Konjungtivitis Viral [4A]

Konjungtivitis Viral [4A]


Definisi dan Batasan

Konjungtivitis viral adalah peradangan konjungtiva akibat infeksi virus

Ditandai dengan mata merah akut, sekret serosa, folikel pada konjungtiva, dan sangat menular.

Faktor risiko: kontak erat dengan penderita, higiene buruk, penggunaan bersama alat pribadi, kondisi imunitas rendah.⁶,⁷,¹¹,¹²

Klasifikasi dan Etiologi

Pemeriksaan Tambahan

PCR: deteksi DNA virus (spesifik, sensitif).

Kultur virus: jarang dilakukan rutin, dilakukan untuk mengidentifikasi etiologi, terutama pada wabah atau kasus atipikal.⁶,¹¹

Diagnosis Banding

DiagnosisPerbedaan dengan Konjungtivitis Viral
Konjungtivitis bakteriSekret purulen, lengket, onset cepat
Konjungtivitis alergiGatal dominan, sekret mukoid, riwayat atopik
Konjungtivitis klamidiaKronis, folikel, sekret mukopurulen, riwayat seksual
Keratitis herpetikNyeri, fotofobia, lesi dendritik dikornea
Dry Eye DiseaseMata kering, rasa terbakar, tanpa sekret serosa

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan konjungtivitis viral bersifat suportif dan simptomatik, Tidak ada terapi antivirus efektif untuk adenovirus.

Tujuan utama terapi adalah mengurangi gejala, mencegah komplikasi, dan menghentikan penularan.¹–⁶

Non-Farmakologis

Kompres dingin 3–4 kali sehari untuk meredakan rasa terbakar, nyeri, dan chemosis.

Istirahat cukup dan hindari paparan debu atau asap untuk mempercepat penyembuhan.

Pelepasan pseudomembran konjungtiva (bila ada, terutama pada adenoviral berat) dilakukan hati-hati untuk mencegah perdarahan dan simblefaron.¹,³,⁴

Farmakologis

Air mata buatan (Na-CMC 0,5% atau hypromellose 0,3%) diberikan 4–6×/hari untuk melarutkan debris virus, melembapkan permukaan mata, dan mengurangi rasa perih.

Antihistamin topikal seperti olopatadine 0,1% atau ketotifen 0,025% 2×/hari untuk mengurangi gatal dan hiperemia.

Antibiotik topikal (misalnya tobramycin atau chloramphenicol) tidak rutin diberikan, hanya bila ada infeksi sekunder atau pseudomembran.

Antivirus spesifik hanya untuk herpetic conjunctivitis:

Ganciclovir 0,15% gel topikal 5×/hari hingga epitel sembuh.

Acyclovir oral 400 mg 5×/hari selama 7–10 hari, atau

valacyclovir 500 mg 3×/hari, bila ada lesi kulit periokular atau keterlibatan kornea.

Kortikosteroid topikal (fluorometholone 0,1% atau loteprednol 0,2%) hanya digunakan secara selektif pada:

Adenoviral conjunctivitis dengan infiltrat subepitel luas atau pseudomembran berat.

Herpetic conjunctivitis setelah epitel sembuh bila terjadi peradangan stroma.

Penggunaan harus di bawah pengawasan ketat dokter mata, karena dapat memperpanjang replikasi virus.¹,³,⁴,⁵,⁶

Komplikasi 🟨

Prognosis

Ad Vitam — Bonam

Konjungtivitis viral tidak mengancam jiwa karena infeksi terbatas pada permukaan okular tanpa komplikasi sistemik berat. Risiko mortalitas nihil, baik pada infeksi adenoviral, herpetik, maupun AHC.

Ad Functionam — Bonam ad Dubia

Prognosis fungsi visual umumnya baik, tetapi dapat menjadi dubia sementara bila timbul keratitis punctata atau infiltrat subepitel kornea yang mengaburkan visus. Pada kasus herpetic conjunctivitis rekuren atau keterlibatan kornea berupa ulkus dendritik, tajam penglihatan dapat menurun bila tidak ditangani optimal.

Ad Sanationam — Bonam

Sebagian besar kasus konjungtivitis viral sembuh spontan dalam 1–3 minggu (adenoviral/herpetic) atau 5–7 hari (AHC) tanpa sekuela. Rekurensi dapat terjadi pada infeksi HSV laten, namun umumnya respon terapi baik tanpa kerusakan struktural permanen.¹,³,⁴

Edukasi Pasien

Cuci tangan secara rutin

Hindari menggosok mata

Jangan berbagi handuk, kosmetik, atau alat pribadi.

Hindari lensa kontak selama fase aktif.

Pada kasus sangat menular (adenoviral atau AHC), anjurkan isolasi sosial sementara 5–7 hari untuk mencegah penularan.

Jelaskan bahwa sebagian besar kasus sembuh sendiri—obat hanya meredakan gejala.¹,³,⁴

Kriteria Rujukan

Kecurigaan herpes simplex/zoster.

Komplikasi kornea (keratitis, ulkus).

Konjungtivitis membranosa berat.

Penurunan visus signifikan.

Kasus wabah di komunitas (laporan ke dinas kesehatan).


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini