
Inspeksi Iris [4A]
Definisi
Iris adalah bagian anterior uvea yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata melalui pupil.¹
Tujuan Pemeriksaan
Menilai warna dan pola iris (homogen atau heterokromia).
Mengidentifikasi adanya peradangan, sinekia, atau nodul.
Mendeteksi perubahan vaskularisasi iris.
Mengevaluasi adanya kelainan kongenital atau trauma iris.²
Alat dan Bahan
Penlight untuk pemeriksaan dasar.
Slit lamp untuk evaluasi detail struktur iris.
Lup sederhana jika slit lamp tidak tersedia.³
Cara Pemeriksaan
Minta pasien menatap lurus ke depan dalam ruangan dengan pencahayaan cukup.
Dengan penlight: amati warna iris, ada tidaknya nodul, dan perubahan pola.
Dengan slit lamp: gunakan beam sempit untuk menilai:
Pola kriptus iris.
Sinekia anterior/posterior.
Nodul (Koeppe atau Busacca).
Vaskularisasi abnormal.
Catat adanya defek iris (koloboma, iridodialisis), tanda trauma, atau neovaskularisasi iris.⁴
Temuan Klinis dan Kemungkinan Diagnosis
Iris normal → warna homogen, pola kriptus jelas, tidak ada nodul atau pembuluh darah abnormal.
Nodul iris:
Korelasi Klinis
Temuan seperti sinekia atau nodul mengarah pada uveitis.
Neovaskularisasi iris menunjukkan penyakit retina iskemik berat.
Deteksi dini perubahan iris penting untuk mencegah komplikasi seperti glaukoma sekunder atau kebutaan akibat inflamasi kronis.⁶