Retinopati Diabetik (Diabetic Retinopathy)

Retinopati Diabetik (Diabetic Retinopathy)


Definisi

Retinopati diabetik (RD) adalah komplikasi mikrovaskular kronis diabetes mellitus yang menyebabkan oklusi serta kebocoran kapiler retina dan dapat berujung pada gangguan penglihatan maupun kebutaan.²

Anamnesis

Sebagian besar pasien asimtomatik; keluhan muncul sebagai pandangan kabur, floaters, atau metamorfopsia bila sudah terjadi edema makula diabetik (DME) atau perdarahan vitreus.³,¹³

Etiologi

Hiperglikemia persisten memicu disfungsi endotel, kehilangan perisit, dan mikroangiopati retina.⁴

Klasifikasi

Skala Klinis Internasional (ICDR, 2003)⁵

Stadium (ICDR 2003)Kriteria Klinis Utama
No DRRetina tanpa kelainan
Mild NPDRMikroaneurisma saja
Moderate NPDRLesi > mikroaneurisma namun < kriteria NPDR berat (perdarahan/MA < aturan 4‑2‑1)
Severe NPDRMemenuhi aturan 4‑2‑1 → ≥20 perdarahan/MA di ≥4 kuadran atau venous beading di ≥2 kuadran atau IRMA menonjol di ≥1 kuadran, tanpa neovaskularisasi
PDRNeovaskularisasi diskus/retina dan/atau perdarahan vitreus/preretinal

Skala ETDRS / Airlie House²

Stadium KlinisLesi dominan
Tidak ada DRRetina normal
MikroaneurismaMA tunggal/multipel
NPDR ringanMA ± sedikit perdarahan
NPDR sedangPerdarahan/MA 1–3 kuadran, ± hard exudate/cotton‑wool
NPDR sedang‑beratPerdarahan/MA ≥4 kuadran, venous beading ringan
NPDR beratAturan 4‑2‑1 terpenuhi
PDR awalNVE <½ DD atau NVD <¼–⅓ DD, ± VH kecil
PDR high‑riskNVD ≥¼–⅓ DD ± VH, atau NVE >½ DD + VH
PDR lanjutVH masif, proliferasi fibrosa
PDR sangat lanjutTRD total/retina lepas, NV luas

Edema Makula Diabetik (ETDRS)²

CSME (Clinically Significant Macular Edema):

1.

Penebalan retina ≤500 µm dari fovea; atau

2.

Eksudat keras dengan penebalan berdekatan ≤500 µm; atau

3.

Area penebalan retina ≥1 DD, sebagian berada ≤1 DD dari fovea.

Center‑Involved DME (CI‑DME): Penebalan retina melibatkan pusat fovea (OCT ketebalan sentral >300 µm).

Non‑Center‑Involved DME: Penebalan retina tidak mengenai pusat fovea.

Stadium

Pemetaan praktis:

Mild–Moderate NPDR → ETDRS ≤43

Severe NPDR → ETDRS 47–53

PDR dini/high‑risk → ETDRS 61–65

PDR lanjut/sangat lanjut → ETDRS ≥71.

NPDR: ringan, sedang, berat — ditandai mikroaneurisma, perdarahan, IRMA, dan venous beading.

PDR: neovaskularisasi diskus atau retina, dapat disertai perdarahan vitreus.

Edema makula diabetik (DME): edema pusat (center-involved) atau non-center sesuai tebal fovea.⁵

Patofisiologi

Hiperglikemia kronik memicu empat jalur biokimia utama yang saling terkait:

1.

Jalur poliol – Aldosa reduktase mengubah glukosa menjadi sorbitol, menyebabkan stres osmotik dan deplesi NADPH, sehingga menurunkan cadangan antioksidan (glutation).

2.

Akumulasi advanced glycation end‑products (AGE) – AGE mengakibatkan penebalan membran basal, penurunan elastisitas kapiler, dan pengikatan reseptor RAGE yang meningkatkan stres oksidatif dan respons inflamasi.

3.

Aktivasi protein kinase C (PKC‑β) via diasilgliserol – Meningkatkan permeabilitas endotel, ekspresi VEGF, endotelin‑1, dan ICAM‑1, yang mengakibatkan leukostasis dan kebocoran kapiler.

4.

Jalur heksosamin – Konversi glukosa menjadi UDP‑GlcNAc memodifikasi faktor transkripsi (Sp1), mengakibatkan sintesis matriks ekstraseluler berlebihan.⁴,⁵

Mikroangiopati menyebabkan kehilangan perisit, penebalan membran basal, oklusi kapiler, dan hipoksia retina.

Hipoksia menstabilkan HIF‑1α yang merangsang produksi VEGF dan angiopoietin‑2neovaskularisasi serta peningkatan permeabilitas pembuluh.

Sitokin pro‑inflamasi (IL‑6, TNF‑α) dan molekul adhesi memperburuk kerusakan sawar darah‑retina (BRB) → edema makula.

Fibrosis akibat kontraksi jaringan vaskular proliferatif dapat menyebabkan ablasio retina traksional

Pemeriksaan Fisik

Funduskopi: mikroaneurisma, dot-blot hemorrhage, cotton-wool spot, hard exudate, venous beading; pada PDR terdapat neovaskularisasi diskus/elsewhere dan glasis preretina.⁴,⁵,⁶

Temuan KlinisPatofisiologi
MikroaneurismaKehilangan perisit & penipisan membran basal → dinding kapiler menonjol membentuk kantung kecil.
Perdarahan dot‑blotMikroaneurisma pecah atau kapiler dilatasi bocor di lapisan dalam retina akibat peningkatan tekanan hidrostatik.
Hard exudateKebocoran serum lipoprotein melalui kapiler permeabel → deposit lipid di retina luar.
Cotton‑wool spotOklusi kapiler → iskemia lapisan serabut saraf retina → stasis aksoplasma membentuk tampakan putih berbulu.
Venous beadingHipoksia kronik & kolaps kapiler → dinding vena lemah, beruntai‑untai sebagai penanda non‑perfusi luas.
IRMA (intraretinal microvascular abnormalities)Saluran kolateral intraretinal berkembang untuk mem‑bypass kapiler tertutup akibat iskemia.
Neovaskularisasi (NVD/NVE)Hipoksia retina menstimulasi ekspresi VEGF → pembuluh baru superfisial tipis & rapuh.
Perdarahan preretinal/vitreusPembuluh NV rapuh pecah ke ruang sub‑hialoid/vitreus menimbulkan kehilangan visus tiba‑tiba.
Rubeosis iridisVEGF difus ke segmen anterior memicu NV pada permukaan iris & sudut → risiko glaukoma NV.
RAPDIskemia/infark retina luas menyebabkan asimetri konduksi aferen optik.

Pemeriksaan Tambahan²,⁶

PemeriksaanTujuanPrinsipHasil
Amsler GridDeteksi dini distorsi/mikropsia makularPasien memfokuskan titik pusat kotak bergaris; tiap mata diujiLaporan metamorfopsia atau scotoma pusat → indikasi DME atau iskemia makula
Color fundus photographySkrining & dokumentasi progresiKamera fundus 30°–35°; non‑mydriaticLesi tipikal RD terekam jelas
OCT/OCTASkrining & dokumentasi progresiKamera fundus 30°–35°; non‑mydriaticLesi tipikal RD terekam jelas
OCT/OCTAKuantifikasi DME & non‑perfusiInterferometri & angiografi non‑invasifPenebalan retina, FAZ melebar
Fluorescein angiographyMenilai iskemia & kebocoranPewarna fluorescein iv + foto seriArea non‑perfusi, neovaskular

Dasar Diagnosis

Diagnosis ditegakkan dengan funduskopi dilatasi pupil disertai bukti lesi mikroangiopati khas pada penderita diabetes.²

Diagnosis Banding

DiagnosisPerbedaan
Retinopati hipertensiArteri “copper-wire”, crossing sign, tanpa mikroaneurisma
Oklusi vena retina sentralPenglihatan tiba-tiba hilang, “blood and thunder” seluruh retina
Retinopati radiasiRiwayat radioterapi orbital, telangiektasia kapiler difus
Sickle-cell retinopathyHbS, “sea-fan” neovaskular perifer
Uveitis posterior iskemikSel vitreus & infiltrat inflamasi retina

Penatalaksanaan

Non‑Farmakologis / Manajemen Sistemik(4,7,9)

KlasifikasiIntervensiKeterangan
Pencegahan PrimerEdukasi DM & gaya hidup sehatMenurunkan insidens DR melalui diet sehat, aktivitas fisik 150 menit/minggu, kontrol berat badan
Pencegahan SekunderKontrol metabolik ketatHbA1c < 7 %, TD ≤ 130/80 mmHg, LDL < 100 mg/dL → menunda progresi NPDR
Pencegahan TersierSkrining fundus tahunanDeteksi dini PDR/DME untuk intervensi dini
AdjunctivePenghentian merokok, optimalisasi fungsi ginjalMengurangi faktor risiko progresi DR

