Tumor Iris [2]

Tumor Iris [2]


Definisi dan batasan

Tumor iris merupakan pertumbuhan neoplastik pada iris mata yang dapat bersifat jinak maupun ganas.¹³

Etiologi

Melanoma iris: terkait mutasi genetik (BAP1), paparan sinar UV, iris berwarna terang, dan riwayat keluarga.

Metastasis iris: paling sering berasal dari kanker payudara dan paru.

Kista iris: dapat primer (idiopatik) atau sekunder akibat trauma, penggunaan miotik/prostaglandin, uveitis, atau parasit.³,⁴,⁶,⁷,⁸

Klasifikasi

JenisContohSifat Klinis
JinakKista (IPE/stroma), Nevus, Adenoma, LeiomiomaLambat, non-invasif
GanasMelanoma, Metastasis, Medulloepitelioma, Adenokarsinoma epitel irisProgresif, invasif, berisiko metastasis

Patofisiologi

Kista iris bersifat nonproliferatif, berasal dari epitel pigmen posterior atau stroma iris, dapat menekan struktur bilik mata depan.

Melanoma iris timbul dari proliferasi melanosit abnormal yang dapat menginvasi sudut bilik mata, menimbulkan glaukoma sekunder, dan risiko metastasis lebih rendah dibanding melanoma koroid/badan siliaris.²,⁴,⁶,⁹

Anamnesis

Keluhan umum:

perubahan warna iris

Massa terlihat

Nyeri

Gangguan visus

Hipema

Peningkatan tekanan intraokular (TIO)

Riwayat trauma atau paparan sinar UV.²,³

Pemeriksaan Klinis

Slit-lamp biomicroscopy: menilai warna, batas, vaskularisasi, dan tanda inflamasi.

Transiluminasi: kista bersifat tembus cahaya, tumor padat menimbulkan bayangan.

TIO dan pupil: penting untuk mendeteksi komplikasi glaukoma atau rubeosis iridis.³,⁵

Pemeriksaan Tambahan 🟨

PemeriksaanTujuanHasil
UBM (Ultrasound Biomicroscopy)Utama untuk menilai ukuran, kedalaman, dan batas lesiMembedakan kista vs tumor padat
AS-OCTMenilai lesi superfisial anteriorLesi epitel tampak hiporeflektif
GonioskopiEvaluasi invasi ke sudut bilik mataMenilai keterlibatan trabekulum
FNAB / Eksisi BiopsiKonfirmasi histopatologiMenentukan tipe sel & keganasan

Dasar Diagnosis 🟨

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, slit-lamp, dan UBM.

Lesi stabil tanpa pertumbuhan atau vaskularisasi → observasi.

Lesi progresif, vaskularisasi baru, atau komplikasi (hipema/glaukoma) → biopsi atau eksisi.²,⁴

Diagnosis Banding 🟨

DiagnosisPerbedaan
Nevus irisWarna homogen, batas jelas, tidak tumbuh
Kista irisTransiluminasi positif, tanpa vaskularisasi
AdenomaPigmentasi seragam, pertumbuhan lambat
HemangiomaLesi kemerahan vaskular
MedulloepiteliomaUsia anak, struktur campuran kistik-padatan
Metastasis irisMultipel, cepat tumbuh, pasien dengan riwayat kanker
Nodul Lisch (NF1)Multipel, permukaan halus, tidak agresif

Perbandingan Tumor Jinak dan Ganas pada Iris 🟨

KriteriaTumor JinakTumor Ganas
PertumbuhanLambat/tidak adaCepat
WarnaHomogenTidak rata, hiperpigmentasi
GejalaAsimtomatikHipema, nyeri, glaukoma
TransiluminasiTembus cahayaBayangan padat
UBM/AS-OCTStruktur kistikMassa padat, infiltratif
Risiko metastasisTidak adaAda (3–11%)
PenatalaksanaanObservasiOperasi/radioterapi

Indikasi Tindakan 🟨

IndikasiTindakan yang Disarankan
Lesi stabil tanpa gejalaObservasi berkala
Pertumbuhan ≥1 mm atau vaskularisasi baruFNAB / Eksisi lokal
Glaukoma tidak terkontrolRadioterapi / Enukleasi
Lesi besar menutupi pupilIridectomy / Enukleasi
Dugaan melanoma dengan gejalaIridocyclectomy / Brachytherapy

Prognosis

1. Ad Vitam — Bonam

Tumor iris jarang mengancam nyawa karena pertumbuhannya terbatas pada segmen anterior bola mata dan memiliki risiko metastasis sistemik rendah (3–5%). Komplikasi fatal hanya mungkin terjadi pada melanoma ganas dengan invasi sudut atau penyebaran ke badan siliaris.

2. Ad Functionam — Dubia ad Sanam

Ketajaman penglihatan akhir bergantung pada lokasi dan luas invasi tumor, serta adanya komplikasi seperti hipema rekuren, glaukoma sekunder, atau katarak akibat radioterapi. Lesi besar atau pasca enukleasi dapat menimbulkan kehilangan fungsi visual permanen.

3. Ad Sanationam — Bonam

Lesi jinak seperti kista dan nevus umumnya dapat diangkat secara tuntas dengan hasil baik tanpa rekurensi. Prognosis menjadi dubia pada melanoma iris dengan invasi ke epitel anterior atau bila diagnosis dan terapi terlambat dilakukan.¹,²,⁴,⁹

Edukasi Pasien

Jelaskan bahwa sebagian besar tumor iris bersifat jinak dan stabil, namun tetap perlu kontrol rutin.

Edukasi tanda bahaya: pertumbuhan cepat, nyeri, hipema, glaukoma.

Anjurkan pelindung UV dan skrining genetik bila ada riwayat keluarga melanoma.²,⁴,⁸

Kriteria Rujukan

Berdasarkan Panduan Praktik Klinis FKTP (Kemenkes 2022), pasien harus dirujuk jika:

1.

Pertumbuhan lesi ≥ 1 mm dalam 3 bulan.

2.

Vaskularisasi baru, hipema rekuren, atau TIO meningkat.

3.

Diduga melanoma/metastasis.

4.

Fasilitas tidak memiliki slit lamp, gonioskop, atau UBM.

5.

Terdapat komorbid berat (kanker, immunocompromised).²,⁷


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini