Retinopati dan Vaskulopati Hipertensi

Retinopati dan Vaskulopati Hipertensi


Definisi

Retinopati hipertensi adalah kelainan retina yang disebabkan oleh tekanan darah sistemik tinggi yang mempengaruhi arteriola, kapiler, dan vena retina, menyebabkan perubahan struktural dan fungsional vaskular retina. Vaskulopati hipertensi mencakup perubahan pada pembuluh darah retina yang lebih luas, termasuk arteriosklerosis dan oklusi vaskular retina.¹³

Perbedaan Retinopati vs. Vaskulopati Hipertensi

AspekRetinopati HipertensiVaskulopati Hipertensi
DefinisiKelainan retina akibat hipertensi, mencakup kerusakan parenkim retinaKelainan pada pembuluh darah retina akibat hipertensi sistemik
Fokus utamaJaringan retina (edema, eksudat, papil)Pembuluh darah retina (arteriol, kapiler, vena)
Aspek PatologiIskemia retina, edema, eksudasiDisfungsi endotel, sclerosis, AV nicking
Manifestasi khasCotton wool spots, makular star, edema papilCopper/silver wiring, AV nicking, oklusi vena/arteri
Stadium beratGrade 3–4 retinopati ScheieOklusi vena retina, vaskulopati retina hipertensif berat
Tujuan diagnosisEvaluasi dampak hipertensi pada retinaEvaluasi perubahan vaskular retina akibat hipertensi kronik
Retinopati hipertensi adalah manifestasi klinis dari kerusakan retina akibat perubahan vaskular retina (vaskulopati hipertensi)

Etiologi

Penyebab utama adalah hipertensi sistemik, baik esensial maupun sekunder (misalnya karena penyakit ginjal, endokrin, atau kehamilan).

Klasifikasi

Menurut Modified Scheie Classification:

Grade 0: Tidak ada perubahan

Grade 1: Penyempitan arteriol ringan

Grade 2: Penyempitan arteriol jelas dan tidak teratur

Grade 3: Tanda grade 2 + hemoragi dan/atau eksudat

Grade 4: Tanda grade 3 + edema kepala saraf optik (papiledema).¹³

Patofisiologi

1.

Vasokonstriksi arteriol retina → respons awal terhadap tekanan darah tinggi; reversible pada fase dini.

2.

Sclerosis arteriol retina → akibat hipertensi kronis; menyebabkan AV nicking, copper wiring.

3.

Disrupsi sawar darah-retina (BRB) → menyebabkan perdarahan, eksudat keras, dan edema retina.

4.

Iskemia lapisan nerve fiber → menyebabkan cotton wool spots.

5.

Edema kepala saraf optik → tanda lanjut dari hipertensi maligna (grade IV).

6.

Kerusakan choriocapillaris → menyebabkan hipertensive choroidopathy, seperti Elschnig spots dan Siegrist streaks.

7.

Neuropati optik hipertensif → akibat tekanan akut berat menyebabkan edema ONH dan perdarahan flame-shaped.¹¹

Anamnesis

Sebagian besar pasien asimptomatik; bila gejala muncul: penurunan visus, skotoma, atau keluhan neurologis. Gejala muncul karena edema makula, perdarahan retina, atau neuropati optik akibat hipertensi berat.

Pemeriksaan Fisik¹³

TemuanPenjelasan
Arteriol narrowingGeneralized/focal, cerminan vasospasme atau sclerosis
AV NickingKompresi vena di persilangan AV akibat arteriosclerosis
Copper/Silver wiringRefleks berlebihan dinding arteriol karena penebalan
Cotton-wool spotsIskemia lapisan serabut saraf retina (nerve fiber layer)
Flame hemorrhagesPerdarahan superficial, khas pada NFL retina
Macular starEksudat lipid membentuk bintang di makula
Disc edemaEdema papil; tanda hipertensi maligna

Pemeriksaan Penunjang

Fundus Foto: Dokumentasi perubahan retina.

OCT: Deteksi edema retina/subretina.

FA: Evaluasi nonperfusi, kebocoran vaskular.

Pengukuran tekanan darah: wajib.

Dasar Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan oftalmoskopi yang konsisten dan konfirmasi adanya hipertensi sistemik.

Diagnosis Banding

Diagnosis BandingPerbedaan dengan Retinopati Hipertensi
Retinopati diabetikAda mikroaneurisma dan neovaskularisasi, tidak selalu ada hipertensi
Oklusi vena retinaPerubahan lokal sesuai sektor, onset akut
PapilledemaEdema papil bilateral akibat ICP ↑, tidak selalu dengan eksudat
Lupus retinopatiDisertai vaskulitis dan tanda sistemik autoimun
Retinopati anemia beratTerdapat hemoragi retina, tanpa hipertensi sistemik

Penatalaksanaan

Non-Farmakologis

Modifikasi gaya hidup: diet rendah garam, olahraga, berhenti merokok.

Pemantauan tekanan darah dan visus berkala

Farmakologis

Obat & SediaanDosis & FrekuensiFarmakokinetik
Amlodipin 5–10 mg1× sehariCa channel blocker
Captopril 12.5–50 mg2× sehariACE inhibitor
Losartan 50–100 mg1× sehariARB
Atenolol 50–100 mg1× sehariBeta blocker
Furosemid 20–40 mg1× sehariDiuretik loop
Penggunaan obat antihipertensi harus dalam kendali dokter umum atau penyakit dalam.

Operatif

Tidak diperlukan kecuali terdapat komplikasi sekunder seperti oklusi vena retina dengan neovaskularisasi → fotokoagulasi laser sektor.

Komplikasi

KomplikasiPatofisiologi
Oklusi vena/arteri retinaHipertensi kronik → disfungsi endotel → trombosis lokal
Atrofi nervus optikusTekanan tinggi kronis → edema kepala saraf → kompresi akson
Ablasio retina eksudatifEksudasi cairan subretina dari choriocapillaris rusak
Iskemia retina luasNonperfusi kapiler → dropout retina kapiler & IRMA

Hubungan dengan Hipertensi Maligna

Tekanan darah sangat tinggi (sistolik > 180 mmHg ± disertai target organ damage).

Retinopati Grade IV (maligna): Ditandai disc swelling, perdarahan masif, dan eksudat luas.

Fibrinoid necrosis → ruptur kapiler retina → perdarahan → edema retina dan papil.

Hipertensive Choroidopathy

Terjadi pada krisis hipertensi akut: preeklampsia, feokromositoma, hipertensi ginjal.

Manifestasi khas:

Elschnig spots: Infark fokal koroid

Siegrist streaks: Nekrosis fibrinoid linear

Ablasio retina eksudatif bilateral

Retinopati Hipertensi pada Preeklampsia / Eklampsia

AspekKeterangan
Populasi khasIbu hamil trimester 3 dengan tekanan darah tinggi dan proteinuria
PatogenesisVasospasme → hipoperfusi koroid → kebocoran pembuluh
Temuan klinisCotton-wool spots, perdarahan, edema makula, ablasio retina eksudatif
Diagnosis bandingRetinopati diabetik, neuroretinitis, optik neuritis

Prognosis

Ad vitam: Baik, bila hipertensi terkontrol.

Ad functionam: Variabel; bergantung pada tingkat kerusakan retina dan terapi.

Ad sanationam: Baik jika tekanan darah dikontrol sejak dini.

Edukasi Pasien

Pentingnya kontrol tekanan darah secara rutin

Pemeriksaan mata tahunan

Edukasi tentang tanda bahaya seperti penurunan visus mendadak

Catatan Tambahan

Pada kehamilan (preeklampsia/eclampsia), retinopati bisa sangat cepat memburuk.

Hubungan erat dengan retinopati diabetik: perlu skrining ganda bila terdapat diabetes.


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini