
Peresepan Kacamata pada Kelainan Refraksi Ringan (≤ 5D tanpa Silindris) untuk Mencapai Visus 6/6
Kompetensi
Menurut Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI 2012), keterampilan ini termasuk tingkat kemampuan 4A.
Definisi 4A: Dokter yang baru lulus diharapkan mampu mendiagnosis, menatalaksana, dan menyelesaikan masalah klinis secara mandiri dan tuntas pada kasus umum yang sering ditemukan di layanan primer.
Implikasi:
Dokter muda harus bisa melakukan pemeriksaan refraksi dasar, menulis resep kacamata yang sesuai, serta memastikan visus pasien optimal.
Rujukan dilakukan hanya bila terdapat kelainan refraksi kompleks (astigmatisme, anisometropia berat) atau bila koreksi tidak mencapai visus optimal.⁵˒⁶
Alat dan Bahan
Snellen chart untuk pemeriksaan visus.
Trial lens set / foropter.
Trial frame.
Occluder mata.
Pena dan resep optik standar.¹,²
Tujuan
Menentukan koreksi lensa sferis pada kelainan refraksi ringan (miopia, hipermetropia, presbiopia).
Memperbaiki visus hingga optimal (6/6).
Mengurangi gejala asthenopia, sakit kepala, atau kabur penglihatan.¹,²,³
Prinsip Dasar
Pemeriksaan refraksi subjektif adalah standar untuk menentukan koreksi akhir.
Koreksi diberikan dengan lensa sferis sesuai kebutuhan:
Miopia → lensa sferis negatif (concave).
Hipermetropia → lensa sferis positif (convex).
Presbiopia → adisi positif untuk penglihatan dekat.
Hanya satu lensa koreksi yang cukup untuk memperbaiki fokus hingga retina.¹,²,³,⁴
Langkah-Langkah
Anamnesis: keluhan kabur jauh/dekat, sakit kepala, silau, asthenopia.
Ukur visus tanpa koreksi dengan Snellen chart.
Lakukan pemeriksaan refraksi objektif (autorefraktor / skiascopy bila tersedia).
Lanjutkan refraksi subjektif dengan trial lens/foropter:
Tambahkan lensa negatif untuk miopia.
Tambahkan lensa positif untuk hipermetropia/presbiopia.
Lakukan binocular balance untuk kenyamanan kedua mata.
Pastikan visus mencapai 6/6 atau visus terbaik pasien.
Tuliskan resep optik dengan format standar:
OD: –2.00 D sph
OS: –1.50 D sph
PD: 62 mm.¹,²,³
Edukasi Pasien
Gunakan kacamata sesuai kebutuhan (jauh, dekat, atau keduanya).
Kontrol ulang bila visus kembali kabur, ada sakit kepala, atau kacamata terasa tidak nyaman.
Lakukan pemeriksaan mata berkala setiap 6–12 bulan.
Gunakan pelindung mata bila bekerja di lingkungan berdebu atau berisiko trauma.¹,²,³,⁴