TIO dengan Indentasi Tonometer (Schiötz)[4A]

TIO dengan Indentasi Tonometer (Schiötz)[4A]

Definisi

Tonometer Schiötz adalah alat pengukur tekanan intraokular berdasarkan prinsip indentasi. Ujung plunger menekan kornea, dan kedalaman indentasi akan menunjukkan besarnya TIO. Metode ini bersifat kuantitatif, lebih akurat dibanding palpasi, meskipun kurang presisi dibandingkan aplanasi Goldmann (standar emas).¹

https://bmabazar.com/
https://bmabazar.com/

Tujuan

1.

Mengukur TIO secara kuantitatif (dalam mmHg).

2.

Menilai adanya hipertoni (glaukoma) atau hipotonus bola mata.

3.

Sebagai alternatif pemeriksaan bila aplanasi Goldmann tidak tersedia.²

Alat dan Bahan

Tonometer Schiötz dengan plunger (5,5 g standar, dapat ditambah beban 7,5 g, 10 g, 15 g).

Anestesi topikal (tetes proparakain atau tetrakain).

Larutan desinfektan untuk membersihkan footplate.

Tabel konversi hasil skala ke mmHg.³

https://bmabazar.com/
https://bmabazar.com/

Cara Pemeriksaan

4.

Persiapan Pasien

Pasien berbaring terlentang.

Teteskan anestesi topikal ke mata yang akan diperiksa.

5.

Posisi Alat

Tonometer dipegang tegak lurus terhadap permukaan kornea.

Footplate diletakkan perlahan di atas pusat kornea .

6.

Pengukuran

Plunger akan menekan kornea sesuai berat yang dipasang.

Jarum penunjuk bergerak pada skala.

Catat angka skala yang terbaca.

7.

Konversi

Angka skala dikonversi ke mmHg menggunakan tabel konversi Schiötz.

Bila TIO tinggi, gunakan beban tambahan (10 mg) agar hasil lebih akurat.⁴

Interpretasi Hasil

Normal: 10–21 mmHg.

Hipotonus (<6 mmHg): curiga adanya kebocoran aqueous, ablasio koroid, trauma perforasi.

Hipertoni (>22 mmHg): curiga glaukoma atau penyebab sekunder peningkatan TIO.

>30 mmHg: glaukoma lanjut atau glaukoma sudut tertutup akut (gawat darurat).

Kelebihan dan Keterbatasan

Kelebihan

Sederhana, murah, mudah digunakan.

Dapat dilakukan di tempat dengan keterbatasan alat.

Keterbatasan

Kurang akurat dibandingkan aplanasi Goldmann.

Hasil dipengaruhi oleh kekakuan kornea/sklera (misalnya pasca bedah refraktif, astigmat tinggi, edema kornea).

Membutuhkan pasien dalam posisi terlentang.⁵

Korelasi Klinis

Tonometer Schiötz masih digunakan di banyak klinik dasar dan rumah sakit pendidikan karena praktis dan murah.

Walaupun tidak seakurat aplanasi, alat ini berguna untuk skrining glaukoma atau evaluasi TIO dalam kondisi keterbatasan sumber daya.

Untuk diagnosis glaukoma yang definitif, hasil harus dikonfirmasi dengan metode aplanasi Goldmann.⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini