Pterigium

Pterigium


Definisi

Pterigium merupakan proliferasi fibrovascular berbentuk segitiga yang berasal dari konjungtiva dan tumbuh secara progresif ke arah kornea, dominan pada daerah interpalpebral fissure

Etiologi

Paparan kronik sinar UV-B

Eksposur lingkungan berulang (debu, asap, angin)

Predisposisi genetik

Kondisi permukaan mata yang kering kronik (dry eye disease).¹,²

Klasifikasi

Stadium I: terbatas pada konjungtiva

Stadium II: invasi ke kornea <2 mm

Stadium III: invasi >2 mm ke kornea namun belum mencapai pupil

Stadium IV: mencapai atau menutupi pupil.⁵

Patofisiologi

Sinar UV-B menginduksi stres oksidatif yang memicu tiga hal:

1.

Ekspresi sitokin proinflamasi

2.

Produksi faktor pertumbuhan vaskular endotel (VEGF)

3.

Aktivasi enzim metalloproteinase matriks.

Proses ini mengakibatkan remodeling matriks ekstraselular dan pembentukan pembuluh darah baru pada kornea. Bersamaan dengan itu, aktivasi fibroblas konjungtiva menyebabkan migrasi sel dan penumpukan jaringan fibrosa abnormal.³

Anamnesis

Keluhan utama: hiperemia persisten, sensasi terbakar, atau perasaan benda asing

Penurunan penglihatan jika lesi mencapai sumbu visual (visual axis)

Riwayat bekerja di luar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama

Masalah penampilan (estetik) ketika lesi terlihat jelas.²,⁵

Pemeriksaan Fisik

Massa berbentuk segitiga dengan vaskularisasi superfisial yang menjalar dari konjungtiva nasal atau temporal ke arah kornea

Irregularitas permukaan kornea dan hiperemia perikornea

Astigmatisme (umumnya with-the-rule) yang terdeteksi pada pemeriksaan keratometri/topografi.⁴,⁸

Pemeriksaan Penunjang

Visus: penilaian dampak refraktif dan sentralitas lesi

Topografi kornea: mendeteksi distorsi astigmatisme ireguler

https://www-reviewofophthalmology-com
https://www-reviewofophthalmology-com

Fotografi serial: memantau progresi dimensi dan vaskularisasi lesi.⁴,⁸

Dasar Diagnosis

Diagnosis bersifat klinis berbasis pemeriksaan biomikroskopi dan identifikasi karakteristik anatomi lesi. Investigasi tambahan berfungsi memperkuat evaluasi progresivitas serta dampak refraktifnya.⁴

Diagnosis Banding⁵,⁷

Diagnosis BandingKarakteristik Pembeda
PinguekulaTidak mencapai limbus; biasanya avaskular dan non-progresif
Dermoid limbalLesi kongenital, berwarna kekuningan, menetap, tidak invasif ke kornea
PseudopterigiumAkibat trauma atau inflamasi, tidak memiliki "head" yang jelas, lokasi variatif, dibedakan dengan test sonde.
Konjungtivitis kronikTidak terdapat proliferasi jaringan; dominan keluhan subjektif
Neoplasma konjungtivaMassa soliter atipikal, permukaan ireguler, sering disertai perdarahan spontan

Penatalaksanaan

Non-Farmakologis

Edukasi pasien mengenai pentingnya perlindungan mata dari sinar UV

Anjurkan penggunaan kacamata pelindung UV dan topi lebar saat beraktivitas di luar ruangan.¹,²

Farmakologis

Tetes air mata buatan (artificial tears) 4–6 kali per hari untuk meningkatkan stabilitas film air mata

Kortikosteroid topikal ringan (fluorometholone 0,1%) 2x sehari selama 7–14 hari untuk inflamasi aktif, hindari penggunaan jangka panjang.⁹

Operatif

Indikasi:

Invasi lesi ke aksis visual

Astigmatisme refraktori

Pertimbangan kosmetik berat

Pertumbuhan progresif berdasarkan dokumentasi serial.⁴,⁵

Teknik Bedah:

Terapi Tambahan:

Mitomycin-C (MMC): Agen antifibrotik intraoperatif.

Beta-radiation: Radiasi adjuvan untuk kasus rekuren tertentu.⁵,⁷

Komplikasi

Kekambuhan, terutama tanpa teknik cangkok/ graft autolog (hingga 40%)

Astigmatisme iatrogenik pasca operasi

Infeksi dan nekrosis graft

Granuloma atau skleritis lokal pada kegagalan penanganan postoperatif.⁵

Prognosis

Ad vitam: bonam, tidak mengancam nyawa.

Ad functionam: bonam apabila dilakukan eksisi tepat waktu sebelum melibatkan visual aksis.

Ad sanationam: dubia ad bonam; ditentukan oleh potensi rekuren dan keberhasilan teknik pembedahan.⁵

Edukasi

Tekankan pentingnya melindungi mata dari sinar UV dan iritasi lingkungan (asap, debu)

Anjurkan penggunaan tetes air mata buatan secara teratur

Hindari trauma mekanik lokal seperti mengucek mata

Segera kontrol jika muncul tanda-tanda kekambuhan.¹,⁵,⁹


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini