
Non-Arteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy (NAION) [2]
Definisi dan Batasan
NAION adalah neuropati optik iskemik akibat hipoperfusi akut cabang short posterior ciliary arteries pada papil optik tanpa disertai peradangan
Penyebab tersering kehilangan penglihatan mendadak non-inflamasi pada usia di atas 50 tahun.¹⁻⁴
Etiologi dan Faktor Risiko
NAION terjadi akibat iskemia segmental diskus optikus yang disebabkan oleh gangguan perfusi mikrosirkulasi cabang short posterior ciliary arteries tanpa proses inflamasi.¹⁻⁴
Faktor Risiko:
Patofisiologi
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang pada NAION bertujuan untuk:
Mengonfirmasi diagnosis dengan memvalidasi temuan klinis iskemik pada saraf optikus.
Menyingkirkan arteritic AION (GCA) dan penyebab neuropati optik lainnya.
Mengidentifikasi faktor risiko sistemik yang mendasari gangguan perfusi diskus optikus.¹⁻⁵
Penatalaksanaan 🟨
Tujuan penatalaksanaan :
Mencegah perburukan mata yang tekena
Mencegah keterlibatan mata kontralateral
Mengoptimalkan kondisi sistemik (TD, glukosa, lipid, OSA, anemia).¹⁻⁴
Non-Farmakologis
Optimasi faktor risiko vaskular: Targetkan tekanan darah, glukosa darah, dan profil lipid sesuai pedoman penyakit dalam untuk menurunkan risiko kejadian vaskular berulang.
Hindari hipotensi nokturnal: Evaluasi pola penggunaan antihipertensi malam hari. Pertimbangkan penjadwalan ulang dosis bila terdapat penurunan tekanan darah berlebihan saat tidur (berbasis ABPM atau riwayat klinis).
Skrining dan tata laksana OSA: Rujuk untuk polysomnography bila kecurigaan tinggi. CPAP dapat menstabilkan oksigenasi dan mengurangi fluktuasi perfusi optikus.
Modifikasi gaya hidup: Anjurkan berhenti merokok, koreksi anemia atau dehidrasi, dan tata laksana penyakit ginjal kronik.
Edukasi obat pemicu: Evaluasi kebutuhan PDE-5 inhibitor. Pada pengguna agonis GLP-1 (misalnya semaglutide), sampaikan peringatan bahwa risiko NAION sangat jarang—jangan hentikan obat tanpa koordinasi dengan dokter penyakit dalam atau endokrin.
Tindak lanjut terstruktur: Jadwalkan kontrol pada 2–3 minggu pertama (evaluasi visus, pupil, perimetri, dan OCT), kemudian setiap 6–8 minggu hingga kondisi stabil.¹-⁵,⁷
Farmakologis¹-⁴
Hingga kini tidak ada terapi yang terbukti mengembalikan penglihatan pada NAION.
Intervensi bersifat kontrol risiko sistemik dan profilaksis vaskular
Steroid sistemik tidak direkomendasikan rutin (evidence tidak konsisten).
Komplikasi
Komplikasi NAION umumnya berkaitan dengan kerusakan permanen serabut saraf optikus akibat infark iskemik dan dampak lanjutannya pada fungsi visual maupun anatomi saraf optikus.¹⁻⁵
Atrofi Optik Sekunder.
Penurunan Tajam Penglihatan Permanen.
Keterlibatan Mata Kontralateral : 10–15% dalam 5 tahun; meningkat pada pasien dengan diabetes, hipertensi tidak terkontrol, atau “disc at risk” bilateral.
Penurunan Sensitivitas Kontras & Persepsi Warna.
Dampak Psikologis dan Fungsional karena kehilangan penglihatan.³,⁴
Prognosis
Edukasi Pasien
Jelaskan bahwa NAION bukan penyakit menular, melainkan akibat gangguan aliran darah ke saraf optik.
Penglihatan dapat hanya pulih sebagian karena serabut saraf optikus sudah rusak permanen.
Kontrol ketat faktor risiko vaskular (tekanan darah, gula darah, kolesterol).
Hentikan merokok dan jaga hidrasi tubuh.
Lakukan skrining obstructive sleep apnea (OSA) bila mendengkur berat atau sering mengantuk di siang hari; gunakan CPAP bila dianjurkan.
Waspadai obat yang dapat memengaruhi perfusi optikus
Lakukan pemeriksaan lanjutan rutin setiap 6–8 minggu sampai kondisi stabil.
Periksa mata sebelahnya secara berkala
Bila penglihatan tidak pulih, rujuk ke layanan rehabilitasi low-vision
Gunakan pencahayaan yang cukup terang dan hindari posisi tidur yang menekan kepala terlalu lama di satu sisi.
Kriteria Rujukan
Rujuk segera (<24 jam) bila pasien usia >50 tahun mengalami penurunan visus mendadak tanpa nyeri, edema diskus optikus, atau RAPD positif.
Rujuk ntuk evaluasi lanjutan (OCT, FFA, perimetri) atau bila visus terus menurun.
Rujuk untuk rehabilitasi low-vision, evaluasi mata kontralateral, atau pengelolaan komorbid sistemik (DM, HT, OSA).