
Xantelesma
Definisi
Xantelesma palpebrarum adalah lesi jinak berupa plak kekuningan subkutan yang umumnya multipel dan bilateral, terletak di bagian medial kelopak mata. Lesi ini merupakan bentuk dari xanthoma dengan deposisi lipid intradermal, seringkali terkait dengan dislipidemia dan dapat menjadi penanda awal hiperlipidemia sistemik.⁸,¹¹
Etiologi
Disebabkan oleh akumulasi lipid, terutama kolesterol, dalam histiosit dermal (sel berbusa/foam cells). Sekitar sepertiga pasien memiliki dislipidemia, khususnya hiperkolesterolemia.⁸
Klasifikasi
Berdasarkan bentuk klinis:
Isolat vs multipel
Unilateral vs bilateral
Berdasarkan etiologi:
Familial (hiperlipidemia turunan)
Sporadis (normolipidemik)
Patofisiologi
Xantelesma adalah manifestasi lokal akumulasi lipid pada jaringan dermis superfisial kelopak mata. Prosesnya dimulai dengan peningkatan kadar lipid dalam sirkulasi, terutama kolesterol LDL.
Lipid tersebut menembus endotelium pembuluh darah dermal yang permeabel, khususnya di area kelopak mata yang kaya vaskularisasi dan memiliki jaringan longgar. Setelah melewati dinding vaskular, makrofag di jaringan dermis mengambil lipid ini dan berubah menjadi foam cells (sel berbusa) karena akumulasi lipid intraseluler.
Penumpukan sel-sel berbusa inilah yang membentuk lesi plak kekuningan khas pada xantelesma. Karena reaksi inflamasi yang terjadi minimal, lesi tetap lunak dan tidak menimbulkan nyeri.⁸,¹¹
Anamnesis
Pasien biasanya mengeluhkan adanya plak kuning lembut di kelopak mata yang tumbuh perlahan dan tidak menimbulkan nyeri. Penting untuk menanyakan riwayat keluarga dislipidemia atau penyakit metabolik lainnya.¹¹
Pemeriksaan Fisik
Plak kekuningan subkutan dengan permukaan halus, tidak nyeri, paling sering muncul di bagian medial kelopak mata.
Biasanya bersifat multipel dan simetris.
Tanda lain: arcus cornealis dapat ditemukan pada kasus yang disertai hiperkolesterolemia.⁸,¹¹
Pemeriksaan Penunjang⁸
| Pemeriksaan | Tujuan | Prinsip | Hasil Diharapkan |
|---|---|---|---|
| Lipid serum | Identifikasi dislipidemia | Evaluasi profil lipid | ↑LDL, ↑TC pada 30% kasus |
| Biopsi kulit (jarang dilakukan) | Konfirmasi diagnosis | Pemeriksaan histopatologi | Foam cells (histiocytes lipid-laden) |
Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakkan secara klinis berdasarkan tampilan karakteristik lesi. Pemeriksaan profil lipid berperan dalam identifikasi etiologi sistemik yang mendasari.⁸
Diagnosis Banding³,⁶,¹¹
| Diagnosis Banding | Perbedaan Utama |
|---|---|
| Xanthogranuloma | Lesi soliter, onset muda, inflamasi |
| Milia | Lesi putih kecil berkeratin, bukan lipid |
| Syringoma | Papula kecil, berasal dari kelenjar keringat |
| Chalazion | Nodul inflamasi, lokasi dalam kelopak |
| Sebaceous cyst | Tidak kekuningan, berisi sebum |
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis
Edukasi dan modifikasi gaya hidup untuk pasien dengan dislipidemia.
Diet rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk mengendalikan kadar lipid.²
Farmakologis
Tidak ada terapi topikal khusus. Terapi sistemik untuk hiperlipidemia bila ada.⁹
Bedah dan Teknik Estetika⁸
| Teknik | Indikasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Eksisi sederhana | Lesi kecil, ada kelebihan kulit | Tindakan primer |
| Mikrodisection | Lesi besar | Dibedah di bawah mikroskop |
| Chemical peeling (TCA) | Alternatif non-bedah | Efektif, risiko hiperpigmentasi |
| Laser CO₂ | Lesi superfisial | Risiko jaringan parut |
| Cryotherapy | Jarang, efek samping tinggi | Risiko perubahan pigmen kulit |
Catatan: Kambuh pasca eksisi dapat terjadi hingga 50%.
Komplikasi
Kambuh: Hingga 50% kasus dapat kambuh setelah eksisi, terutama pada pasien dengan hiperkolesterolemia yang tidak terkontrol.
Jaringan parut/keloid: Dapat terjadi sebagai efek samping dari terapi ablatif seperti laser atau cryotherapy.
Perubahan pigmentasi kulit: Hiperpigmentasi atau hipopigmentasi dapat muncul setelah prosedur chemical peeling.⁸
Prognosis
Ad vitam: Baik; tidak mengancam jiwa.
Ad functionam: Tidak mengganggu fungsi mata.
Ad sanationam: Relatif baik; risiko kambuh pada pasien dengan dislipidemia yang tidak terkontrol.⁸
Edukasi untuk Pasien
Xantelesma adalah lesi jinak dan tidak menular.
Pemeriksaan lipid rutin sangat penting karena lesi ini dapat menjadi tanda awal hiperkolesterolemia sistemik.
Pentingnya perubahan gaya hidup dan pola makan harus ditekankan untuk mencegah kekambuhan.²,⁸,¹¹
Kriteria Rujukan
Lesi yang berukuran besar, berulang, atau menyebabkan gangguan kosmetik yang signifikan.
Kecurigaan adanya xanthogranuloma atau lesi infiltratif atipikal.
Pasien dengan dislipidemia berat yang memerlukan penatalaksanaan sistemik lanjutan.²,⁸,¹¹