Oftalmoskopi Retina dan Vitreus [4A]

Oftalmoskopi Retina dan Vitreus [4A]


Definisi dan Tujuan

Oftalmoskopi adalah metode visualisasi fundus okuli (bagian posterior bola mata) untuk menilai kondisi retina, diskus optikus, pembuluh darah retina, dan vitreus. Pemeriksaan ini merupakan prosedur penting dalam praktik oftalmologi karena memungkinkan deteksi awal berbagai kelainan retina seperti edema makula, ablasi retina, retinopati diabetik, dan degenerasi makula.¹²

Jenis Oftalmoskopi

1.

Oftalmoskopi Langsung (Direct Ophthalmoscopy)

Menggunakan oftalmoskop genggam.

Memberikan pembesaran tinggi (15x) dan tampilan detail kecil.

Bidang pandang sempit (~10 derajat).

Cocok untuk pemeriksaan diskus optikus dan makula secara detail.

Tidak memerlukan dilatasi pupil, tetapi hasil lebih baik bila pupil dilebarkan.

https://www.ndrs.scot.nhs.uk/
https://www.ndrs.scot.nhs.uk/
2.

Oftalmoskopi Tidak Langsung (Indirect Ophthalmoscopy) 🟨

Menggunakan sumber cahaya kepala dan lensa cembung (misalnya lensa 20D).

Memberikan bidang pandang luas (hingga 45 derajat) dan stereopsis (penglihatan tiga dimensi).

Cocok untuk evaluasi retina perifer dan kondisi seperti ablasi retina, ruptur retina, dan degenerasi perifer.

Membutuhkan dilatasi pupil.

https://www.citymapia.com/
https://www.citymapia.com/
3.

Slit-Lamp Biomicroscopy + Lensa Fundus (Contact atau Non-Contact) 🟨

Menggunakan slit-lamp dan lensa tambahan (90D, 78D, atau 3-mirror contact lens).

Memberikan resolusi tinggi, ideal untuk makula dan diskus.

Teknik ini sangat berguna untuk dokumentasi dan evaluasi klinis lanjut.¹,³,⁴

https://swisslaser.pl/en
https://swisslaser.pl/en

Teknik Pemeriksaan Langkah Demi Langkah

A. Oftalmoskopi Langsung

1.

Pastikan ruangan gelap untuk meningkatkan dilatasi pupil alami.

2.

Instruksikan pasien untuk melihat lurus ke depan atau ke arah titik fiksasi tertentu.

3.

Gunakan tangan dominan untuk memegang oftalmoskop, dan tangan lain untuk membuka kelopak mata pasien jika perlu.

4.

Gunakan mata kanan Anda untuk memeriksa mata kanan pasien, dan mata kiri untuk mata kiri pasien.

5.

Tempatkan oftalmoskop dekat dengan mata Anda, arahkan cahaya ke pupil pasien dari jarak 15–30 cm untuk menemukan refleks merah (red reflex).

6.

Dekati pasien hingga jarak sekitar 1–2 cm dari kornea, pertahankan sudut pandang 15 derajat dari garis tengah untuk menghindari refleksi langsung.

7.

Evaluasi posterior pole: diskus optikus → pembuluh darah → makula → retina perifer.

B. Oftalmoskopi Tidak Langsung 🟨

1.

Dilatasi pupil pasien dengan tetes midriatik (misalnya tropikamid 1%).

2.

Atur pencahayaan ruangan (reduksi cahaya ambient).

3.

Gunakan sumber cahaya kepala dan posisikan pasien pada posisi duduk atau berbaring.

4.

Tahan lensa 20D dengan tangan dominan di depan mata pasien (jarak ~2–3 cm dari kornea).

5.

Arahkan cahaya sejajar dengan pupil dan sejajarkan garis penglihatan pemeriksa, lensa, dan pupil.

6.

Dapatkan bayangan terbalik retina dengan bidang pandang luas.

7.

Gerakkan kepala dan lensa untuk mengeksplorasi seluruh retina dari posterior ke perifer.

C. Slit-Lamp + Lensa Fundus 🟨

1.

Pasien ditempatkan di chin rest slit-lamp.

2.

Dilatasi pupil dengan midriatik (jika perlu).

3.

Gunakan lensa 90D atau 78D pada jarak 1 cm dari kornea.

4.

Fokuskan slit-lamp pada lensa, lalu sesuaikan sudut cahaya dan mikroskop untuk mendapatkan visualisasi retina.

5.

Evaluasi makula, diskus optikus, dan pembuluh retina secara sistematis.

Interpretasi

Diskus Optikus:

Normal: Warna : normal, batas tegas, cup-to-disc ratio <0,5.

Abnormal: Batas kabur (papilledema), warna pucat (atrofi optikus), cup melebar (glaukoma).

Makula:

Normal: Pigmentasi homogen, refleks foveal (+).

Abnormal: Edema, perdarahan, drusen, atau lesi kuning menandakan degenerasi makula.

Pembuluh Darah Retina:

Normal: Diameter arteri lebih kecil dari vena (AV Rasio = 2:3)

Abnormal: Tortuositas, perdarahan, eksudat keras/lunak, oklusi.

Vitreus:

Normal: Jernih, tidak ada opasitas (obscura).

Abnormal: Floaters, debris, perdarahan, atau traksi pada retina.¹,²,³,⁴,⁷,⁸

Indikasi

Evaluasi pasien dengan penurunan tajam penglihatan mendadak.

Pemeriksaan rutin pada pasien dengan diabetes dan hipertensi.

Deteksi dini kondisi retina seperti retinopati, edema makula, dan ablasi retina.

Pemeriksaan pasien dengan riwayat trauma okular atau keluhan floaters dan fotopsia.¹,³,⁷,⁸

Keterbatasan

Media opak (katarak densitas tinggi, perdarahan vitreus) dapat menghalangi visualisasi fundus.

Subjektif dan sangat tergantung pada pengalaman pemeriksa.

Dilatasi pupil dengan midriatikum (tropicamide 1% atau fenilefrin 2,5%).

Lakukan pemeriksaan dalam ruangan gelap.

Periksa fundus secara sistematis: posterior pole → midperifer → perifer.⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini