Soal-soal Bilik Mata Depan (BMD)

Soal-soal Bilik Mata Depan (BMD)

1.

Seorang pria 20 tahun datang dengan keluhan mata kanan kabur dan nyeri setelah terkena bola saat bermain futsal. Pada pemeriksaan ditemukan darah di bilik mata depan, TIO meningkat, dan pupil sedikit melebar. Diagnosis yang paling mungkin adalah:

A. Glaukoma sekunder

B. Iridodialisis

C. Hifema traumatik

D. Perdarahan subkonjungtiva

E. Uveitis hemoragik


2.

Pasien dengan hifema sebaiknya tidur dengan kepala lebih tinggi 30–45°. Tujuan posisi ini adalah:

A. Mengurangi edema kornea

B. Menghindari glaukoma sudut tertutup

C. Mempercepat proses inflamasi

D. Memfasilitasi sedimentasi darah dan mencegah rebleed

E. Memperbaiki refleks pupil


3.

Seorang pasien dengan hifema didapati tekanan intraokular >50 mmHg selama lebih dari 5 hari. Komplikasi utama yang paling dikhawatirkan adalah:

A. Staining kornea

B. Katarak traumatik

C. Abrasi kornea

D. Perdarahan subretina

E. Retinoschisis


4.

Pemeriksaan terbaik untuk mendeteksi angle recession pada pasien hifema pascatrauma adalah:

A. Slit lamp

B. Tonometri

C. Gonioskopi

D. OCT segmen anterior

E. USG-B


5.

Obat berikut yang harus dihindari pada pasien hifema karena dapat meningkatkan risiko perdarahan ulang adalah:

A. Atropin tetes mata

B. Timolol tetes mata

C. Prednisolon tetes mata

D. Asetazolamid

E. Ibuprofen


6.

Seorang pria 30 tahun datang dengan keluhan mata merah, nyeri, dan pandangan kabur sejak 2 hari. Pemeriksaan menunjukkan terdapat lapisan putih kekuningan di bilik anterior, injeksi siliaris, dan kornea jernih. Tidak ditemukan ulkus atau infiltrat kornea. Apa kemungkinan diagnosis tersering?

A. Hipema

B. Hipopion akibat endoftalmitis

C. Hipopion steril akibat uveitis HLA-B27

D. Reaksi lisis lensa

E. Pseudohipopion akibat leukemia


7.

Seorang pasien mengalami penurunan visus tajam, nyeri hebat, dan mata merah 1 hari setelah operasi katarak. Ditemukan hipopion, TIO menurun, dan media vitreus keruh. Apa tindakan yang paling tepat?

A. Berikan steroid sistemik dosis tinggi

B. Observasi dan ulang visus 2 hari

C. Injeksi intravitreal antibiotik

D. Parasintesis bilik anterior tanpa terapi

E. Terapi sikloplegik saja


8.

Pasien dengan uveitis HLA-B27 datang dengan nyeri dan penurunan visus disertai hipopion. Sudah diberi steroid topikal maksimal tetapi tidak membaik. Apa terapi tambahan yang paling tepat?

A. Injeksi intravitreal antibiotik

B. Prednison oral 1 mg/kgBB

C. Parasintesis untuk mengeluarkan hipopion

D. Atropin 1% topikal

E. Vitrektomi primer


9.

Pemeriksaan slit lamp menunjukkan hipopion dengan kornea buram dan terdapat infiltrat pada epitel kornea. Apa etiologi paling mungkin?

A. Uveitis HLA-B27

B. Pseudohipopion karena leukemia

C. Endoftalmitis pasca operasi

D. Keratitis bakterial berat

E. Reaksi fibrin pasca operasi


10.

Pasien dengan hipopion masif dan TIO tinggi tidak membaik setelah antibiotik topikal. Apa peran parasintesis pada kasus ini?

A. Terapi definitif untuk semua hipopion

B. Meningkatkan produksi humor akuos

C. Mengurangi beban inflamasi dan ambil sampel mikrobiologi

D. Menurunkan tekanan darah intraokular sistemik

E. Hanya untuk kondisi autoimun