Inspeksi Kornea dengan Fluorescein [3]

Inspeksi Kornea dengan Fluorescein [3]

Definisi

Inspeksi kornea dengan fluorescein adalah pemeriksaan menggunakan zat warna fluorescein sodium untuk menilai integritas epitel kornea. Fluorescein akan menempel pada area epitel yang hilang atau rusak, sehingga tampak berwarna hijau terang bila disinari dengan cahaya biru kobalt. Pemeriksaan ini sederhana, sensitif, dan banyak dipakai untuk mendiagnosis abrasi, ulkus, atau kelainan permukaan okular.¹

Tujuan Pemeriksaan

1.

Mengidentifikasi abrasi atau ulkus kornea.

2.

Mendeteksi mikrotrauma epitel yang tidak terlihat dengan penlight biasa.

3.

Menilai luas dan lokasi defek epitel.

4.

Mengevaluasi kebocoran kornea melalui Seidel test.

5.

Memantau penyembuhan epitel pasca trauma atau operasi.²

Alat dan Bahan

Fluorescein strip atau larutan fluorescein 2%.

Air mata buatan/NaCl 0,9% untuk membasahi strip.

Slit lamp dengan filter biru kobalt, atau penlight dengan filter biru.

Kapas steril atau aplikator bila diperlukan.³

https://www.researchgate.net/
https://www.researchgate.net/

Cara Pemeriksaan

1. Persiapan

Jelaskan prosedur pada pasien.

Pastikan pasien dalam posisi duduk tegak.

2. Aplikasi Fluorescein

Basahi strip fluorescein dengan tetes NaCl atau air mata buatan.

Sentuhkan strip secara perlahan pada forniks inferior—jangan langsung ke kornea.

Minta pasien berkedip agar larutan menyebar merata ke seluruh permukaan kornea.

3. Observasi

Sorot kornea dengan cahaya biru kobalt (dari slit lamp atau penlight dengan filter biru).

Periksa seluruh permukaan kornea. Minta pasien menggerakkan mata ke atas, bawah, kanan, dan kiri.

Amati area yang menyala hijau terang—ini menandakan defek epitel.

4. Tes Seidel (jika dicurigai perforasi)

Setelah pemberian fluorescein, sorot dengan cahaya biru.

Jika ada kebocoran humor aqueous, fluorescein akan tampak bergaris hijau muda mengalir ("waterfall sign").⁴

Temuan Klinis dan Kemungkinan Diagnosis

Lesi berbatas tegas dengan infiltrat, disertai nyeri → ulkus kornea karena infeksi (bakteri/jamur).

https://www.researchgate.net/
https://www.researchgate.net/

Lesi dendritik bercabangkeratitis herpes simpleks.

https://coreem.ne
https://coreem.ne

Lesi bulat dengan ujung tumpulkeratitis herpes zoster.

https://webeye.ophth.uiowa.edu/
https://webeye.ophth.uiowa.edu/

Mikropunktata difus → keratopati superfisial, mata kering, atau toksisitas obat topikal.

https://webeye.ophth.uiowa.edu/
https://webeye.ophth.uiowa.edu/

Tes Seidel positif → perforasi kornea yang memerlukan penanganan gawat darurat.⁵

Korelasi Klinis

Pemeriksaan fluorescein pada kornea merupakan metode cepat, murah, dan sensitif untuk mengevaluasi kerusakan epitel.

Temuan khas seperti lesi dendritik (herpes simpleks) atau Seidel positif (perforasi) sangat membantu diagnosis dini dan menentukan tatalaksana segera.

Pemeriksaan ini wajib dilakukan pada pasien dengan riwayat trauma mata, nyeri okular, atau dugaan infeksi kornea.⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini