Soal-soal Kelopak Mata

Soal-soal Kelopak Mata

1.

Seorang laki-laki 72 tahun datang dengan keluhan mata kanan berair, merah, dan terasa mengganjal sejak 3 bulan. Pemeriksaan: kelopak bawah tampak berputar ke arah dalam, bulu mata menyentuh kornea, terdapat abrasi epitel kornea pada slit lamp. Snap-back test menunjukkan kelopak kembali lambat. Apa diagnosis yang paling tepat?

A. Trikiasis

B. Entropion involusional

C. Distichiasis

D. Entropion cicatricial

E. Ektropion involusional


2.

Seorang perempuan 65 tahun datang dengan keluhan mata kiri sering terasa panas dan berair. Pemeriksaan: kelopak bawah berputar ke arah dalam, tanpa tanda jaringan parut konjungtiva. Snap-back test positif, distraction test menunjukkan laxitas > 7 mm. Apa patofisiologi utama kondisi ini?

A. Kelemahan fascia capsulopalpebralis dan laxitas tendon kanthal

B. Spasme m. orbicularis akibat iritasi kornea

C. Penarikan konjungtiva ke dalam akibat jaringan parut

D. Massa kelopak yang menekan margin palpebra

E. Kelainan anatomi tarsus sejak lahir


3.

Seorang laki-laki 55 tahun mengalami trauma kimia pada mata kanan 1 tahun lalu. Saat ini kelopak bawah mata kanan tampak berputar ke dalam, konjungtiva mengalami fibrosis. Apa diagnosis yang paling mungkin?

A. Entropion involusional

B. Entropion spastik

C. Entropion cicatricial

D. Distichiasis

E. Trikiasis


4.

Pasien entropion involusional datang untuk operasi karena keluhan tidak membaik dengan terapi konservatif. Dokter merencanakan tindakan lateral tarsal strip dan retractor plication. Apa tujuan utama prosedur ini?

A. Mengurangi spasme m. orbicularis

B. Mengencangkan horizontal kelopak bawah dan mengembalikan posisi retraktor

C. Mengangkat bulu mata yang tumbuh ke arah kornea

D. Mengganti konjungtiva yang mengalami jaringan parut

E. Mengurangi produksi air mata


5.

Seorang perempuan 40 tahun dengan entropion spastik sementara mendapat injeksi botulinum toksin A pada kelopak bawah. Mekanisme kerja obat ini adalah…

A. Menghambat reseptor histamin H1 pada otot orbicularis

B. Menghambat pelepasan asetilkolin di sinaps neuromuskular

C. Menghambat pembentukan kolagen pada konjungtiva

D. Menghambat aktivitas fibroblas pada kelopak

E. Menghambat kanal kalsium di otot orbicularis


6.

Seorang perempuan 45 tahun datang dengan keluhan mata kanan sering terasa mengganjal, nyeri, dan berair sejak 2 bulan terakhir. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan beberapa bulu mata di kelopak bawah kanan tumbuh mengarah ke kornea, posisi kelopak normal, dan tampak staining fluorescein positif di epitel kornea. Diagnosis yang paling tepat adalah:

A. Entropion

B. Distikiasis

C. Trikiasis

D. Epiblefaron

E. Blefaritis anterior


7.

Seorang pria 60 tahun dengan riwayat trakoma kronik mengalami iritasi dan nyeri pada mata kiri. Ditemukan banyak bulu mata mengarah ke bola mata dan menyebabkan abrasi kornea. Apa mekanisme utama yang mendasari kelainan ini?

A. Penurunan tonus otot orbicularis oculi

B. Perubahan orientasi folikel akibat fibrosis tarsus

C. Disfungsi kelenjar Meibom

D. Proliferasi epitel bulu mata

E. Lipatan kulit pretarsal yang berlebihan


8.

Anak laki-laki 8 tahun dibawa ibunya karena matanya sering berair dan merah. Pemeriksaan menunjukkan lipatan kulit pretarsal yang mendorong bulu mata ke arah kornea. Posisi folikel normal. Diagnosis banding yang paling sesuai adalah:

A. Trikiasis

B. Distikiasis

C. Entropion

D. Epiblefaron

E. Blefaritis posterior


9.

Seorang pasien trikiasis multipel direncanakan menjalani tindakan krioterapi. Mekanisme kerja tindakan ini adalah:

A. Mengangkat seluruh segmen kelopak yang berisi folikel

B. Menggunakan laser untuk memotong folikel bulu mata

C. Menghancurkan folikel dengan suhu sangat rendah

D. Mencabut bulu mata menggunakan pinset khusus

E. Menjahit ulang tepi kelopak untuk memutar arah folikel


10.

Seorang wanita 50 tahun dengan riwayat herpes zoster oftalmikus 6 bulan lalu datang dengan keluhan mata kanan perih, berair, dan silau. Ditemukan beberapa silia mengarah ke kornea dan jaringan parut pada kelopak. Terapi definitif yang tepat adalah:

A. Epilasi manual

B. Antibiotik tetes

C. Elektrolisis folikel

D. Salep lubrikan

E. Kompres hangat


11.

Seorang pria 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan mata kanan terasa kering, merah, dan perih sejak 1 minggu. Pasien juga mengalami kelemahan otot wajah sisi kanan sejak 10 hari lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan penutupan kelopak mata kanan tidak sempurna saat diminta menutup mata, uji fluorescein menunjukkan pewarnaan pada kornea bagian inferior. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Keratitis neurotropik

B. Lagoftalmus akibat paralisis fasialis

C. Proptosis akibat penyakit Graves

D. Entropion

E. Ulkus kornea bakterial


12.

Seorang wanita 38 tahun pasca blefaroplasti 2 minggu lalu mengeluh mata terasa kering saat malam hari dan sulit menutup mata sepenuhnya saat tidur. Tidak ditemukan proptosis. Apa tatalaksana awal yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut?

A. Tarsorafi lateral segera

B. Pemberian air mata buatan siang dan salep pelumas malam hari

C. Pemberian antibiotik sistemik profilaksis

D. Implan emas pada kelopak atas

E. Eksisi jaringan parut kelopak


13.

Seorang pria 60 tahun dengan riwayat tumor kelenjar parotis kanan yang telah dioperasi, mengeluh mata kanan sering merah dan berair. Pemeriksaan menunjukkan lagoftalmus dan keratitis eksposur. Apa komplikasi paling serius yang dapat terjadi jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik?

A. Ablasio retina

B. Perforasi kornea

C. Peningkatan tekanan intraokular

D. Katarak matur

E. Endoftalmitis sekunder glaukoma


14.

Seorang wanita 45 tahun datang dengan keluhan muncul bercak kekuningan di kelopak mata atas dan bawah sejak 6 bulan lalu. Lesi tidak nyeri, tidak gatal, dan ukurannya perlahan bertambah. Riwayat dislipidemia positif. Pemeriksaan: plak datar berwarna kuning, lunak, multipel di kedua kelopak. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Xantelasma palpebrarum

B. Syringoma

C. Molluscum contagiosum

D. Milia

E. Karsinoma sel basal


15.

Seorang pria 50 tahun datang dengan keluhan bercak kekuningan di kelopak mata atas bilateral sejak 1 tahun. Pasien ingin menghilangkan lesi karena mengganggu penampilan. Riwayat hiperkolesterolemia. Pemeriksaan lain normal. Tindakan yang paling tepat adalah:

A. Pemberian antibiotik topikal

B. Eksisi bedah atau laser CO₂

C. Kompres hangat dan massage

D. Pemberian steroid topikal

E. Krim pemutih topikal


16.

Seorang pria 28 tahun datang ke IGD setelah terkena pecahan kaca. Pemeriksaan menunjukkan luka robek pada kelopak mata atas kanan, melewati margin kelopak, dan terlihat perdarahan. Tajam penglihatan baik, tidak ada tanda cedera bola mata. Tindakan paling tepat di fasilitas primer adalah:

A. Membersihkan luka, menutup dengan perban tekan, dan merujuk ke dokter mata

B. Menjahit luka dengan jahitan sederhana di layanan primer

C. Memberikan antibiotik oral dan observasi

D. Memberikan salep antibiotik dan membiarkan luka terbuka

E. Segera melakukan tarsorafi


17.

