Pemeriksaan Electro-Oculography (EOG)

Pemeriksaan Electro-Oculography (EOG)

Definisi

Electro-oculography (EOG) adalah pemeriksaan elektrofisiologi mata yang merekam perbedaan potensial listrik antara kornea dan retina saat bola mata bergerak. Pemeriksaan ini mencerminkan fungsi epitel pigmen retina (RPE) dan integritas retina luar, khususnya dalam keadaan adaptasi gelap dan terang.¹

Tujuan

1.

Menilai fungsi retina luar dan RPE.

2.

Mendeteksi kelainan metabolisme retina (misalnya penyakit herediter).

3.

Membantu diagnosis banding distropi retina.

4.

Memantau kelainan retina yang memengaruhi RPE seperti degenerasi makula².

Alat dan Bahan

Elektroda kulit (ditempelkan di sekitar mata).

Sumber cahaya / layar untuk adaptasi gelap dan terang.

Amplifier dan komputer analisis.

Ruang gelap (untuk fase adaptasi gelap).³

Prinsip Mekanisme

Retina memiliki potensial istirahat dengan kutub positif di kornea dan negatif di retina.

Saat bola mata bergerak ke kanan atau kiri, elektroda mendeteksi perubahan potensial listrik.

Amplitudo potensial berubah sesuai kondisi adaptasi (gelap → terang).

Rasio antara respons terang terhadap gelap disebut Arden Ratio.

Cara Pemeriksaan

5.

Persiapan

Pasien diberi penjelasan.

Elektroda ditempel di kulit di sekitar kanthus medialis dan lateralis, dengan ground di dahi.

6.

Fase Adaptasi Gelap

Pasien berada dalam ruangan gelap selama ±15 menit.

Mata diarahkan mengikuti lampu yang bergerak horizontal.

Dicatat amplitudo potensial (nilai dasar).

7.

Fase Adaptasi Terang

Setelah adaptasi gelap, ruangan dinyalakan terang.

Pemeriksaan gerakan mata diulang.

Dicatat amplitudo potensial maksimum.

8.

Perhitungan

Hitung Arden Ratio = (amplitudo terang ÷ amplitudo gelap).⁴

Interpretasi

Arden Ratio normal: ≥1,8.

Borderline: 1,65–1,79.

Abnormal: <1,65 → menandakan disfungsi RPE.

Kelainan yang ditemukan:

Retinitis pigmentosa → Arden ratio menurun.

Best’s vitelliform macular dystrophy → ERG normal, tetapi EOG abnormal.

Degenerasi makula lainnya → EOG dapat menurun.

Toksisitas obat (misalnya antimalaria) → EOG dapat terganggu.⁵

Korelasi Klinis

EOG lebih menilai fungsi RPE dibanding ERG yang menilai fungsi retina global.

Sering digunakan bersama ERG dan VEP untuk evaluasi menyeluruh retina dan jalur visual.

Sangat berguna dalam diagnosis Best’s disease, di mana ERG tetap normal tetapi EOG abnormal → menjadikannya pemeriksaan kunci.⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini