
Mata Kering (Dry Eye Disease)
Fisiologi air mata
Definisi
Dry Eye Disease (DED) adalah gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan hilangnya keseimbangan lapisan air mata dan disertai gejala subjektif. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketidakstabilan lapisan air mata, peningkatan osmolaritas, peradangan permukaan mata, dan gangguan neurosensorik.¹
Etiologi
ADDE: Gangguan produksi air mata (contoh: Sjögren, penuaan, radioterapi)
EDE: Peningkatan penguapan air mata akibat MGD, blefaritis, paparan AC, aktivitas menatap layar, dan defisiensi vitamin A.²
Klasifikasi¹,²,³,⁴
| Aspek | Aqueous Tear Deficiency (ATD) | Evaporative Dry Eye (EDE) |
|---|---|---|
| Definisi | Kekurangan produksi air mata oleh kelenjar lakrimal | Penguapan berlebih air mata akibat disfungsi lapisan lipid |
| Patofisiologi utama | Gangguan kelenjar lakrimal (atrofi, infiltrasi limfosit) | Disfungsi kelenjar Meibom (MGD), paparan lingkungan |
| Penyebab khas | Sindrom Sjögren, usia lanjut, radioterapi | MGD, paparan layar, lensa kontak, blefaritis |
| Tanda khas | Schirmer rendah, tear meniscus sangat tipis | TBUT sangat singkat, tanda MGD di tepi kelopak |
| Gejala khas | Sensasi mata kering konstan, visus buram progresif | Keluhan lebih berat pada pagi hari, berpasir, memburuk saat aktivitas visual |
| Pewarnaan epitel | Biasanya diffuse (terutama inferior) | Fokal, punctate terutama temporal/interpalpebral |
| Terapi utama | Pelumas air mata (tanpa pengawet), cyclosporin, pilokarpin (jika Sjögren) | Kompres hangat, pembersihan kelopak, terapi MGD (IPL, doxycycline topikal/oral) |
| Respons terhadap punctal plug | Sering bermanfaat | Bisa memperburuk jika inflamasi dominan (karena menahan mediator inflamasi) |
| Evaluasi sistemik | Sering perlu pemeriksaan autoimun (anti-SSA/SSB) | Jarang perlu evaluasi sistemik |
| Prognosis | Kurang baik bila terkait autoimun | Umumnya baik bila MGD ditangani dengan benar |
Subklasifikasi Tambahan: ATD
| Subtipe ATD | Karakteristik Klinis |
|---|---|
| Sjögren-associated ATD | Autoimun sistemik, menyerang kelenjar lakrimal; terbagi menjadi primer (hanya eksokrin) dan sekunder (dengan RA, SLE, dll) |
| Non-Sjögren ATD | Penurunan fungsi kelenjar lakrimal akibat usia lanjut, radioterapi, obat sistemik, denervasi refleks lakrimasi, fibrosis |
Subklasifikasi Tambahan: EDE¹,²,³,⁴
| Subtipe EDE | Penyebab Klinis |
|---|---|
| EDE Intrinsik | Disfungsi kelenjar Meibom (MGD), gangguan blinking, kelainan kelopak, defisiensi androgen |
| EDE Ekstrinsik | Lensa kontak, paparan lingkungan (debu, AC), toksisitas obat topikal, defisiensi vitamin A |
Patofisiologi
DED menyebabkan gangguan kestabilan lapisan air mata dan peningkatan osmolaritas, yang mengaktifkan sitokin proinflamasi (IL-1, TNF-α, MMPs), menyebabkan kerusakan sel epitel, hilangnya goblet cell, dan gangguan fungsi mukin.³
Anamnesis
Keluhan mata kering, panas, gatal, terasa berpasir
Fluktuasi visus saat melihat layar
Riwayat lensa kontak, penyakit autoimun (misal: Sjögren), penggunaan AC
Pemeriksaan Fisik
TBUT <10 detik
Schirmer I <10 mm/5 menit
Pewarnaan fluorescein/lissamine green (+)
Tear meniscus tipis
Tanda MGD: sumbatan orifisium, telangiektasis.⁴
Pemeriksaan Tambahan
Osmolaritas >308 mOsm/L
MMP-9 (+)
Sitologi konjungtiva: goblet cell ↓
Anti-SSA/SSB jika curiga Sjögren.⁴
Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakkan bila terdapat gejala khas + minimal satu pemeriksaan objektif abnormal.⁴
Diagnosis Banding
| Diagnosis Banding | Perbedaan Khas |
|---|---|
| Keratitis neurotropik | ↓ sensasi kornea, tidak nyeri, pewarnaan tidak merata |
| Konjungtivitis alergi | Gatal dominan, disertai papil konjungtiva |
| Blefaritis rosasea | Disertai eritema wajah dan papulopustula |
| Post-LASIK dry eye | Riwayat operasi, onset mendadak |
| Nyeri neuropatik | Gejala berat tanpa kelainan klinis signifikan |
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis
Hindari paparan AC, kipas, debu
Blink training, hidrasi cukup
Gunakan humidifier ruangan
Kompres hangat, pembersihan kelopak⁵
Farmakologis
| Obat | Dosis | Mekanisme Singkat | Merek Dagang |
|---|---|---|---|
| Artificial tears | 1–2 tetes, 4–6×/hari | Melumasi permukaan okular | Tears Naturale, Cendo Lyteers |
| Cyclosporin A 0.05% | 2×/hari | ↓ aktivasi limfosit-T | Restasis |
| Steroid topikal ringan | 2–4×/hari, jangka pendek | Antiinflamasi akut | Flucon, Pred Forte |
| Lifitegrast | 2×/hari | ICAM-1 antagonist | - |
| Omega-3 oral | 1000–2000 mg/hari | Antiinflamasi sistemik | Nordic Naturals |
| Pilokarpin oral | 5 mg 3×/hari | Merangsang kelenjar lakrimal | Salagen |
Prosedur lainnya
Prosedur tersebut adalah tindakan medis non-farmakologis yang dilakukan oleh dokter mata untuk meningkatkan retensi air mata, mengurangi inflamasi lokal, dan melindungi permukaan kornea pada pasien dengan DED tingkat sedang hingga berat.⁶,⁷
| Prosedur | Penjelasan | Tujuan Klinis |
|---|---|---|
| Punctal plug | Penutupan puncta dengan bahan kolagen atau silikon | Mengurangi drainase air mata, meningkatkan waktu retensi film |
| Scleral lens | Lensa khusus yang menciptakan reservoir lembap di atas kornea | Melindungi epitel kornea dan menjaga kelembaban konstan |
| Autologous serum drops | Tetes mata dari serum darah pasien sendiri yang kaya faktor pertumbuhan | Menstimulasi regenerasi epitel dan menurunkan inflamasi |
| Intense Pulsed Light (IPL) | Terapi cahaya intens pada kulit periorbital untuk MGD | Mengurangi inflamasi dan memperbaiki sekresi lipid oleh kelenjar Meibom |
Komplikasi
Timbul akibat inflamasi dan kerusakan epitel yang tidak tertangani, yang memperburuk struktur dan fungsi permukaan okular.
Ulkus kornea dan perforasi (jarang)
Neovaskularisasi, jaringan parut
Penurunan visus dan kualitas hidup.¹,²,³,⁷
Prognosis
Ad vitam: bonam
Ad functionam: dubia ad sanam
Ad sanationam: malam pada Sjögren, bonam pada kasus ringan
Edukasi
Gunakan pelumas mata secara rutin, meskipun gejala membaik, untuk menjaga kestabilan lapisan air mata.
Hindari paparan langsung dari angin, kipas, dan AC; gunakan pelindung mata jika diperlukan.
Istirahatkan mata saat bekerja di depan layar setiap 20 menit (aturan 20-20-20).
Edukasi pentingnya hidrasi tubuh (minimal 2 liter air/hari).
Jaga kebersihan kelopak mata dan bulu mata setiap hari terutama jika ada blefaritis atau MGD.
Gunakan kacamata pelindung di lingkungan berdebu atau kering.
Beritahu pasien bahwa kondisi ini bersifat kronis dan membutuhkan terapi jangka panjang.
Pasien perlu tahu kapan harus kembali kontrol, terutama jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam 4–6 minggu terapi awal.
Rujuk jika gejala refrakter, terdapat gejala sistemik, atau mencurigai Sjögren syndrome.¹,²,⁴,⁵,⁶
Catatan
Evaluasi obyektif penting karena gejala tidak selalu sesuai dengan temuan fisik.
Gejala berat dapat bersumber dari nyeri neuropatik, bukan hanya kekeringan air mata.⁴