Seorang anak 7 tahun terjatuh dan mengenai sudut medial mata kiri. Tampak laserasi pada kanthus medialis dengan robekan yang curiga mengenai duktus lakrimal. Tindakan yang paling tepat adalah:

A. Menjahit luka segera di primer dengan jahitan sederhana

B. Membersihkan luka, proteksi mata, dan rujuk segera ke dokter mata

C. Memberikan antibiotik topikal saja

D. Melakukan debridement luas di primer

E. Menutup luka tanpa evaluasi sistem lakrimal


18.

Seorang pria 35 tahun mengalami luka robek kelopak mata bawah akibat kecelakaan kerja. Tidak mengenai margin kelopak, kedalaman luka sampai jaringan subkutan, tidak ada tanda cedera intraokular. Penatalaksanaan yang tepat di layanan primer adalah:

A. Membersihkan luka, menjahit lapis demi lapis, dan memberikan antibiotik topikal

B. Merujuk ke dokter mata tanpa penanganan awal

C. Menutup luka dengan perban tekan dan observasi

D. Memberikan hanya antibiotik oral

E. Melakukan eksisi jaringan sekitar luka sebelum jahitan


19.

MRD1 normal pada mata sehat adalah:

A. 1–2 mm

B. 2–3 mm

C. 3–4 mm

D. 4–5 mm

E. 5–6 mm


20.

Fungsi levator dinilai baik bila:

A. ≥4 mm

B. ≥8 mm

C. ≥10 mm

D. ≥12 mm

E. ≥15 mm


21.

Pseudoptosis dapat dibedakan dari ptosis sejati dengan:

A. Pemeriksaan pupil

B. Pemeriksaan fungsi levator

C. Pemeriksaan visus

D. Pemeriksaan funduskopi

E. Pemeriksaan lapang pandang


22.

Apraclonidine efektif digunakan pada:

A. Ptosis aponeurotik

B. Ptosis miogenik

C. Ptosis neurogenik (Horner syndrome)

D. Ptosis mekanik

E. Ptosis traumatik


23.

Salah satu komplikasi pascaoperasi ptosis adalah:

A. Katarak

B. Ablasio retina

C. Lagophthalmos

D. Glaukoma

E. Neuritis optik


24.

Epikantus adalah:

A. Lipatan kulit horizontal di kelopak bawah

B. Lipatan kulit vertikal di canthus medialis

C. Lipatan kulit di sudut lateral mata

D. Lipatan kulit pada alis mata

E. Lipatan kulit akibat pterigium


25.

Pseudostrabismus pada epikantus disebabkan oleh:

A. Kelainan otot ekstraokular

B. Gangguan refraksi

C. Lipatan kulit yang menutupi sklera medial

D. Kerusakan saraf okulomotor

E. Katarak kongenital


26.

Jenis epikantus yang berasal dari kelopak bawah ke medial disebut:

A. Epikantus tarsalis

B. Epikantus inversus

C. Epikantus palpebralis

D. Epikantus superciliaris

E. Epikantus lateralis


27.

Indikasi operasi epikantus antara lain:

A. Semua bayi dengan epikantus fisiologis

B. Semua orang Asia Timur

C. Gangguan estetika signifikan pada anak >6 tahun

D. Semua pasien dengan pseudostrabismus

E. Semua kasus sindrom Down


28.

Teknik operasi yang umum digunakan untuk epikantus adalah:

A. Blepharoplasti lateral

B. Y-V advancement flap atau Z-plasty

C. Trabekulektomi

D. Keratoplasti

E. Tarsorafi lateral


29.

Seorang wanita 30 tahun datang dengan benjolan tidak nyeri di kelopak atas mata kanan sejak 3 minggu yang lalu. Tidak ada kemerahan atau nyeri tekan. Lesi berbatas tegas dan tidak fluktuatif. Penatalaksanaan awal yang paling tepat adalah:

A. Insisi dan kuretase segera

B. Injeksi steroid intralesi

C. Antibiotik oral

D. Kompres hangat dan pijat kelopak

E. Biopsi eksisional


30.

Seorang pria 40 tahun datang dengan chalazion rekuren di tempat yang sama. Telah dilakukan terapi konservatif dan dua kali kuretase. Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah:

A. Memberikan kortikosteroid topikal

B. Lanjutkan kompres hangat

C. Observasi

D. Biopsi lesi

E. Ulangi insisi dan kuretase


31.

Perbedaan utama antara chalazion dan hordeolum adalah:

A. Chalazion bersifat akut dan nyeri

B. Chalazion berasal dari kelenjar Zeis

C. Chalazion melibatkan infeksi aktif

D. Chalazion tidak nyeri dan bersifat kronik

E. Chalazion disertai epifora dan fotofobia


32.

Komplikasi yang dapat terjadi pada chalazion yang tidak ditangani dengan baik adalah, kecuali:

A. Astigmatisme tekan

B. Infeksi sekunder

C. Karsinoma sel basal

D. Rekurensi

E. Pembentukan jaringan parut


33.

Tindakan yang tidak dianjurkan dalam penatalaksanaan chalazion adalah:

A. Pemberian kompres hangat

B. Injeksi triamcinolone acetonide

C. Insisi transkonjunktival

D. Pencet dan keluarkan isi sendiri

E. Observasi pada kasus ringan


34.

Seorang wanita 40 tahun datang dengan keluhan mata terasa gatal, panas, dan mengganjal di pagi hari. Pemeriksaan tampak kerak di pangkal bulu mata dan hiperemia kelopak. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Hordeolum

B. Kalazion

C. Blefaritis

D. Uveitis anterior

E. Konjungtivitis bakterial

35.

Blefaritis posterior paling sering disebabkan oleh:

A. Infeksi virus herpes

B. Disfungsi kelenjar Meibom (MGD)

C. Infestasi Demodex folliculorum

D. Blefarospasme kronik

E. Kekurangan vitamin A

36.

Manakah terapi awal yang tepat untuk blefaritis anterior ringan?

A. Steroid sistemik

B. Oklusi punctum

C. Kebersihan kelopak + kompres hangat

D. Antibiotik oral

E. Salep antivirus

37.

Pada pasien dengan blefaritis kronik disertai gejala rosasea, terapi sistemik yang tepat adalah:

A. Asetazolamid

B. Antihistamin oral

C. Doksisiklin oral

D. Kloramfenikol topikal

E. Fluorometolon tetes mata

38.

Komplikasi jangka panjang blefaritis yang dapat mengganggu tajam penglihatan adalah:

A. Katarak

B. Ulkus kornea perifer

C. Glaukoma sudut tertutup

D. Strabismus

E. Degenerasi makula

39.

Seorang wanita usia 25 tahun datang dengan keluhan bengkak, nyeri, dan kemerahan pada kelopak mata atas kanan sejak 2 hari. Pemeriksaan menunjukkan pembengkakan dengan eritema lokal dan nyeri tekan pada tepi palpebra. Lesi tampak seperti benjolan kecil di tepi kelopak. Diagnosis paling mungkin adalah:

A. Kalazion

B. Blefaritis

C. Hordeolum eksterna

D. Hordeolum interna

E. Dakriosistitis

40.

Seorang pria usia 40 tahun mengeluh benjolan nyeri di kelopak mata bawah kiri sejak 3 hari. Pemeriksaan menunjukkan lesi dalam kelopak mata dengan tanda radang dan eversi menunjukkan abses kecil. Kelenjar yang paling mungkin terlibat adalah:

A. Kelenjar Moll

B. Kelenjar Zeis

C. Kelenjar Meibom

D. Kelenjar Krause

E. Kelenjar Wolfring

41.

Terapi awal yang direkomendasikan untuk hordeolum tanpa abses adalah:

A. Antibiotik sistemik dan steroid

B. Insisi dan drainase

C. Kompres dingin dan antihistamin

D. Kompres hangat dan salep antibiotik topikal

E. Eksisi lengkap lesi

42.

Komplikasi paling sering dari hordeolum yang tidak ditangani adalah:

A. Glaukoma

B. Kalazion

C. Blefaroptosis

D. Ablasio retina

E. Ulkus kornea

43.

Pasien dengan riwayat hordeolum rekuren perlu dilakukan evaluasi terhadap:

A. Anemia defisiensi besi

B. Diabetes mellitus

C. Hipertensi

D. Hipotiroidisme

E. Glaukoma

44.

Seorang wanita 30 tahun datang dengan benjolan tidak nyeri di kelopak atas mata kanan sejak 3 minggu yang lalu. Tidak ada kemerahan atau nyeri tekan. Lesi berbatas tegas dan tidak fluktuatif. Penatalaksanaan awal yang paling tepat adalah:

A. Insisi dan kuretase segera

B. Injeksi steroid intralesi

C. Antibiotik oral

D. Kompres hangat dan pijat kelopak

E. Biopsi eksisional

45.

Seorang pria 40 tahun datang dengan chalazion rekuren di tempat yang sama. Telah dilakukan terapi konservatif dan dua kali kuretase. Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah:

A. Memberikan kortikosteroid topikal

B. Lanjutkan kompres hangat

C. Observasi

D. Biopsi lesi

E. Ulangi insisi dan kuretase

46.

Perbedaan utama antara chalazion dan hordeolum adalah:

A. Chalazion bersifat akut dan nyeri

B. Chalazion berasal dari kelenjar Zeis

C. Chalazion melibatkan infeksi aktif

D. Chalazion tidak nyeri dan bersifat kronik

E. Chalazion disertai epifora dan fotofobia

47.

Komplikasi yang dapat terjadi pada chalazion yang tidak ditangani dengan baik adalah, kecuali:

A. Astigmatisme tekan

B. Infeksi sekunder

C. Karsinoma sel basal

D. Rekurensi

E. Pembentukan jaringan parut

48.

Tindakan yang tidak dianjurkan dalam penatalaksanaan chalazion adalah:

A. Pemberian kompres hangat

B. Injeksi triamcinolone acetonide

C. Insisi transkonjunktival

D. Pencet dan keluarkan isi sendiri

E. Observasi pada kasus ringan

49.

Seorang pria 25 tahun datang dengan luka terbuka pada kelopak mata setelah kecelakaan sepeda motor. Laserasi melibatkan margin palpebra dan pungtum lakrimal. Tindakan awal yang paling tepat adalah:

A. Debridemen tanpa penjahitan

B. Pemberian salep antibiotik topikal

C. Penutupan luka secara langsung tanpa memperhatikan anatomi

D. Evaluasi saluran lakrimal dan perbaikan oleh dokter spesialis mata

E. CT-scan kepala dan observasi

50.

Pasien dengan laserasi kelopak mata marginal yang tidak ditangani dengan rekonstruksi yang tepat kemungkinan besar akan mengalami:

A. Diplopia

B. Blefaritis kronis

C. Entropion

D. Epifora

E. Pseudoptosis

51.

Komplikasi paling sering terjadi jika laserasi mengenai kanalikuli lakrimal dan tidak diperbaiki adalah:

A. Glaukoma

B. Infeksi sistemik

C. Katarak

D. Epifora kronik

E. Ulkus kornea

52.

Pada laserasi kelopak mata yang mengenai margin, jahitan harus dilakukan dengan teknik khusus agar:

A. Lebih cepat sembuh

B. Tidak menimbulkan ptosis

C. Menjamin kosmetik optimal

D. Menjaga kontinuitas garis abu-abu (grey line)

E. Mencegah blefarospasme

53.

Pemeriksaan penunjang yang paling relevan untuk menilai keterlibatan tulang orbita pada laserasi kelopak berat adalah:

A. Funduskopi

B. Slit lamp

C. CT-scan orbita

D. MRI kepala

E. Foto polos orbita