Hifema [3A]

Hifema [3A]


Definisi

Hifema adalah akumulasi darah di bilik mata depan, umumnya disebabkan oleh trauma tumpul. Kondisi ini dapat bervariasi dari mikrohifema hingga hifema total ("eight-ball hyphema") yang mengisi seluruh ruang bilik mata depan. Pembuluh darah yang paling sering mengalami ruptur adalah arteri sirkularis minor iris yang terletak di stroma iris anterior bagian perifer.¹,²

Epidemiologi dan Faktor Predisposisi

Hifema traumatik adalah bentuk perdarahan intraokular yang paling umum pada populasi muda, terutama pria berusia 10–20 tahun. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh aktivitas fisik, olahraga kontak, atau kekerasan fisik.³

Faktor Predisposisi

Trauma tumpul berenergi tinggi

Penggunaan antikoagulan atau antiplatelet

Kelainan hematologis (seperti hemofilia, leukemia)

Sickle cell disease (SCD), terutama pada individu ras Afrika atau Mediterania

Aktivitas dengan risiko cedera mata (seperti olahraga bola, pekerjaan konstruksi tanpa pelindung mata).³,⁴

Etiologi

Traumatik (paling sering): terjadi akibat benturan tumpul pada bola mata yang menyebabkan robekan pembuluh darah iris atau badan siliaris. Umumnya terjadi pada olahraga kontak (sepak bola, tinju), kecelakaan lalu lintas, atau kekerasan fisik. Trauma juga dapat disebabkan oleh benda tumpul seperti bola karet, siku, atau tongkat olahraga.

Spontan (jarang): terjadi tanpa riwayat trauma, biasanya pada pasien dengan:

Neovaskularisasi iris, seperti : rubeosis iridis pada diabetes atau oklusi vena retina

Kelainan pembekuan darah : hemofilia, leukemia, trombositopenia

Penggunaan antikoagulan atau antiplatelet dosis tinggi

Tumor intraokular, seperti retinoblastoma atau melanoma uveal

Sickle cell disease (SCD), yang meningkatkan risiko perdarahan berat dan komplikasi glaukoma.¹,²

Anamnesis

Anamnesis bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab trauma, menilai gejala klinis, dan mengevaluasi faktor risiko sistemik atau lokal yang dapat memperburuk kondisi:

1. Keluhan utama :

Penurunan penglihatan mendadak (akibat darah di bilik mata depan yang menghalangi visual aksis)

Nyeri pada bola mata (akibat peningkatan TIO karena sel darah merah menyumbat trabekulum)

Mata merah, berair, atau sensitif terhadap cahaya (fotofobia) karena reaksi peradangan sekunder

Riwayat trauma tumpul yang jelas.

2. Riwayat penyakit sekarang (RPS):

Waktu dan kronologi trauma penting untuk menentukan tahap perdarahan dan risiko komplikasi

Jenis dan arah trauma yang berkorelasi dengan lokasi robekan pembuluh darah

Penggunaan obat antikoagulan dapat memperberat perdarahan

Gejala penyerta seperti mual, muntah, atau penurunan visus progresif menunjukkan kemungkinan peningkatan TIO

3. Riwayat penyakit dahulu (RPD):

Riwayat trauma mata sebelumnya meningkatkan risiko terjadinya angle recession atau glaukoma sekunder

Kelainan hematologis seperti hemofilia meningkatkan risiko perdarahan berulang

Riwayat penyakit mata seperti glaukoma atau iritis dapat menjadi faktor komorbid yang memperburuk prognosis

4. Riwayat keluarga (RK):

Riwayat sickle cell disease atau kelainan darah dalam keluarga meningkatkan risiko perdarahan berulang dan glaukoma refrakter

5. Riwayat sosial:

Pekerjaan atau aktivitas berisiko tinggi (seperti pekerja konstruksi, atlet olahraga kontak) meningkatkan kemungkinan trauma pada bola mata

Kelalaian menggunakan pelindung mata saat beraktivitas berisiko dapat memicu terjadinya hifema dan komplikasinya.³,⁴,⁵,⁶

Klasifikasi Klinis

Hifema diklasifikasikan berdasarkan jumlah darah yang terlihat di bilik mata depan:

Mikrohifema: Sel darah merah tersebar di Bilik Mata Depan, hanya dapat dilihat dengan pemeriksaan slit lamp.

Hifema parsial: Darah membentuk lapisan yang mengendap tetapi tidak mengisi seluruh bilik mata depan.

Grading Hifema

Menurut AAO, grading dari hifema adalah sebagai berikut :

GradeDeskripsiKetinggian hifema
Grade 0 (Mikrohifema)Sel darah merah tersebar di bilik mata depan, hanya terlihat dengan slit lampTidak terlihat secara makroskopis
Grade 1Endapan darah <1/3 tinggi bilik mata depan±1 mm
Grade 2Darah mengisi 1/3–1/2 bilik mata depan±2–3 mm
Grade 3Darah mengisi >1/2 hingga < total±3–5 mm
Grade 4 (Total)bilik mata depan terisi penuh darah; disebut juga eight-ball hyphema100% volume

📌 Catatan:

Grade 1 dan 2 memiliki prognosis lebih baik dengan risiko TIO rendah hingga sedang.

Grade 3–4 berisiko tinggi mengalami komplikasi seperti glaukoma sekunder dan staining kornea.¹²

Pemeriksaan Fisik

Visus menurun: Tingkat penurunan penglihatan bergantung pada volume hifema dan peningkatan TIO.

Tekanan intraokular (TIO): Dapat meningkat secara signifikan akibat sumbatan trabekulum oleh sel darah merah.³,⁴

Segmen Anterior

Darah di bilik mata depan: Terlihat jelas pada pemeriksaan slit lamp; hanya tampak mikroskopis pada kasus mikrohifema

Kornea: Jernih, atau mengalami blood staining jika hifema masif dan TIO tinggi dalam waktu lama

Pupil: Dapat melebar (midriasis) atau tidak reaktif bila terjadi disfungsi sfingter atau iridodialisis.

Iris: Mungkin terlihat robekan, iridodialisis, atau atrofi fokal pada kasus berat.³,⁴,⁵

Segmen Posterior

Fundus sulit dievaluasi jika hifema total menutupi visual aksis.

Bila memungkinkan (misalnya setelah resolusi parsial atau melalui USG-B):

Retina: apakah attached atau tidak

Perdarahan vitreous: dapat terjadi jika trauma sangat berat

Diskus optikus: evaluasi tanda neuropati optik bila TIO sangat tinggi.³,⁴

Pemeriksaan Penunjang⁴,⁵,⁶

PemeriksaanTujuanPrinsipTemuan
GonioskopiMendeteksi angle recessionCermin khusus melihat sudut bilik depanRobekan badan siliaris, risiko glaukoma
USG-BEvaluasi segmen posterior bila fundus tidak tampakGelombang ultrasonografiRetina terpasang, perdarahan vitreous, dislokasi lensa
CT-Scan orbitaMenilai trauma intraorbita, fraktur, atau IOFBPencitraan menggunakan radiasi XFraktur orbita, benda asing intraokular
Pemeriksaan darah lengkapMenilai status hematologiAnalisis hemoglobin, trombosit, leukositAnemia, trombositopenia, leukositosis
Uji koagulasi (PT, aPTT)Skrining kelainan perdarahanEvaluasi jalur koagulasi ekstrinsik/intrinsikKoagulopati, hemofilia, efek antikoagulan
Elektroforesis HbMendeteksi sickle cell disease (SCD)Pemisahan hemoglobin berdasarkan muatanHbS positif pada pasien ras Afrika/Mediterrania

Dasar Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis berupa darah di bilik mata depan dengan riwayat trauma tumpul. Pemeriksaan penunjang mendukung evaluasi komplikasi dan penyebab sekunder.³

Diagnosis Banding³,⁴,⁶

Berikut adalah diagnosis banding hifema traumatik, disusun berdasarkan kesamaan dan perbedaannya secara klinis:

Diagnosis BandingPersamaanPerbedaan
Uveitis hemoragikTerdapat darah di bilik mata depanBiasanya tanpa riwayat trauma; disertai nyeri, sel & flare intens, dan respon terhadap steroid lebih baik
Neovaskularisasi iris (rubeosis iridis)Dapat menyebabkan perdarahan di bilik depanTerjadi pada pasien dengan DM/oklusi vena retina; ditemukan pembuluh baru pada iris dan sudut
Kelainan koagulasi (hemofilia, leukemia)Dapat menyebabkan perdarahan spontan intraokularTidak ada riwayat trauma; biasanya ditemukan perdarahan di tempat lain seperti gusi atau kulit
RetinoblastomaBisa menyebabkan perdarahan ke bilik depan pada anakUmumnya usia <5 tahun, ditemukan leukokoria dan kalsifikasi pada imaging
Trauma perforasi bola mataBisa ditemukan darah di bilik mata depanDitemukan luka tembus, nyeri berat, dan hasil Seidel test positif

Penatalaksanaan

Prinsip dan Tujuan

Penatalaksanaan hifema bertujuan untuk:

Mencegah perdarahan ulang (rebleed) yang dapat memperburuk prognosis visual.

Menurunkan tekanan intraokular (TIO) dan mencegah glaukoma sekunder

Mempercepat reabsorpsi darah dari bilik mata depan

Mencegah komplikasi jangka panjang, seperti staining kornea dan neuropati optik

Prinsip terapi mencakup tirah baring, proteksi mata, kontrol inflamasi dan TIO, serta pembedahan bila terjadi hifema persisten atau TIO tidak terkontrol.

Farmakologis³,⁴,⁵

Digunakan untuk mengurangi inflamasi, nyeri, dan menurunkan TIO.

Obat dan SediaanDosis & FrekuensiMekanisme Aksi
Prednisolon asetat 1% tetes mata1 tetes q.i.dAnti-inflamasi steroid lokal untuk mengurangi flare & sel
Atropin 1% tetes mata1 tetes b.i.dSikloplegia → mengurangi nyeri akibat spasme otot siliaris
Timolol 0.5% tetes mata1 tetes b.i.dMenurunkan TIO dengan menghambat produksi humor aqueous
Asetazolamid oral250 mg q.i.dInhibitor karbonik anhidrase → menurunkan produksi aqueous humor (hindari pada SCD)

Operatif

Indikasi pembedahan pada hifema berat atau komplikasi refrakter:

Hifema total >5 hari yang tidak mengalami resolusi spontan

TIO >25 mmHg selama >5 hari atau >50 mmHg selama >2 hari

Tanda blood staining kornea

Kecurigaan glaukoma refrakter atau perdarahan berulang signifikan.³,⁵

Non-Farmakologis

Langkah awal pada semua kasus hifema, terutama derajat ringan hingga sedang:

Tirah baring dengan elevasi kepala 30–45°: membantu sedimentasi darah dan mengurangi risiko perdarahan ulang.

Pelindung mata (eye shield): mencegah trauma ulang selama proses penyembuhan.

Hindari aktivitas fisik berat: mencegah peningkatan tekanan vena yang dapat memicu perdarahan ulang.

Hindari pemberian aspirin atau NSAID: dapat meningkatkan risiko perdarahan ulang.

Monitoring visus dan tekanan intraokular (TIO): lakukan pemantauan ketat setiap hari, terutama dalam 5 hari pertama.³,⁴,⁶

Komplikasi

Staining kornea: Terjadi akibat hemosiderin dari eritrosit yang menetap lama di kornea, menyebabkan kerusakan jaringan kolagen.

Glaukoma sekunder: Disebabkan oleh sumbatan trabekulum akibat eritrosit, hemosiderin, atau fibrosis sudut; risiko lebih tinggi pada pasien dengan angle recession atau SCD.

Perdarahan retina atau vitreous: Trauma yang cukup kuat dapat menyebabkan perdarahan ke vitreous atau retina yang memerlukan tatalaksana terpisah.

Neuropati optik: Terjadi akibat TIO tinggi berkepanjangan dan efek toksik hemoglobin terhadap saraf optik, terutama pada pasien dengan hemoglobinopati.³,⁴,⁵,⁷

Prognosis

DimensiPrognosisKeteranganDeterminan Utama
Ad vitamBonamKematian tidak terkait langsung dengan hifemaTidak ada risiko sistemik yang mengancam jiwa
Ad functionamDubiaTergantung volume hifema, rebleed, dan kontrol TIODerajat hifema, komplikasi glaukoma/optikus
Ad sanationamBonam–MalamUmumnya resolusi total dalam 5–7 hari jika tanpa komplikasi; namun dapat buruk bila terjadi rebleed atau neuropati optikPenanganan awal dan risiko sistemik

Edukasi

Pasien dengan hifema memerlukan edukasi yang jelas mengenai kondisi, penatalaksanaan, dan tanda peringatan komplikasi:

Posisikan kepala lebih tinggi (30–45°) saat tirah baring untuk mempercepat sedimentasi darah dan mencegah perdarahan ulang.

Hindari aktivitas berat dan menggosok mata karena dapat memicu perdarahan ulang.

Gunakan pelindung mata saat beraktivitas untuk mencegah trauma berulang.

Hindari konsumsi aspirin dan NSAID, kecuali atas anjuran dokter.

Segera berobat jika terjadi nyeri hebat, penurunan penglihatan, atau mata kembali merah—tanda yang dapat mengindikasikan komplikasi seperti peningkatan TIO atau perdarahan ulang.

Patuhi jadwal kontrol untuk pemantauan TIO secara berkala selama masa pemulihan.³,⁴,⁶

Kriteria Rujukan

Pasien dengan hifema perlu dirujuk ke fasilitas pelayanan lanjutan bila:

TIO >30 mmHg, terutama bila berlangsung >24–48 jam atau tidak responsif terhadap terapi awal.

Hifema derajat sedang–berat (Grade 3–4), atau tidak membaik dalam 5 hari.

Tanda-tanda glaukoma sekunder, seperti nyeri hebat, midriasis, atau penurunan visus progresif.

Kecurigaan kelainan sistemik (misalnya sickle cell disease, hemofilia) atau trauma okular berat.

Tidak tersedia alat tonometri, slit lamp, atau fasilitas tindakan operatif di FKTP.⁴,⁵

Catatan


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini