
Primary Angle Closure Glaucoma (PACG)
Definisi
Primary Angle Closure Glaucoma (PACG) adalah glaukoma yang terjadi akibat penutupan sebagian atau seluruh sudut bilik mata depan oleh iris, sehingga menghambat aliran humor akuos dan menyebabkan peningkatan tekanan intraokular yang progresif, dengan atau tanpa gejala akut.⁹,¹¹
Etiologi
Etiologi utama PACG bersifat primer, yaitu tidak disebabkan oleh penyakit lain, dan terkait konfigurasi anatomi mata:
Blok pupil: Aliran humor akuos dari bilik posterior ke anterior terhambat di pupil, mendorong iris ke depan.
Plateau iris: Prosesus siliaris anterior menyebabkan iris mendatar dan menutup sudut meskipun bilik anterior tampak dalam.
Lensa besar atau maju: Mendorong iris ke arah trabekulum.
Usia lanjut dan hipermetropia: Terkait bilik mata depan yang lebih dangkal secara fisiologis.⁹,¹¹
Faktor Risiko
Faktor risiko PACG berkaitan erat dengan anatomi bola mata yang predisposisi menutupnya sudut bilik mata depan. Individu dengan bilik anterior dangkal, sudut sempit, serta riwayat keluarga atau etnis tertentu memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami serangan sudut tertutup.
Usia >40 tahun
Jenis kelamin perempuan (struktur anatomi mata lebih dangkal)
Hipermetropia (sumbu bola mata pendek menyebabkan bilik mata depan lebih sempit)
Ras Asia dan Inuit (prevalensi anatomi sudut sempit lebih tinggi)
Riwayat keluarga dengan glaukoma sudut tertutup
Sudut sempit berdasarkan hasil gonioskopi pada mata sebelah
Klasifikasi
Berikut tabel klasifikasi PACG berdasarkan spektrum klinis dan kriteria diagnosis:
| Jenis | Kriteria Gonioskopi | TIO | Kerusakan Saraf Optik / Lapang Pandang | Gejala Klinis |
|---|---|---|---|---|
| PAC Suspect (PACS) | Sudut sempit | Normal | Tidak ada | Tanpa gejala |
| Primary Angle Closure (PAC) | Sudut tertutup parsial / total | Meningkat | Tidak ada | Bisa asimtomatik / nyeri ringan |
| Primary Angle Closure Glaucoma (PACG) | Sudut tertutup | Meningkat | Ada | Bisa akut/kronik |
| Acute PACG | Sudut tertutup total | Sangat tinggi | Ada | Nyeri hebat, mual, penglihatan buram |
| Chronic PACG | Sudut tertutup bertahap | Meningkat/sesekali tinggi | Ada | Asimtomatik hingga lanjut |
Patofisiologi
Penutupan sudut bilik mata depan menyebabkan hambatan aliran humor akuos, sehingga tekanan intraokular meningkat. Tekanan tinggi ini menekan saraf optik dan menimbulkan kerusakan lapang pandang.⁹,¹¹,¹⁴
Anamnesis
Gejala muncul akibat peningkatan tekanan intraokular mendadak dan gangguan aliran humor akuos:
Nyeri mata hebat: akibat lonjakan tekanan
Penglihatan kabur, halo cahaya: karena edema kornea
Mual muntah: akibat aktivasi saraf otonom
Riwayat episode ringan sebelumnya: gejala prodromal subakut
Pemeriksaan Fisik
| Pemeriksaan | Temuan Klinis |
|---|---|
| Visus | Menurun drastis, kadang hanya persepsi cahaya |
| Kornea | Suram, edema akibat TIO tinggi |
| Pupil | Midriasis, oval, tidak reaktif |
| Iris | Mungkin terdapat atrofia atau sinekia anterior |
| TIO | Sangat tinggi (>40 mmHg) |
| Gonioskopi | Sudut tertutup total atau hampir seluruhnya |
| Funduskopi | Ekskavasi saraf optik, cup-disc ratio meningkat jika kronik |
| Glaukomfleken | Bercak putih di kapsul anterior lensa akibat nekrosis epitel lensa karena TIO tinggi |
Pemeriksaan Penunjang
Tonometri: Menilai TIO
Gonioskopi (Shaffer): Menilai sudut bilik mata depan (grade 0–1 menandakan penutupan)
OCT anterior/UBM: Evaluasi konfigurasi iris dan kedalaman bilik anterior
Perimetri & OCT saraf optik: Pada kasus kronik, untuk menilai kerusakan
Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan: sudut tertutup pada gonioskopi, TIO tinggi, gejala klinis khas (pada fase akut), dan/atau kerusakan saraf optik dan lapang pandang.
Diagnosis Banding
| Diagnosis Banding | Perbedaan Utama |
|---|---|
| Glaukoma sudut terbuka | Sudut terbuka, progresif, tanpa nyeri akut |
| Iritis akut | Miosis, nyeri ringan, TIO normal atau rendah |
| Konjungtivitis akut | Tidak ada TIO tinggi atau gangguan visus berat |
| Keratitis herpetik | Lesi kornea dendritik, nyeri dan fotofobia |
| Glaukoma sekunder uveitis | Tanda inflamasi intraokular dan sinekia posterior |
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis
Posisi supine
Rujuk segera ke fasilitas spesialis
Hindari midriatikum dan obati segera jika gejala muncul
Farmakologis
| Obat | Dosis/Frekuensi | Farmakokinetik |
|---|---|---|
| Asetazolamid (oral/IV) | 250 mg 3-4x/hari | ↓ produksi humor akuos (CAI) |
| Mannitol IV | 1–2 g/kg infus cepat | Menurunkan TIO secara osmotik |
| Timolol 0.5% | 1 tetes 2x/hari | ↓ produksi humor akuos |
| Pilokarpin 2% | 1 tetes 4x/hari | Miotik, membuka sudut |
| Prednisolon topikal | Sesuai indikasi | Mengurangi inflamasi |
Operatif
Laser iridotomi: Membuat lubang pada iris perifer untuk aliran humor akuos (definitif)
Iridectomy: Pembedahan bila laser tidak memungkinkan
Trabekulektomi: Jika kerusakan menetap atau TIO tidak terkontrol setelah laser
Komplikasi
Kerusakan saraf optik permanen: akibat TIO tinggi berulang
Glaukoma absolut: bola mata keras, tidak melihat sama sekali
Edema kornea kronik: kerusakan endotel kornea akibat tekanan tinggi
Sinekia anterior: perlengketan iris ke trabekulum yang bersifat permanen
Katarak sekunder: akibat serangan akut atau inflamasi kronik
Prognosis
Ad vitam: Baik jika ditangani cepat
Ad functionam: Buruk bila keterlambatan penanganan
Ad sanationam: Dapat stabil bila dilakukan iridotomi dan kontrol TIO tepat
Edukasi Pasien
Waspadai gejala serangan (nyeri, halo, mual)
Segera ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala
Pemeriksaan mata berkala, terutama jika ada riwayat keluarga
Iridotomi profilaksis pada mata kontralateral dengan sudut sempit
Catatan Tambahan
PACG adalah kegawatdaruratan oftalmologis
Tindakan segera dapat mencegah kebutaan