
Laserasi Kelopak Mata
Definisi
Laserasi kelopak mata adalah robekan pada jaringan palpebra yang disebabkan trauma tumpul atau tajam. Robekan ini dapat mengenai struktur superfisial hingga mendalam, termasuk margin kelopak, saluran lakrimal, dan septum orbita.¹
Etiologi
Penyebab utama adalah trauma benda tajam (seperti pisau, kaca, atau kuku) atau trauma tumpul berkecepatan tinggi (seperti kecelakaan kendaraan bermotor atau benturan keras pada wajah).¹
Klasifikasi
Laserasi kelopak diklasifikasikan berdasarkan kedalaman dan lokasi anatomi:
Superfisial: hanya mengenai kulit dan subkutan
Dalam: melibatkan otot orbikularis, tarsus, hingga konjungtiva tarsal
Marginal: mengenai tepi kelopak
Melibatkan sistem lakrimal: mencakup pungtum dan kanalikuli lakrimal.²
Patofisiologi
Kerusakan jaringan kelopak mata mengganggu integritas pelindung okular. Keterlibatan margin palpebra dapat mempengaruhi fungsi proteksi kornea dan distribusi air mata. Cedera saluran lakrimal mengganggu drainase air mata dan dapat menyebabkan epifora permanen jika tidak ditangani dengan tepat.³
Anamnesis
Mekanisme dan waktu trauma
Riwayat penggunaan benda tajam atau kecelakaan
Keluhan penglihatan kabur, epifora, atau nyeri
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi laserasi: ukuran, kedalaman, keterlibatan margin
Evaluasi adanya ekimosis (perdarahan subkutan) dan edema, karena dapat menyulitkan identifikasi tepi luka dan struktur dalam kelopak.
Bila terlihat jaringan lemak, curigai keterlibatan septum orbita atau robekan yang menembus orbita dan pertimbangkan pemeriksaan imaging lebih lanjut.
Pemeriksaan pungtum dan kanalikuli :
Tes fluorescein pada pungtum untuk deteksi kebocoran
Evaluasi gerakan bola mata dan orbita untuk cedera terkait.⁴
Pemeriksaan Tambahan
CT-scan orbita: bila dicurigai ada keterlibatan fraktur tulang atau benda asing intraorbita
Tes patensi lakrimal: Tes probing, Anel test dan dye disappearance test untuk mengevaluasi integritas dan patensi saluran lakrimal, terutama bila laserasi terjadi dekat medial canthus atau tampak cedera pada pungtum/kanalikuli.
Gambar Tes tambahan
Terapi Non-Farmakologis
Irigasi luka dengan NaCl fisiologis steril
Evaluasi integritas bola mata sebelum manipulasi luka dengan penlight atau slit-lamp bila tersedia
ATS (tetanus toxoid) 0,5 mL intramuskular sekali, terutama jika status imunisasi tidak diketahui
Debridemen minimal dan hati-hati karena vaskularisasi palpebra yang tinggi mempercepat penyembuhan
Penutupan luka dengan memperhatikan keselarasan anatomis margin dan tarsus, serta mempertahankan fungsi palpebra dan sistem lakrimal
Kompres dingin awal untuk mengurangi edema.²,⁴,⁵,¹⁰
Terapi Farmakologis
| Klasifikasi | Obat | Dosis & Frekuensi | Mekanisme / Farmakokinetik Singkat |
|---|---|---|---|
| Antibiotik Topikal | Gentamisin salep | Salep mata 2–3×/hari | Aminoglikosida, bakterisidal, menghambat sintesis protein bakteri⁹ |
| Antibiotik Topikal | Eritromisin salep | Salep mata 2–3×/hari | Makrolida, menghambat transpeptidasi ribosom bakteri⁹ |
| Analgetik | Paracetamol | 500 mg tiap 6–8 jam bila perlu | Analgesik non-opioid, kerja sentral⁹ |
| Antibiotik Sistemik | Amoksisilin + asam klavulanat | 625 mg tiap 8 jam × 7 hari (infeksi gigitan) | Beta-laktam, kerja bakterisidal terhadap gram+ dan anaerob⁹ |
Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan kombinasi:
Anamnesis: trauma akut pada wajah atau mata
Pemeriksaan klinis langsung: terlihat luka pada kelopak, terutama jika melibatkan margin palpebra
Evaluasi fungsi lakrimal dan orbita: untuk menyingkirkan keterlibatan struktur penting seperti kanalikuli atau muskulus orbikularis
Imaging (CT-scan): bila terdapat kecurigaan keterlibatan tulang orbita, benda asing, atau luka tembus.⁵
Diagnosis Banding
| Diagnosis Banding | Perbedaan Utama |
|---|---|
| Blefaritis traumatik | Tidak ada luka terbuka, hanya inflamasi margin kelopak |
| Herpes Zoster Oftalmikus | Terdapat lesi vesikel berkelompok di sepanjang dermatom |
| Hordeolum internum | Benjolan lokal nyeri tanpa robekan jaringan |
| Trauma kontusio | Tidak ada robekan, hanya hematoma atau edema |
| Benda asing palpebra | Tidak ada luka terbuka, tetapi iritasi dan sensasi benda asing |
Operasi
Debridement dan penjahitan lapis per lapis: kulit, otot, tarsus, konjungtiva
Penjahitan margin palpebra dengan memperhatikan titik Grey line dan alignment bulu mata
Rekonstruksi kanalikuli lakrimal bila cedera pungtum atau kanalikulus:
Pemasangan silicon tube (seperti Crawford tube) selama 3–6 bulan
Harus dilakukan oleh dokter spesialis mata dalam waktu 24 jam setelah trauma
Laserasi Superfisial:
Jahit menggunakan benang nilon 6-0 dengan teknik interrupted atau simple mattress, lepas jahitan setelah 5–7 hari
Laserasi Full-thickness:
Penjahitan dilakukan lapis demi lapis: tarsus dijahit dengan benang polyglactin 5-0 (dapat diserap), kemudian kulit dijahit dengan benang silk atau nylon 6-0
Laserasi dengan keterlibatan kanalikuli lakrimal:
Dilakukan pemasangan stent silikon (Monoka/Crawford) yang harus dilaksanakan dalam waktu 24 jam
Rujuk segera ke dokter spesialis mata jika keterlibatan sistem lakrimal tidak dapat ditangani di FKTP.²,⁴,⁵⁶,⁵⁷
Teknik Pembedahan
Jahitan absorbable pada lapisan dalam (6-0 vicryl), non-absorbable pada kulit (6-0/7-0 nylon)
Anastomosis kanalikuli dilakukan dengan mikroskop operatif menggunakan teknik pemasangan silicon tube.⁸
Komplikasi
Infeksi luka
Entropion/ektropion akibat jaringan parut
Trikiasis (bulu mata ke arah bola mata)
Epifora kronik bila kanalikuli tidak ditangani dengan baik
Kelainan kosmetik palpebra.⁴
Prognosis
Dengan penanganan cepat dan tepat, prognosis baik secara fungsional dan kosmetik. Keterlibatan sistem lakrimal atau keterlambatan penanganan dapat memperburuk hasil:
Ad vitam: Bonam (jarang menyebabkan kematian)
Ad functionam: Dubia (bergantung integritas struktur lakrimal dan margin)
Ad sanationam: Dubia ad bonam bila ditangani dini oleh spesialis.⁴,⁵
Edukasi
Pasien harus diedukasi tentang pentingnya mendapatkan penanganan segera
Pemantauan tanda infeksi dan epifora pasca operasi
Edukasi kepada pasien untuk mencegah trauma berulang pada area mata
Anjurkan penggunaan pelindung mata saat melakukan aktivitas berisiko tinggi
Perlu ditekankan bahwa luka pada tepi kelopak mata dan sistem lakrimal harus ditangani oleh dokter spesialis mata
"Sesuai SKDI, kompetensi penanganan laserasi kelopak mata berada pada tingkat 3B".²,⁷
Catatan
Penanganan oleh tenaga medis berpengalaman penting dalam kasus laserasi margin atau kanalikuli
Debridemen seminimal mungkin karena vaskularisasi tinggi mempercepat penyembuhan
Bila ragu atau keterlibatan bola mata dicurigai, lakukan rujukan sesuai kriteria TACC (Time, Age, Complication, Comorbidity):
T (Time): jika luka sudah melebihi golden period atau keterlambatan penanganan
A (Age): usia ekstrem (bayi, lansia) dengan risiko komplikasi lebih tinggi
C (Complication): terdapat komplikasi seperti perdarahan hebat atau infeksi menyebar
C (Comorbidity): terdapat penyakit penyerta yang memperberat kondisi (mis. DM, gangguan imun)
Kompetensi dokter umum untuk laserasi kelopak mata adalah 3B: diagnosis, tatalaksana awal, dan rujuk bila perlu.²,³,⁵,⁷