Tes Penglihatan Warna (Ishihara 12 Plate)

Tes Penglihatan Warna (Ishihara 12 Plate)

Definisi

Tes Ishihara adalah metode screening buta warna yang menggunakan pseudoisochromatic plates berisi titik-titik warna dengan intensitas dan kontras berbeda. Pola angka atau jalur tersembunyi hanya dapat dikenali dengan persepsi warna normal. Versi 12 plate adalah edisi singkat untuk pemeriksaan cepat defisiensi penglihatan warna, terutama defisiensi merah–hijau (protan dan deutan).¹

Tujuan

1.

Menilai fungsi penglihatan warna pada pasien.

2.

Mendeteksi buta warna kongenital (X-linked, biasanya merah–hijau).

3.

Menyaring pasien untuk keperluan medis, pendidikan, atau pekerjaan yang memerlukan penglihatan warna normal (pilot, TNI, polisi, kelautan, kedokteran, farmasi).²

Alat dan Bahan

Buku Ishihara 12 plate (edisi standar).

Pencahayaan standar daylight (lampu putih netral, bukan lampu kekuningan).

Stopwatch (untuk memastikan waktu respon ≤3 detik/plate).³

Cara Pemeriksaan

4.

Pasien duduk nyaman dengan jarak 75 cm dari buku Ishihara.

5.

Buku diletakkan tegak lurus pada sudut pandang 90°.

6.

Pasien menutup satu mata (dapat dilakukan monokular atau binokular).

7.

Tunjukkan tiap plate selama ≤3 detik.

8.

Pasien diminta menyebutkan angka atau jalur yang terlihat.

9.

Catat jawaban → benar atau salah.⁴

Jenis Plate dalam Buku Ishihara 12 Plate

10.

Demonstration plate (plate 1): angka jelas terlihat oleh semua orang (screening awal).

11.

Transformation plates: angka berbeda terlihat oleh mata normal dan buta warna.

12.

Vanishing plates: angka hanya terlihat oleh orang dengan penglihatan warna normal.

13.

Hidden plates: angka hanya terlihat oleh penderita buta warna.

14.

Diagnostic plates: membedakan jenis defisiensi (protan vs deutan).

Interpretasi Hasil

Normal: ≥10 jawaban benar dari 12 plate.

Defisiensi penglihatan warna: ≤9 jawaban benar → kemungkinan buta warna merah–hijau.

Jenis defisiensi dapat diperkirakan dari pola salah pada plate tertentu:

Protanopia/Protanomali → sulit mengenali angka merah.

Deuteranopia/Deuteranomali → sulit mengenali angka hijau.

Tes Ishihara tidak mendeteksi buta warna biru-kuning (tritan).⁵

Korelasi Klinis

Screening cepat → edisi 12 plate lebih ringkas daripada versi lengkap (38 plate).

Cocok untuk pemeriksaan massal (sekolah, seleksi kerja, tes kesehatan).

Bila hasil meragukan → dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih detail (Farnsworth-Munsell 100 Hue Test, anomaloscope).

Penting untuk edukasi pasien, terutama bila penglihatan warna mempengaruhi pilihan karier.⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini