
TIO dengan Palpasi [4A]
Definisi
Tekanan intraokular (TIO) adalah tekanan dalam bola mata akibat keseimbangan produksi dan aliran keluar humor aqueous. Nilai normal: 10–21 mmHg. Palpasi dilakukan dengan jari melalui kelopak mata untuk memperkirakan kekerasan bola mata secara subjektif, terutama bila tonometer tidak tersedia.¹
Tujuan
Mengestimasi nilai TIO secara kasar.
Mendeteksi peningkatan atau penurunan TIO yang signifikan.
Membandingkan konsistensi bola mata kanan dan kiri.
Menentukan perlunya pemeriksaan kuantitatif dengan tonometer.²
Cara Pemeriksaan
Pasien diminta menutup mata dengan rileks.
Pemeriksa meletakkan ujung telunjuk kanan dan kiri pada kelopak atas secara bergantian.
Tekan bola mata dengan lembut menggunakan satu jari, sementara jari lain merasakan resistensinya.
Bandingkan resistensi bola mata kanan dan kiri.³
Interpretasi Skala Palpasi (N-2 sampai N+3)
| Kategori | Deskripsi saat palpasi | Perkiraan TIO (mmHg) | Contoh Klinis |
|---|---|---|---|
| N-2 | Sangat lunak, hampir kolaps | <5 | Trauma perforasi, kebocoran aqueous, ruptur bola mata |
| N-1 | Lebih lunak dari normal | 6–9 | Hipotonus okuli (uveitis berat, ablasi koroid, pasca operasi filtrasi berlebihan) |
| N (Normal) | Kenyal, elastis normal | 10–21 | Normal |
| N+1 | Lebih keras dari normal, masih agak elastis | 22–30 | Glaukoma kronis, hipertensi okuli, steroid responder |
| N+2 | Keras, sulit ditekan | 31–40 | Glaukoma akut awal, trauma tumpul dengan hifema |
| N+3 | Sangat keras, seperti batu | >40 | Glaukoma sudut tertutup akut berat, hemoragi intraokular masif |
Korelasi Klinis
N-1 / N-2 → hipotonus, risiko kerusakan struktur intraokular (ablasi koroid, kebocoran).
N+1 → hipertoni ringan–sedang, perlu evaluasi glaukoma.
N+2 / N+3 → hipertoni berat, darurat oftalmologis, risiko kerusakan saraf optik permanen.⁴