Injeksi Intravitreal (5,8,9)

KelasObatDosis/frekuensiIndikasi utamaMekanisme
Anti‑VEGFRanibizumab 0,5 mg (Lucentis®)q4w (loading 3–5x) kemudian PRNCI‑DME, PDR tanpa TRDNetralisasi VEGF‑A → ↓ edema & NV
Aflibercept 2 mg (Eylea®)5x bulanan → q8wCI‑DME (ketebalan sentral > 400 µm)VEGF‑Trap; afinitas tinggi
Bevacizumab 1,25 mg (off‑label)q4–6wCI‑DME, PDRCost‑effective anti‑VEGF
SteroidDexamethasone implant 0,7 mg (Ozurdex®)q4–6 blnDME refrakter/pseudofakiaAnti‑inflamasi, stabilkan BRB
Fluocinolone acetonide 0,19 mg (Iluvien®)Satu kali, efektivitas 36 blnDME kronik > 1 thnSteroid mikro‑dosis berkelanjutan

Laser (9,13)

TeknikParameter kunciIndikasiEfek terapeutik
Pan‑Retinal Photocoagulation (PRP)1200–2000 spot 200–500 µm, durasi 0,1 sPDR, Severe NPDRObliterasi retina iskemik → ↓ VEGF
Focal/Grid LaserSpot 50–100 µm area makula, non‑centerNon‑CI DME, mikroaneurisma leakySeal kapiler bocor & MA
Micropulse/Sub‑thresholdDuty cycle 5–15 %, 577 nmDME dekat foveaStimulasi RPE tanpa koagulasi termal

Operasi (Pars Plana Vitrektomi) (4)

IndikasiTujuan Teknik
VH persisten (> 3 bln) yang menghalangi laserEvakuasi media, endolaser PRP internalPPV 23‑25 G, peeling hialoid
TRD melibatkan makulaLepaskan traksi, re‑attach makulaPPV + membrane peeling + tamponade gas/silikon
TRD kombinasi rhegmatogenHilangkan traksi & tutup robekanPPV + retinotomi + laser barier

Non-Farmakologis

Kontrol ketatkondisi sistemik :

Gula darah glikemia (HbA1c 6,5–7,5 %)

Tekanan darah ≤130/80 mmHg

Kadar lipid.⁷

Komplikasi

Diabetik Macular Edema (DME) terjadi akibat kebocoran kapiler yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan.

Perdarahan vitreus yang timbul dari pembuluh darah baru yang rapuh dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara mendadak.

Ablasio retina traksional akibat fibrosis pembuluh darah baru dapat bersifat irreversibel.

Glaukoma neovaskular yang disebabkan rubeosis iris meningkatkan tekanan intraokular dan dapat mengakibatkan kebutaan.⁴,⁸,¹⁰

Prognosis

Ad vitam: baik; mortalitas lebih ditentukan oleh komorbid sistemik.

Ad functionam: bervariasi; visus terjaga bila NPDR ringan dan faktor risiko terkendali.

Ad sanationam: tidak dapat sembuh total; dapat stabil dengan terapi tepat.¹¹

Edukasi Pasien

Pengendalian glukosa, tekanan darah, lipid,

Berhenti merokok

Segera datang bila pandangan kabur atau muncul floaters.

Rekomendasi Evaluasi Rutin (9,8)

Keparahan RDInterval Pemeriksaan RetinaCatatan Khusus
No DRSetiap 12 bulanDapat diperpanjang 2 tahun bila kontrol metabolik optimal
Mild NPDR6–12 bulanPercepat bila HbA1c > 8 %
Moderate NPDR6 bulanSkrining progresi → NPDR berat
Severe NPDR3–4 bulanSiap PRP jika tanda high‑risk
PDR stable post‑PRP3–6 bulanTambah PRP bila re‑aktivasi NV
PDR aktif / pasca IVT anti‑VEGF4–8 minggu awal, lalu sesuai responsSesuaikan jadwal injeksi PRN
DME (CI-DME)4–12 minggu tergantung terapiEvaluasi respons anti‑VEGF/steroid
Kehamilan dengan DMTrimester I, lalu tiap trimesterRisiko progresi cepat → follow‑up postpartum

DR : Diabetik retinopati; NPDR (Non Proliferatif Diabetic Retinopathy);


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini