Perdarahan Vitreous

Perdarahan Vitreous


Definisi

Perdarahan vitreous adalah akumulasi darah dalam badan kaca (vitreous) akibat ruptur pembuluh darah intraokular, baik normal maupun abnormal seperti neovaskularisasi.¹

Etiologi

Retinopati diabetik proliferatif

Oklusi vena retina

Trauma tumpul atau tembus

Robekan retina (dengan atau tanpa ablasio)

Neovaskularisasi iris (rubeosis iridis)

Tumor intraokular

Uveitis posterior.¹,²,³,⁴,⁵,⁶,⁷

Klasifikasi

1.

Primer — akibat trauma atau robekan retina

2.

Sekunder — akibat neovaskularisasi (retinopati diabetik, BRVO, CRVO)

3.

Dengan ablasio retina — rhegmatogen

4.

Tanpa ablasio retina — proliferatif atau spontan

Patofisiologi

Neovaskularisasi retina membentuk pembuluh darah baru yang rapuh dan mudah pecah, yang dapat menyebabkan perdarahan ke dalam vitreous. Selain itu, traksi vitreoretinal dan ruptur juga dapat memicu terjadinya perdarahan.¹⁰

Anamnesis

Penurunan penglihatan mendadak seperti tertutup tirai gelap.

Melihat benda-benda melayang (floaters).

Kadang disertai kilatan cahaya (fotopsia).

Riwayat diabetes melitus jangka panjang.

Riwayat trauma pada bola mata.⁴,⁵,¹¹

Pemeriksaan Fisik

Visus (ketajaman penglihatan) menurun.

Mata tenang atau terlihat adanya tanda traksi retina.

Refleks pupil normal, atau terdapat RAPD bila kerusakan retina luas.

Pemeriksaan funduskopi sulit dilakukan bila perdarahan vitreous cukup padat.¹²

Pemeriksaan Tambahan

PemeriksaanTujuanPrinsipHasil
USG-B ScanVisualisasi retina bila opasitas mediaGelombang ultrasonikDeteksi ablasio retina, massa, dense VH
OCTMenilai edema retinaInterferometri cahayaEdema makula, traksi
FFAIdentifikasi sumber neovaskularisasiPewarnaan pembuluh darahKebocoran, ischemia retina

Dasar Diagnosis

Anamnesis khas

Pemeriksaan fisik

Funduskopi (jika memungkinkan) atau USG

Diagnosis Banding

DiagnosisPerbedaan
Ablasio retinaAda robekan retina atau tarikan, retina tampak terlepas
Uveitis posteriorTanda inflamasi intraokular, flare, sel
Oklusi vena retinaFlame hemorrhage, dilatasi vena, eksudat
RetinoblastomaLeukokoria pada anak, massa intraokular
EndophthalmitisNyeri berat, discharge purulen, injeksi siliaris

Penatalaksanaan

Non-Farmakologis

Tirah baring kepala tegak

Hindari aktivitas berat

Edukasi dan observasi bila perdarahan ringan

Farmakologis

Terapi Medikamentosa 🟨

ObatSediaanDosis & FrekuensiMerek Dagang (Indonesia)Mekanisme
Tranexamic acidTablet 500 mg500–1000 mg 2–3x/hari, 5–7 hariTransamin, CyklokapronAnti-fibrinolitik: stabilisasi bekuan darah
RanibizumabInjeksi intravitreal 0.5 mg1x/bulan jika ada neovaskularisasiLucentisAnti-VEGF, menghambat angiogenesis
BevacizumabInjeksi intravitreal 1.25 mg1x/bulan, off-labelAvastinAnti-VEGF, regresi neovaskularisasi
Triamcinolone acetonideInjeksi intravitreal 4 mgSatu kali, bisa diulang jika rekurenTriesenceAnti-inflamasi steroid
Kortikosteroid oral (jika disertai inflamasi)TabletPrednison 1 mg/kg/hari, taperingDeltacortrilImunosupresif antiinflamasi

Catatan: Pemberian anti-VEGF dan steroid intravitreal dilakukan oleh dokter subspesialis retina.

Operatif

Pars plana vitrectomy (PPV): evakuasi darah vitreous, indikasi bila VH >3 bulan atau dense disertai ablasio retina

Fotokoagulasi laser panretina: menghentikan neovaskularisasi bila memungkinkan

Komplikasi

Ablasio retina traksional: akibat jaringan fibrosis pasca-perdarahan.

Recurrent VH: bila neovaskularisasi aktif atau gagal terapi primer.

Glaukoma neovaskular: akibat rubeosis iridis menutup sudut bilik mata.¹²

Prognosis

Ad vitam: Baik (jarang mortal)

Ad functionam: Tergantung kecepatan diagnosis dan terapi; baik bila segera ditangani

Ad sanationam: Baik pada perdarahan ringan, buruk bila komplikasi seperti ablasio retina

Edukasi

Pemeriksaan rutin pada pasien DM

Kontrol tekanan darah dan gula darah

Hindari trauma mata

Segera ke dokter bila floaters atau penurunan visus mendadak

Tambahan Data

Kriteria rujukan: setiap pasien dengan tanda retinopati atau VH harus dirujuk ke dokter mata subspesialis retina


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini