
Operasi Katarak
Level Kompetensi
Menurut SKDI 2012, operasi katarak berada pada kompetensi tingkat 2.
Definisi Tingkat 2: Dokter mampu mendiagnosis klinis katarak, menjelaskan indikasi operasi, dan melakukan rujukan tepat ke spesialis mata.
Implikasi untuk dokter muda:
Tidak melakukan operasi katarak sendiri.
Wajib mengenali tanda dan diagnosis katarak.
Mampu menentukan kapan pasien perlu dirujuk (misalnya visus menurun signifikan, kualitas hidup terganggu, indikasi medis).
Dapat melakukan follow-up pasca operasi sesuai instruksi spesialis (memantau visus, inflamasi, tekanan intraokular, penggunaan tetes obat).⁴˒⁵
Alat dan Bahan (Umum dalam Bedah Katarak)
Mikroskop operasi.
Set instrumen bedah katarak (pisau, kuret, forceps, kanula).
Mesin fakoemulsifikasi atau instrumen untuk ECCE (extracapsular cataract extraction).
Intraocular lens (IOL).
Cairan irrigasi steril (BSS, balanced salt solution).¹,²
Tujuan
Mengeluarkan lensa yang keruh (katarak) dan menggantinya dengan lensa buatan intraokular (IOL).
Memulihkan visus pasien, meningkatkan kualitas hidup, serta mencegah kebutaan akibat katarak.¹,²
Prinsip Dasar
Katarak adalah penyebab kebutaan tersering di dunia dan operasi merupakan satu-satunya terapi definitif.
Terdapat beberapa teknik operasi:
ECCE (Extracapsular Cataract Extraction) → mengangkat nucleus lensa utuh, kapsul posterior dipertahankan.
Phacoemulsification → menghancurkan nucleus lensa dengan ultrasound, lalu disedot.
SICS (Small Incision Cataract Surgery) → variasi ECCE dengan sayatan lebih kecil.
Pemilihan teknik tergantung kondisi pasien, fasilitas, dan keahlian operator.¹,²,³
Langkah-Langkah Utama (Phacoemulsifikasi)
Anestesi lokal (topikal/peribulbar).
Sayatan kecil pada kornea/limbus.
Capsulorhexis → membuat lubang pada kapsul anterior.
Hidrodisection untuk memisahkan nucleus dari kapsul.
Phacoemulsification nucleus lensa dengan ultrasound.
Aspirasi korteks lensa.
Implantasi IOL ke dalam kantung kapsul posterior.
Penutupan luka (biasanya self-sealing, kadang butuh jahitan).²,³
Edukasi Pasien
Operasi adalah satu-satunya terapi definitif katarak.
Prognosis umumnya baik bila tidak ada kelainan okular lain (retinopati diabetik, glaukoma lanjut).
Perlu kontrol pasca operasi sesuai jadwal (hari 1, minggu 1, bulan 1).
Obat tetes pasca operasi (antibiotik, steroid) harus dipatuhi.
Hindari mengucek mata, aktivitas berat, atau terpapar debu segera setelah operasi.¹,²