
Gerakan Bola Mata (Duksi dan Versi)
Definisi
Pemeriksaan gerakan bola mata merupakan evaluasi motilitas okular yang bertujuan untuk menilai fungsi otot ekstraokular. Gerakan bola mata dapat diperiksa secara duksi (gerakan satu mata secara terpisah) maupun versi (gerakan kedua mata secara bersamaan). Pemeriksaan ini membantu mendeteksi adanya kelumpuhan otot, restriksi mekanik, atau gangguan inervasi saraf kranialis III, IV, dan VI.¹
Tujuan Pemeriksaan
Menilai integritas otot ekstraokular dan saraf kranialis yang menginervasinya.
Mengidentifikasi adanya keterbatasan gerakan bola mata akibat paralisis, fibrosis, atau restriksi mekanik.
Mengevaluasi simetri dan koordinasi gerakan kedua mata.
Membantu membedakan strabismus komitan dan inkomitan.²
Alat dan Bahan
Target fiksasi kecil (misalnya ujung pena, lampu kecil, atau jari pemeriksa).
Ruang dengan pencahayaan cukup.
Tidak memerlukan alat khusus tambahan.³
Cara Pemeriksaan
Pasien diminta duduk tegak dengan kepala diam.
Pemeriksa memegang target kecil pada jarak ±30–40 cm di depan pasien.
Pasien diminta mengikuti target hanya dengan gerakan mata (tanpa menggerakkan kepala).
Gerakkan target ke enam arah utama pandangan (uji "H pattern"):
Ke kanan dan ke kiri (menilai rektus lateralis dan medialis).
Ke kanan atas dan kiri atas (menilai rektus superior dan oblik inferior).
Ke kanan bawah dan kiri bawah (menilai rektus inferior dan oblik superior).
Catat apakah ada keterbatasan gerakan, asimetri, nyeri, atau diplopia.⁴
Interpretasi Temuan Klinis dan Kemungkinan Diagnosis
Gerakan penuh, simetris → motilitas normal (tidak ada kelumpuhan atau restriksi).
Keterbatasan ke arah luar (abduksi) → dapat mengindikasikan paralisis nervus VI (rektus lateralis).
Keterbatasan ke arah dalam (adduksi) → dapat menandakan paralisis nervus III (rektus medialis) atau sindrom internuclear ophthalmoplegia.
Keterbatasan ke arah bawah dalam → kemungkinan paralisis nervus IV (oblik superior).
Asimetri atau gerakan tidak komitan → khas pada strabismus inkomitan (misalnya paralisis otot atau restriksi akibat trauma/orbital myositis).
Gerakan bola mata terbatas ke berbagai arah, disertai retraksi globus → curiga sindrom Duane atau fibrosis kongenital otot ekstraokular.
Diplopia hanya pada pandangan tertentu → menunjukkan deviasi inkomitan akibat kelumpuhan otot ekstraokular tertentu.⁵
Korelasi Klinis
Pemeriksaan duksi dan versi sangat penting untuk evaluasi pasien dengan diplopia, strabismus, atau keterbatasan gerakan bola mata. Tes ini membantu membedakan apakah kelainan disebabkan oleh kelumpuhan saraf, kelainan otot, atau restriksi mekanik. Pemeriksaan ini juga menjadi dasar untuk uji lanjutan seperti forced duction test atau pemeriksaan ortoptik dengan prisma.⁶