
Hipermetropia [4A]
Definisi
Hipermetropia adalah kelainan refraksi di mana sinar paralel dari objek jauh difokuskan di belakang retina saat akomodasi relaksasi penuh. Akibatnya, penderita mengalami kesulitan melihat objek dekat.¹,²
Gambar skematis hipermetropia
Etiologi
Hipermetropia disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
Aksial – Panjang aksial bola mata lebih pendek dari normal (<22 mm).
Kurvatur – Permukaan kornea atau lensa terlalu datar sehingga kekuatan refraktif berkurang.
Indeks Refraksi – Penurunan indeks refraksi lensa atau media refraktif lainnya.
Aphakia/Mikroftalmia – Kelainan kongenital seperti tidak adanya lensa atau bola mata kecil.
Tumor Intraokular – Massa di bola mata yang mendorong retina ke depan.¹,³,⁴
Klasifikasi
Berdasarkan derajat:
Ringan: < +2,00 D
Sedang: +2,00 hingga +5,00 D
Berat: > +5,00 D
Berdasarkan anatomi: aksial, kurvatur, indeks refraksi
Berdasarkan status akomodasi:
Hipermetropia laten: bagian dari hipermetropia yang dikompensasi oleh akomodasi dan tidak tampak saat pemeriksaan tanpa sikloplegia.
Hipermetropia manifes: bagian yang terdeteksi secara klinis, terdiri dari fakultatif (bisa dikompensasi) dan absolut (tidak bisa dikompensasi).
Hipermetropia total: gabungan antara hipermetropia laten dan manifes.⁶,¹²
Patofisiologi
Pada hipermetropia, sinar cahaya difokuskan di belakang retina karena panjang aksial bola mata yang pendek atau kekuatan refraktif yang lemah. Penderita mengandalkan mekanisme akomodasi untuk melihat jelas. Penggunaan akomodasi terus-menerus menyebabkan kelelahan mata (astenopia) dan dapat memicu esotropia akomodatif.⁷
Anamnesis
Penglihatan dekat kabur
Sakit kepala frontal, cepat lelah membaca
Sering menggosok mata atau menyipitkan mata
Anak-anak: juling (esotropia akomodatif).⁴
Pemeriksaan Klinis
Visus jauh dan dekat
Refraksi objektif dan subjektif
Cover test dan Hirschberg
Pemeriksaan slit-lamp dan oftalmoskopi.¹¹
Pemeriksaan Tambahan
| Pemeriksaan | Tujuan Pemeriksaan |
|---|---|
| Refraktometri otomatis | Menentukan derajat refraksi awal |
| Skiascopy + sikloplegia | Menyingkirkan pengaruh akomodasi |
| Oftalmometri/topografi kornea | Mengevaluasi kelengkungan kornea |
| Biometri (A-scan) | Menilai panjang aksial bola mata |
| Pemeriksaan ortoptik | Evaluasi fusi binocular dan strabismus |
| Vertex distance dan afakia¹¹ | Menentukan kebutuhan koreksi pada hipermetropia tinggi atau tanpa lensa |
Dasar Diagnosis
Visus membaik dengan lensa positif
Derajat refraksi positif ditemukan melalui refraktometri atau skiascopy
Panjang aksial bola mata pendek
Diagnosis Banding¹,⁴,⁵,⁶,⁷
| Diagnosis Banding | Ciri Khas Klinis | Perbedaan dari Hipermetropia |
|---|---|---|
| Miopia | Kabur saat melihat jauh | Miopia: fokus di depan retina, bukan di belakang seperti H. |
| Presbiopia | Usia >40 tahun, sulit membaca dekat | Presbiopia adalah degeneratif, H. adalah refraksi |
| Astigmatisme | Penglihatan kabur baik jauh maupun dekat, distorsi bentuk | Astigmatisme menunjukkan distorsi, H. lebih kabur dekat saja |
| Paralisis akomodasi | Kehilangan kemampuan fokus dekat mendadak | Paralisis mendadak, H. progresif dan kongenital |
| Anisometropia | Perbedaan refraksi antar mata | Anisometropia bisa asimetris dan melibatkan H. atau lainnya |
Penatalaksanaan
Prinsip Terapi Hipermetropia
Tujuan terapi hipermetropia adalah mengoreksi titik fokus ke retina dengan media pembias tambahan, serta mencegah komplikasi seperti ambliopia dan esotropia. Terapi mempertimbangkan usia, tingkat aktivitas visual, dan kebutuhan visual individual.
Non-Farmakologis
Kacamata lensa positif: koreksi utama, mudah dan aman.
Lensa kontak: alternatif untuk remaja dan dewasa aktif.⁴
Farmakologis
Atropin 1%: digunakan dalam esotropia akomodatif untuk menurunkan aktivitas akomodasi.
Onset: 30–60 menit, Durasi: 7–14 hari.
Metabolisme hepatik, ekskresi urin.⁸
Operatif
LASIK/PRK untuk hipermetropia: koreksi kelengkungan kornea.
Implantasi IOL (lensa intraokular): untuk pasien afakia atau intoleransi optik.⁹
Teknik Pembedahan
LASIK/PRK: memperkuat kelengkungan kornea untuk memfokuskan cahaya di retina.
Implantable IOL: lensa tanam untuk koreksi tinggi atau afakia.⁹
Komplikasi
Astenopia: kelelahan mata karena akomodasi berlebih.
Esotropia akomodatif: konvergensi berlebih pada anak.
Ambliopia: kehilangan penglihatan fungsional jika terlambat koreksi.
Sakit kepala: karena ketegangan akomodasi.³,⁴
Prognosis
Prognosis sangat baik jika dikoreksi dini. Ambliopia dapat dicegah dengan skrining awal pada anak usia sekolah.¹⁰
Edukasi
Pentingnya pemakaian kacamata rutin
Deteksi dini pada anak untuk mencegah ambliopia
Anjurkan pemeriksaan mata tahunan, terutama pada usia tumbuh
Edukasi keluarga terkait tanda awal strabismus
Catatan
Hipermetropia ringan sering tidak terdeteksi karena kompensasi akomodasi. Namun, tetap penting disaring karena risiko ambliopia dan esotropia.