
Konjungtivitis
Definisi
Konjungtivitis adalah inflamasi pada membran konjungtiva yang melapisi sklera dan permukaan dalam palpebra. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, alergi, iritan lingkungan, atau autoimun.¹
Etiologi
Infeksi: Adenovirus, herpes simplex, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae
Alergi: Serbuk sari, tungau, bulu hewan
Iritatif: Asap, polusi udara, bahan kimia
Autoimun: Sindrom Stevens-Johnson, pemfigoid mukosa.²,³,⁴
Klasifikasi
| Jenis | Subtipe | Keterangan |
|---|---|---|
| Infeksius | Viral | Biasanya adenovirus, sangat menular |
| Bakterial | Gejala purulen, onset akut | |
| Non-infeksius | Alergi | Reaksi hipersensitivitas tipe I |
| Iritatif | Reaksi terhadap agen kimia atau fisik | |
| Autoimun | Terkait penyakit sistemik seperti SJS |
Patofisiologi
Paparan terhadap agen penyebab (infeksi, alergen, iritan, atau autoimun) memicu aktivasi sel imun di konjungtiva, seperti sel mast, makrofag, dan sel dendritik. Prosesnya terdiri atas beberapa tahap:
Inisiasi Imunologis:
Agen patogen atau alergen dikenali oleh reseptor pengenalan pola (pattern recognition receptors/PRRs) di sel epitel dan imun.
Pelepasan sitokin proinflamasi (IL-1, IL-6, TNF-α) dan kemokin yang menarik sel inflamasi tambahan ke jaringan konjungtiva.
Aktivasi Sel Imun dan Pelepasan Mediator:
Pada infeksi: neutrofil dan limfosit T mendominasi (baik viral maupun bakteri).
Pada alergi: sel mast melepaskan histamin, prostaglandin, dan leukotrien yang menyebabkan gatal dan chemosis.
Pada kasus autoimun: aktivasi kronik sel T menyebabkan kerusakan jaringan konjungtiva.
Perubahan Vaskular dan Jaringan:
Vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah menyebabkan hiperemia dan edema.
Stimulasi sel goblet meningkatkan produksi mukus.
Eksudasi cairan serosa atau purulen terjadi, tergantung pada penyebabnya.
Resolusi atau Komplikasi:
Proses inflamasi biasanya mereda saat agen penyebab dieliminasi.
Namun, inflamasi berat atau berulang dapat menyebabkan komplikasi seperti pseudomembran atau simblepharon (pada SJS).⁵
Anamnesis
Mata merah (hiperemia karena vasodilatasi)
Gatal (terutama pada konjungtivitis alergi, akibat pelepasan histamin)
Nyeri ringan hingga sedang
Sekret mata: serosa (viral), purulen (bakterial), atau mukoid (alergi)
Lakrimasi berlebih (hipersekresi kelenjar lakrimal)
Mata lengket saat bangun tidur (khas pada infeksi bakteri).²,⁴,⁵,⁸
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi: hiperemia konjungtiva, edema palpebra, dan discharge
Palpasi: limfadenopati preaurikular (khas pada konjungtivitis viral)
Tes fluorescein: untuk menyingkirkan abrasi kornea
Tes visus: biasanya normal atau hanya menurun ringan.⁴,⁵,¹¹
Pemeriksaan Tambahan⁶
| Pemeriksaan | Tujuan | Prinsip | Hasil |
|---|---|---|---|
| Kultur swab konjungtiva | Identifikasi kuman | Kultur bakteri | Isolasi patogen |
| PCR | Deteksi virus | Amplifikasi DNA/RNA | Positif pada adenovirus/herpes |
| Tes alergi kulit | Identifikasi alergen | Prick test | Positif pada SAC/PAC |
Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan kombinasi anamnesis, temuan klinis, dan bila diperlukan, konfirmasi etiologi melalui pemeriksaan penunjang.
Tabel Perbedaan Konjungtivitis
| Aspek | Bakterial | Viral | Alergi | Klamidia | Toksik |
|---|---|---|---|---|---|
| Onset & Gejala Khas | Akut, purulen, kelopak lengket | Akut, merah, watery, sangat menular | Subakut/kronik, sangat gatal | Subakut, mukopurulen, kronik | Cepat, iritasi segera setelah paparan |
| Derajat Mata Merah | Sedang–berat | Berat | Ringan–sedang | Sedang | Ringan |
| Discharge | Purulen | Serosa | Mukoid | Mukopurulen | Minimal/bervariasi |
| Papil | Kadang ada (khusus inferior) | Jarang | Umum, dominan | Jarang | Tidak khas |
| Folikel | Jarang | Umum, superior | Tidak ada | Sangat khas | Tidak ada |
| Pseudomembran | Jarang | Bisa terjadi (adenovirus berat) | Tidak ada | Jarang | Tidak ada |
| Pembesaran KGB | Tidak ada | Preaurikular (+) | Tidak ada | Preaurikular (+) | Tidak ada |
| Ciri Tambahan | Unilateral awal | Bilateral progresif | Riwayat atopik | Tidak respons antibiotik biasa | Riwayat paparan kimia |
| Penanganan | Antibiotik topikal | Supportif, kompres dingin | Antihistamin, stabilizer mast | Azitromisin atau doksisiklin | Eliminasi pajanan, cuci mata, artificial tears |
Diagnosis Banding
| Diagnosis | Perbedaan utama dengan konjungtivitis |
|---|---|
| Uveitis anterior | Nyeri berat, fotofobia, visus menurun tajam |
| Keratitis | Nyeri tajam, fluorescein positif |
| Blefaritis | Inflamasi dominan di kelopak |
| Glaukoma akut | Nyeri hebat, pupil midriasis, TIO tinggi |
| Dry eye disease | Tidak ada discharge purulen, burning sensation |
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis⁸,¹⁰
Edukasi pasien tentang kebersihan diri dan lingkungan
Aplikasikan kompres dingin (terutama untuk konjungtivitis alergi dan viral)
Hentikan penggunaan lensa kontak sementara waktu
Biasakan mencuci tangan dan membersihkan peralatan pribadi secara rutin
Farmakologis⁷
| Obat | Sediaan | Dosis | Mekanisme |
|---|---|---|---|
| Tobramycin | Tetes 0,3% | 1 tetes tiap 4-6 jam | Inhibisi sintesis protein bakteri |
| Ciprofloxacin | Tetes 0,3% | 1 tetes tiap 2-4 jam | Inhibisi DNA gyrase bakteri |
| Olopatadine | Tetes 0,1% | 1-2x/hari | Antihistamin + stabilisasi sel mast |
| Artificial tears | Tetes | 4x/hari atau sesuai kebutuhan | Pelumas permukaan okular |
Komplikasi
Keratitis: terjadi akibat infeksi yang menyebar ke kornea
Membran pseudomembranosa: dapat terbentuk pada konjungtivitis adenoviral berat
Panophthalmitis (jarang): terjadi bila infeksi menyebar ke dalam bola mata.⁴,¹²
Prognosis
Ad vitam: Baik (tidak mengancam jiwa)
Ad functionam: Baik (gangguan ringan dan reversibel)
Ad sanationam: Baik (resolusi 1–2 minggu bila ditangani dengan tepat).¹,²,⁴
Edukasi Pasien
Pentingnya menjaga kebersihan tangan dan alat pribadi
Hindari berbagi handuk atau alat kosmetik dengan orang lain
Segera konsultasi ulang jika gejala tidak membaik setelah 7 hari
Edukasi tentang bahaya komplikasi bila tidak diobati (terutama pada konjungtivitis neonatorum).²,⁴,⁸
Kriteria Rujukan
Kondisi tidak menunjukkan perbaikan setelah 7 hari pengobatan yang tepat
Terdapat komplikasi keratitis atau penurunan tajam penglihatan yang signifikan
Kasus konjungtivitis neonatorum dengan discharge purulen yang berat
Ditemukan konjungtivitis tipe membranosa atau pseudomembranosa
Catatan
Konjungtivitis adenoviral sangat menular, sehingga edukasi tentang isolasi sangat penting.
Gunakan steroid topikal hanya pada indikasi yang sangat jelas dan dengan pengawasan ketat.