Inspeksi Kelopak Mata [4A]

Inspeksi Kelopak Mata [4A]


Alat yang Dibutuhkan

1.

Penlight (senter medis)

2.

Penggaris milimeter sederhana

3.

Kaca pembesar / loupe sederhana

4.

Cotton bud steril

5.

Sarung tangan

6.

Pinset kecil steril

1. Posisi dan Simetri Kelopak Mata

2. Gerakan Kelopak Mata

3. Kulit Kelopak Mata

4. Margin Palpebra

Blefaritis: Inflamasi kronis margin palpebra, ditandai hiperemia, kerak, dan rasa gatal atau terbakar.

Ulkus marginal: Ulserasi pada tepi kelopak, dapat terjadi akibat infeksi bakteri atau penyakit autoimun.¹⁰,¹¹

5. Bulu Mata (Cilia)

Trikiasis: Pertumbuhan bulu mata ke arah bola mata sehingga mengiritasi kornea dan konjungtiva.

Madarosis: Kehilangan bulu mata, dapat disebabkan oleh inflamasi kronis, trauma, atau kondisi autoimun.

Phthiriasis palpebrarum: Infestasi bulu mata oleh kutu Phthirus pubis, menyebabkan gatal, hiperemia, dan debris.¹²,¹³,¹⁴

6. Meibomian Gland Orifices

Disfungsi kelenjar meibomian (MGD): Obstruksi atau abnormalitas sekresi kelenjar meibomian yang menyebabkan instabilitas lapisan lipid air mata dan gejala mata kering.

Kalazion: Reaksi granulomatosa akibat obstruksi kronis kelenjar meibomian, berupa benjolan keras tidak nyeri pada kelopak.¹⁵,¹⁶

7. Periorbita dan Asimetri

Edema periorbital: Pembengkakan jaringan sekitar mata, sering akibat alergi, infeksi, atau penyakit sistemik (renal, tiroid).

Proptosis/eksophthalmos: Penonjolan bola mata ke depan, biasanya terkait oftalmopati tiroid, tumor orbita, atau inflamasi.

Asimetri fisura palpebra: Perbedaan ukuran celah kelopak antar mata, dapat disebabkan oleh ptosis unilateral, retraksi, atau proptosis kontralateral.¹⁷,¹⁸,¹⁹


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini