Palpasi Kelenjar Limfonodus Preaurikularis [4A]

Palpasi Kelenjar Limfonodus Preaurikularis [4A]


Definisi

Palpasi kelenjar limfonodus preaurikularis adalah bagian dari pemeriksaan fisik mata yang dilakukan untuk menilai pembesaran atau nyeri tekan pada kelenjar getah bening di depan tragus telinga. Pemeriksaan ini penting karena limfadenopati preaurikular sering terkait dengan infeksi mata, terutama konjungtivitis viral atau klamidia, serta penyakit sistemik tertentu.¹

Tujuan Pemeriksaan

1.

Mengidentifikasi adanya pembesaran kelenjar preaurikular.

2.

Menilai konsistensi, mobilitas, dan nyeri tekan kelenjar.

3.

Membantu menegakkan diagnosis banding konjungtivitis (bakteri vs viral).

4.

Mengevaluasi kemungkinan penyakit sistemik dengan manifestasi okular.²

Alat dan Bahan

Tidak memerlukan alat khusus.

Pemeriksa menggunakan jari telunjuk dan tengah untuk palpasi.

Sarung tangan disarankan untuk menjaga kebersihan dan menghindari transmisi penyakit infeksi.³

Cara Pemeriksaan

5.

Posisikan pasien duduk tegak dan rileks.

6.

Pemeriksa berdiri di depan pasien, menggunakan tangan dominan untuk palpasi.

7.

Letakkan bantalan jari telunjuk dan tengah pada daerah depan tragus telinga, tepat di atas artikulasi temporomandibular.

8.

Lakukan palpasi dengan gerakan melingkar dan tekanan lembut, rasakan ada tidaknya pembesaran nodus.

9.

Nilai ukuran, konsistensi (lunak, kenyal, keras), mobilitas terhadap jaringan dasar, serta nyeri tekan.

10.

Bandingkan sisi kanan dan kiri.⁴

Temuan Klinis, Penjelasan, dan Kemungkinan Diagnosis

Tidak teraba / normal: Biasanya nodus preaurikular tidak teraba pada orang sehat.

Teraba membesar, lunak, dan nyeri tekan: Mengarah pada konjungtivitis viral (misalnya adenovirus, epidemik keratokonjungtivitis) atau konjungtivitis klamidial.

Teraba membesar tanpa nyeri, konsistensi kenyal: Bisa ditemukan pada infeksi kronis, misalnya trachoma, atau penyakit granulomatosa.

Teraba keras, tidak nyeri, dan tidak mobile: Mencurigakan untuk proses neoplastik atau metastasis.

Pembesaran multipel bilateral: Mungkin terkait dengan infeksi sistemik (misalnya mononukleosis, HIV) atau kondisi autoimun.⁵,⁶,⁷

Korelasi Klinis

Palpasi limfonodus preaurikularis merupakan pemeriksaan sederhana namun sangat membantu dalam diagnosis diferensial konjungtivitis.

Pembesaran nodus ini lebih sering ditemukan pada konjungtivitis viral atau klamidial dibandingkan bakteri.

temuan ini dapat menjadi indikator klinis untuk menentukan terapi yang lebih tepat serta kebutuhan pemeriksaan tambahan. Selain itu, evaluasi konsistensi dan nyeri tekan penting untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan atau penyakit sistemik.⁸


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini