
Penilaian Penglihatan pada Bayi, Anak, dan Dewasa
Definisi
Penilaian penglihatan (visual assessment) adalah serangkaian pemeriksaan untuk menilai fungsi visual sesuai usia. Metode pemeriksaan disesuaikan dengan tahap perkembangan pasien: bayi (non-verbal), anak (partisipasi terbatas), dan dewasa (kooperatif penuh).¹
Tujuan
Menilai fungsi penglihatan sesuai usia perkembangan.
Deteksi dini ambliopia, kelainan refraksi, dan gangguan penglihatan lain.
Menentukan intervensi dini pada bayi dan anak.
Menjadi dasar koreksi refraksi dan tatalaksana gangguan visus pada dewasa.²
Alat dan Bahan
Bayi: benda berwarna cerah, mainan, lampu kecil.
Anak: kartu bergambar (Lea symbols, tumbling E chart), optotype sesuai usia.
Dewasa: Snellen chart (huruf/angka), kartu Jaeger untuk near vision, Amsler grid.³
Tahapan Penilaian
1. Bayi (<1 tahun)
Pemeriksaan refleks cahaya (light reflex): sorot cahaya → bayi normal akan menoleh/mengikuti cahaya.
Fix and follow: benda atau lampu digerakkan → bayi normal mengikuti dengan bola mata.
Preferential looking test (Teller acuity cards, Cardiff cards): bayi cenderung melihat pola bergaris dibanding area polos.
Okulasi refleks merah (red reflex): dengan oftalmoskop → menilai media jernih, mendeteksi katarak kongenital atau retinoblastoma.
Interpretasi:
Tidak ada respon cahaya/fixasi → curiga kebutaan kongenital, kelainan retina, atau neuropati optik.⁴
2. Anak (1–6 tahun)
Kartu gambar (Lea symbols, Allen picture cards): digunakan bila anak belum mengenal huruf.
E chart (tumbling E): anak menunjukkan arah kaki huruf E.
Snellen chart (huruf/angka): mulai digunakan bila anak sudah mengenal alfabet.
Uji visus binokular sederhana: cover test, Hirschberg test → mendeteksi strabismus.
Pemeriksaan stereopsis: Titmus fly test atau Lang stereotest → mendeteksi ambliopia dini.
Interpretasi:
Visus normal anak usia 5–6 tahun umumnya sudah mendekati dewasa (20/20 atau 6/6).
Deviasi visus signifikan → curiga ambliopia, kelainan refraksi, atau kelainan organik.⁵
3. Dewasa (>6 tahun)
Snellen chart (distance visual acuity): standar untuk visus jauh (6 m).
Jaeger card (near vision test): menilai visus dekat, berguna untuk diagnosis presbiopia.
Amsler grid: menilai fungsi makula dan lapang pandang sentral.
Refleks pupil dan lapang pandang (konfrontasi): untuk menilai fungsi saraf optik.
Tes refraksi objektif/subjektif: skiascopy, autorefractor, atau trial lens untuk koreksi kacamata.
Interpretasi:
Visus normal dewasa: 6/6 (20/20).
Penurunan visus → evaluasi refraksi, media okular (katarak), retina (retinopati), saraf optik (glaukoma, neuritis optik).⁶
Korelasi Klinis
Bayi: deteksi dini retinoblastoma, katarak kongenital, kebutaan bawaan.
Anak: diagnosis dini ambliopia dan strabismus, koreksi refraksi awal.
Dewasa: deteksi penyakit mata degeneratif (glaukoma, retinopati diabetik, degenerasi makula) dan kebutuhan koreksi refraksi.
Pemeriksaan visus sesuai usia adalah langkah penting dalam pencegahan kebutaan.
| Kelompok Usia | Metode Pemeriksaan | Alat yang Digunakan | Interpretasi Klinis |
|---|---|---|---|
| Bayi (<1 tahun) | - Refleks cahaya- Fix and follow- Preferential looking (Teller/Cardiff cards)- Refleks merah (red reflex) | Penlight, mainan/objek warna cerah, Teller acuity cards, oftalmoskop | Respon cahaya/fiksasi → normalRed reflex abnormal → curiga katarak kongenital, retinoblastoma |
| Anak (1–6 tahun) | - Kartu gambar (Lea symbols, Allen picture cards)- Tumbling E chart- Snellen chart (bila mengenal alfabet)- Cover test, Hirschberg test- Stereotest (Titmus, Lang) | Kartu bergambar, E chart, Snellen chart, stereotest, penlight | Visus anak usia 5–6 tahun mendekati dewasa (6/6)Gangguan visus → curiga ambliopia, kelainan refraksi, strabismus |
| Dewasa (>6 tahun) | - Snellen chart (visus jauh)- Jaeger card (visus dekat)- Amsler grid (makula, lapang pandang sentral)- Lapang pandang konfrontasi- Refraksi subjektif/objektif | Snellen chart, Jaeger card, Amsler grid, autorefractor/trial lens | Visus normal 6/6Penurunan visus → evaluasi refraksi, media okular (katarak), retina, saraf optik |