
Tes Penglihatan Warna (Ishihara 38 Plates)
Definisi
Buku Ishihara 38 plates adalah edisi lengkap tes penglihatan warna yang menggunakan pseudoisochromatic plates. Tes ini merupakan standar emas untuk skrining buta warna kongenital merah–hijau (protan dan deutan). Versi 38 plates lebih detail dibanding edisi 12 plates karena mencakup plate diagnostik untuk menentukan jenis dan derajat defisiensi.¹
Tujuan
Mendeteksi defisiensi penglihatan warna kongenital merah–hijau.
Menentukan jenis defisiensi (protan vs deutan).
Menentukan derajat defisiensi (protanopia/protanomali; deuteranopia/deuteranomali).
Menjadi tes standar dalam seleksi kesehatan kerja/pendidikan yang membutuhkan penglihatan warna normal.²
Alat dan Bahan
Buku Ishihara 38 plates (edisi standar).
Pencahayaan daylight standar (lampu putih netral).
Stopwatch (maksimal 3 detik per plate).³
Cara Pemeriksaan
Pasien duduk pada jarak 75 cm dari buku.
Buku tegak lurus dengan garis pandang.
Pemeriksaan dapat dilakukan monokular atau binokular.
Tunjukkan plate satu per satu, beri waktu ≤3 detik untuk menjawab.
Catat semua jawaban (benar, salah, atau tidak terlihat).⁴
Jenis Plate dalam Ishihara 38 Plates
Demonstration plate (plate 1)
Angka jelas terlihat oleh semua orang (screening awal, mengecek kooperasi pasien).
Transformation plates
Angka berbeda dilihat oleh individu normal vs penderita buta warna.
Vanishing plates
Angka hanya terlihat oleh individu dengan penglihatan warna normal (buta warna tidak dapat melihatnya).
Hidden plates
Angka hanya terlihat oleh penderita buta warna (orang normal tidak melihatnya).
Diagnostic plates
Membantu membedakan protan (defisiensi merah) vs deutan (defisiensi hijau).
Juga menilai derajat defisiensi (anopia vs anomali).⁵
Interpretasi Hasil
Normal → ≥34 jawaban benar dari 38 plates.
Defisiensi penglihatan warna → ≤33 jawaban benar.
Jenis defisiensi:
Protanopia/Protanomali → kesulitan melihat angka merah (angka tertentu terlihat berbeda/lenyap).
Deuteranopia/Deuteranomali → kesulitan mengenali angka hijau.
Derajat defisiensi:
Anopia (total) → angka hilang total pada plate diagnostik.
Anomali (parsial) → angka terlihat samar atau salah terbaca.
Perbandingan Ishihara 12 vs 38 Plates
| Aspek | Ishihara 12 Plates | Ishihara 38 Plates |
|---|---|---|
| Tujuan | Skrining cepat buta warna merah–hijau | Skrining + diagnosis jenis & derajat buta warna |
| Waktu pemeriksaan | ±2 menit | ±5–10 menit |
| Jumlah plate | 12 | 38 |
| Sensitivitas | Tinggi (screening) | Sangat tinggi (screening + diagnosis) |
| Output | Normal vs abnormal | Normal vs abnormal + jenis (protan/deutan) + derajat (anopia/anomali) |
Korelasi Klinis
12 plates → cukup untuk skrining cepat (misalnya seleksi kerja).
38 plates → digunakan untuk pemeriksaan detail, penelitian, dan diagnosis definitif jenis/derajat buta warna.
Tes ini tidak menilai buta warna biru-kuning (tritan) → untuk itu dibutuhkan tes lain (misalnya Farnsworth-Munsell 100 Hue test atau anomaloscope).⁶