. Tidak pernah perlu


28.

Pernyataan yang BENAR mengenai steroid topikal pada keratitis bakterial adalah:

A. Diberikan sejak awal terapi

B. Selalu kontraindikasi

C. Diberikan setelah infeksi terkontrol oleh antibiotik

D. Menggantikan antibiotik

E. Aman pada semua fase


29.

Seorang petani datang dengan nyeri mata kanan sejak 5 hari yang memberat perlahan. Ada riwayat mata terkena daun padi. Pemeriksaan menunjukkan infiltrat kornea abu-putih dengan tepi tidak teratur. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Keratitis bakterial

B. Keratitis herpes simpleks

C. Keratitis jamur

D. Keratitis alergi

E. Ulkus neurotropik


30.

Faktor risiko terpenting yang paling mengarah ke keratitis jamur adalah:

A. Riwayat demam

B. Trauma mata oleh bahan tanaman

C. Usia lanjut

D. Mata kering

E. Riwayat hipertensi


31.

Temuan slit lamp yang paling khas untuk keratitis jamur adalah:

A. Sekret purulen kental

B. Lesi dendritik epitel

C. Infiltrat abu-putih dengan tepi feathery

D. Ulkus dangkal berbatas tegas

E. Edema kelopak mata berat


32.

Tindakan yang tidak boleh dilakukan pada kecurigaan keratitis jamur di FKTP adalah:

A. Menilai tajam penglihatan

B. Menghentikan obat tetes sebelumnya

C. Memberikan kortikosteroid topikal

D. Memberikan analgesia

E. Merencanakan rujukan


33.

Kapan pasien dengan kecurigaan keratitis jamur harus dirujuk segera?

A. Bila mata tidak merah

B. Bila nyeri ringan

C. Bila terdapat ulkus sentral atau hipopion

D. Bila visus masih baik

E. Bila keluhan baru 1 hari