Cover–Uncover Test [4A]

Cover–Uncover Test [4A]

Definisi

Cover–uncover test adalah pemeriksaan klinis sederhana untuk mendeteksi adanya strabismus manifest (tropia) atau laten (foria) dengan cara menutup dan membuka salah satu mata pasien, lalu mengamati gerakan refiksasi mata yang lain. Tes ini merupakan bagian penting dari evaluasi posisi mata dan motilitas okular.¹

Tujuan Pemeriksaan

1.

Membedakan antara ortotropia, tropia, dan foria.

2.

Mengidentifikasi jenis deviasi mata: esotropia, eksotropia, hipertropia, atau hipotropia.

3.

Menilai stabilitas fiksasi mata.

4.

Membantu diagnosis dini ambliopia pada anak.²

Alat dan Bahan

Objek fiksasi: titik cahaya, Snellen chart huruf, atau mainan (pada anak kecil).

Pencahayaan cukup agar refleks mata terlihat jelas.³

Cara Pemeriksaan

5.

Pasien diminta melihat lurus ke arah objek fiksasi di depan pada jarak ±33 cm (near) atau 6 meter (distance).

6.

Pemeriksa menutup salah satu mata pasien (misalnya mata kanan) dengan occluder.

7.

Amati gerakan mata yang tidak ditutup (mata kiri).

Bila mata kiri tetap lurus → tidak ada tropia.

Bila mata kiri bergerak untuk mengambil alih fiksasi → terdapat tropia.

8.

Setelah beberapa detik, buka penutup mata kanan.

9.

Amati apakah mata kanan yang baru dibuka bergerak untuk refiksasi.

10.

Ulangi pemeriksaan dengan menutup mata kiri.

11.

Tes dapat dilakukan pada jarak dekat maupun jauh untuk mengungkapkan deviasi yang berbeda.⁴

Interpretasi Temuan Klinis dan Kemungkinan Diagnosis

Evaluasi mata yg tidak ditutup

Tidak ada gerakan refiksasi → ortotropia (posisi mata normal).

Mata yang tidak ditutup bergerak ke luar → esotropia (mata sebelumnya deviasi ke dalam).

Mata yang tidak ditutup bergerak ke dalam → eksotropia (mata sebelumnya deviasi ke luar).

Mata yang tidak ditutup bergerak ke bawah → hipertropia.

Mata yang tidak ditutup bergerak ke atas → hipotropia.

Gerakan hanya muncul saat occluder dilepas (bukan saat menutup) → foria (strabismus laten), karena deviasi hanya tampak saat fusi binokular terganggu.⁵

https://neuro-ophthalmology.stanford.edu/

Korelasi Klinis

Cover–uncover test lebih sensitif dibandingkan pemeriksaan refleks kornea (Hirschberg test) dalam mendeteksi strabismus laten atau deviasi kecil yang tersembunyi.

Tes ini penting untuk membedakan tropia (deviasi nyata yang tampak saat kedua mata terbuka) dari foria (deviasi tersembunyi yang muncul ketika fusi binokular terganggu).

Identifikasi dini strabismus sangat penting, terutama pada anak. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan ambliopia dan gangguan perkembangan penglihatan binokular.⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini