
Pemberian Obat Tetes Mata
Alat dan Bahan
Botol obat tetes mata sesuai resep.
Tisu atau kapas bersih.
Sabun dan air mengalir untuk cuci tangan.¹,²
Tujuan
Memberikan obat langsung ke permukaan mata agar tercapai konsentrasi terapeutik lokal.
Mengurangi efek samping sistemik karena jalur pemberian bersifat topikal.
Memperbaiki gejala, mengontrol penyakit, atau mencegah komplikasi oftalmologis.²,³
Prinsip Dasar
Satu tetes cukup untuk satu kali instilasi.
Botol tidak boleh menyentuh bulu mata atau bola mata untuk mencegah kontaminasi.
Bila lebih dari satu jenis obat digunakan, beri jeda minimal 5–10 menit antar pemberian.
Tekan punctum lakrimalis (oklusi nasolakrimal) selama 1–2 menit untuk mengurangi absorpsi sistemik, terutama pada obat antiglaukoma.³,⁴,⁵,⁶
Langkah-Langkah
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Periksa botol: pastikan nama obat, dosis, dan tanggal kedaluwarsa.
Kocok botol bila berbentuk suspensi.
Posisikan pasien: duduk atau berbaring, kepala sedikit mendongak.
Tarik kelopak bawah perlahan sehingga terbentuk kantung konjungtiva inferior.
Pegang botol ±1–2 cm di atas mata, jangan menyentuh permukaan.
Teteskan 1 tetes ke dalam kantung konjungtiva.
Minta pasien menutup mata perlahan, jangan dipaksa memejam.
Tekan punctum lakrimalis dengan jari selama 1–2 menit.
Bersihkan sisa cairan dengan tisu bersih.
Simpan obat sesuai instruksi (beberapa membutuhkan pendinginan).¹,²,³,⁵,⁶
Edukasi Pasien
Gunakan sesuai jadwal dan dosis resep.
Jangan menghentikan atau menambah frekuensi tanpa instruksi dokter.
Jangan berbagi obat dengan orang lain.
Jika menggunakan lebih dari satu jenis tetes, beri jeda minimal 5–10 menit.
Segera laporkan bila ada reaksi alergi, nyeri hebat, atau penglihatan memburuk.⁴,⁶