Perdarahan Subkonjungtiva

Perdarahan Subkonjungtiva


Definisi dan Batasan

Perdarahan subkonjungtiva merupakan akumulasi darah di bawah konjungtiva bulbi yang terjadi karena pecahnya pembuluh darah superfisial.

Kondisi ini tampak sebagai bercak merah terang di bawah konjungtiva dan umumnya tidak menyebabkan nyeri atau gangguan penglihatan.

Meskipun bersifat jinak, perdarahan subkonjungtiva dapat mengindikasikan adanya kelainan sistemik seperti koagulopati, vaskulitis, atau hipertensi.¹

Etiologi

Trauma tumpul pada mata

Manuver Valsalva (batuk berat, muntah, mengejan)

Hipertensi sistemik

Gangguan pembekuan darah seperti hemofilia atau leukemia

Penggunaan antikoagulan (aspirin, warfarin)

Pasca operasi mata

Penyakit vaskular seperti limfangioma dan sarkoma Kaposi

Idiopatik (tidak ditemukan penyebab pasti).¹,²,³,⁶,⁹

Klasifikasi

Klasifikasi BerdasarkanSubklasifikasi
EtiologiTraumatik, Non-traumatik
Luas LesiTerbatas (<1/3 permukaan sklera), Luas (>1/3 permukaan sklera)

Patofisiologi

Pecahnya kapiler konjungtiva menyebabkan darah masuk ke ruang subkonjungtiva. Kapiler konjungtiva sangat rapuh dan mudah pecah oleh peningkatan tekanan vena tiba-tiba atau trauma ringan. Pada pasien dengan gangguan hematologi atau vaskular, risiko perdarahan spontan meningkat.⁶

Anamnesis

Bercak merah muncul tiba-tiba di bagian putih mata

Tidak ada nyeri maupun gangguan visus

Riwayat trauma

Aktivitas mengejan atau batuk berat sebelumnya

Riwayat hipertensi

Penggunaan antikoagulan (aspirin, warfarin)

Riwayat penyakit sistemik (misal: koagulopati, leukemia).³,⁶,⁷

Pemeriksaan Fisik

Bercak merah terang pada sklera

Tidak ada injeksi silier

Tidak ada nyeri tekan

Visus tetap normal

Tekanan intraokular dalam batas normal

Tidak ditemukan sekret.²,³,¹⁰

Pemeriksaan Tambahan

Pemeriksaan tekanan darah

Pemeriksaan hematologi lengkap

Pemeriksaan koagulasi: PT, aPTT, INR

Funduskopi untuk menyingkirkan perdarahan intraokular.³,⁶,¹⁰

Dasar Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang khas yaitu bercak merah pada sklera tanpa disertai tanda peradangan, kemudian dikonfirmasi melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.²

Diagnosis Banding

Diagnosis BandingPerbedaan Utama dengan Perdarahan Subkonjungtiva
Konjungtivitis hemoragikDisertai sekret, rasa gatal, dan tanda infeksi
EpiskleritisInjeksi sektoral, nyeri tekan ringan
SkleritisNyeri berat, injeksi difus, visus menurun
Hemangioma konjungtivaLesi vaskular menonjol, tidak muncul mendadak
Melanosis konjungtivaPewarnaan hitam/coklat, tidak hilang spontan

Penatalaksanaan

Non-Farmakologis

Edukasi pasien bahwa kondisi akan membaik secara spontan dalam 1–2 minggu

Kompres dingin dapat diberikan pada kasus traumatik yang disertai edema.²,¹⁰

Farmakologis

Tetes mata pelumas (air mata buatan) untuk meredakan iritasi

Antibiotik atau steroid topikal diberikan hanya jika terdapat infeksi sekunder

Hindari penggunaan NSAID sistemik karena berisiko meningkatkan perdarahan.³,¹⁰

Operasi

Tidak diperlukan tindakan pembedahan.¹⁰

Komplikasi

Komplikasi jarang terjadi. Namun, jika perdarahan berulang atau menetap lebih dari 3 minggu, diperlukan evaluasi lebih lanjut karena hal ini dapat mengindikasikan adanya gangguan sistemik seperti hipertensi atau kelainan koagulasi.³,⁶

Prognosis

Ad vitam: bonam → bersifat jinak dan tidak memiliki risiko mortalitas.

Ad functionam: sanam → tidak mempengaruhi ketajaman penglihatan atau fungsi visual, sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ad sanationam: sanam → sembuh spontan dalam waktu 7-14 hari tanpa pengobatan dan jarang menimbulkan komplikasi jangka panjang.¹²

Edukasi

Pasien harus diberitahu bahwa kondisi ini bersifat jinak dan tidak menular.

Jika perdarahan berulang atau muncul gejala tambahan →, evaluasi lanjutan diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit sistemik seperti hipertensi atau gangguan pembekuan darah.¹,³,⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini