
Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) Okular
Definisi
Ultrasonografi (USG) okular adalah pemeriksaan pencitraan non-invasif menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (8–20 MHz) untuk mengevaluasi struktur intraokular dan orbita yang tidak dapat terlihat langsung dengan oftalmoskopi, terutama bila media okular opak (misalnya katarak matur, hemoragi vitreus).¹
Tujuan
Mengevaluasi kondisi retina, vitreus, dan koroid pada mata dengan media opak.
Mendeteksi ablasio retina, hemoragi vitreus, tumor intraokular.
Mengukur panjang aksial bola mata (biometri A-scan) untuk perhitungan lensa intraokular.
Menilai massa intraokular: ukuran, ekogenisitas, lokasi.
Menilai kondisi orbita (trauma, benda asing, tumor).²
Alat dan Bahan
Probe USG okular dengan frekuensi 8–20 MHz.
Gel coupling steril (khusus mata).
USG unit dengan mode A-scan dan B-scan.³
Prinsip Mekanisme
Gelombang ultrasonik dipancarkan oleh probe → menembus bola mata → dipantulkan kembali dari struktur intraokular.
Pantulan ditangkap sebagai sinyal listrik → ditampilkan dalam dua mode:
A-scan (Amplitude scan)
Grafik satu dimensi (spike amplitudo).
Digunakan untuk pengukuran panjang aksial bola mata (biometri).
B-scan (Brightness scan)
Potongan dua dimensi (seperti gambar potongan anatomi).
Digunakan untuk melihat morfologi intraokular dan orbita.⁴
Cara Pemeriksaan
1. A-scan Biometry
Pasien berbaring atau duduk.
Tetes anestesi topikal diberikan.
Probe diletakkan tegak lurus pada kornea dengan kontak minimal.
Grafik spike muncul untuk kornea, lensa, vitreus, dan retina.
Panjang aksial diukur untuk perhitungan daya lensa intraokular (IOL).
2. B-scan (Ocular Echography)
Pasien menutup mata, gel coupling steril dioleskan pada kelopak tertutup.
Probe digerakkan di atas kelopak dalam berbagai posisi (longitudinal, transversal, axial).
Gambar dua dimensi ditampilkan di monitor → menunjukkan vitreus, retina, koroid, saraf optik, dan orbita.⁵
Temuan Klinis pada B-scan
Normal → vitreus anechoic, retina melekat (onplaced).
Vitreus Hemorhage → bayangan ekogenik bergerak di kavitas vitreus.
Ablasio retina → membran hiperekoik tipis melekat pada diskus optikus dan bergelombang ke arah anterior.
Tumor intraokular (melanoma, retinoblastoma) → massa hiperekoik dengan bayangan akustik.
Koroidal detachment → membran cembung ke arah anterior, tidak melekat ke diskus optikus.
Benda asing intraokular → echo sangat kuat dengan bayangan akustik posterior.⁶
Interpretasi
A-scan → digunakan terutama untuk biometri IOL.
B-scan → digunakan untuk diagnosis patologi intraokular bila oftalmoskopi tidak mungkin.
Kombinasi keduanya memberi gambaran lengkap anatomi dan patologi bola mata.
Korelasi Klinis
Glaukoma & katarak matur → USG membantu melihat retina di balik media opak.
Trauma okular → deteksi benda asing, perdarahan vitreus, atau ablasio retina.
Tumor intraokular → menentukan ukuran, ekogenisitas, dan keterlibatan jaringan sekitar.
Preoperatif katarak → pengukuran panjang aksial untuk kalkulasi daya lensa IOL.⁷