
Inspeksi Orifisium Duktus Nasolakrimalis [4A]
Definisi
Orifisium duktus nasolakrimalis adalah muara punctum lakrimal di tepi medial kelopak mata atas dan bawah. Inspeksi pada area ini bertujuan menilai struktur dan fungsi drainase sistem lakrimal—yang penting untuk menjaga kestabilan film air mata dan mencegah epifora.¹


Tujuan Pemeriksaan
Menilai posisi, bentuk, dan patensi punctum lakrimalis.
Mendeteksi tanda obstruksi sistem lakrimal, seperti epifora atau sekret mukopurulen.
Mengidentifikasi peradangan, stenosis, atau eversi punctum.
Mengevaluasi tanda dakriosistitis atau kelainan lain pada sistem drainase air mata.²
Alat dan Bahan
Penlight atau slit lamp untuk visualisasi detail
Lup sederhana jika slit lamp tidak tersedia
Aplikator kapas steril untuk membantu membuka kelopak
Fluorescein strip (opsional) untuk tes fluorescein dye disappearance³
Cara Pemeriksaan
Minta pasien duduk dan menatap lurus ke depan.
Gunakan penlight atau slit lamp untuk memeriksa tepi medial palpebra dan menemukan punctum lakrimalis superior dan inferior.
Perhatikan bentuk punctum (bulat atau oval), letaknya (di tepi medial, biasanya menempel ke bola mata), dan orientasinya.
Periksa apakah punctum tampak terbuka (patent) atau mengalami stenosis.
Tekan ringan sacus lakrimalis dengan jari di area fossa lakrimalis (medial canthus), lalu amati apakah ada sekret yang keluar dari punctum.
Jika ada sekret, catat konsistensinya (mukoid, purulen, atau darah).⁴
Temuan Klinis, Penjelasan, dan Kemungkinan Diagnosis
Punctum normal: Terlihat kecil, bundar, dan terbuka ke arah bola mata. Menandakan fungsi drainase normal.
Sekret mukopurulen dari punctum saat ditekan: Menandakan dakriosistitis kronis akibat obstruksi duktus nasolakrimalis. Pada bentuk akut, tampak pembengkakan, kemerahan, dan nyeri di area sacus lakrimalis.
Epifora tanpa tanda inflamasi: Dapat menunjukkan obstruksi nasolakrimal kongenital pada bayi atau stenosis ringan pada dewasa.
Korelasi Klinis
Inspeksi orifisium duktus nasolakrimalis penting untuk mengevaluasi pasien dengan epifora.
Sebagian besar kasus epifora disebabkan oleh gangguan anatomis atau fungsional pada punctum lakrimal.
Identifikasi dini stenosis atau dakriosistitis membantu menentukan apakah pasien dapat ditatalaksana di layanan primer (misalnya dengan massage Crigler pada bayi) atau perlu dirujuk ke dokter mata untuk tindakan lanjut seperti dilatasi, probing, atau dacryocystorhinostomy (DCR).