
Episkleritis
Definisi
Episkleritis adalah peradangan pada jaringan ikat vaskular superfisial (episklera) yang berada di antara konjungtiva dan sklera. Kondisi ini bersifat ringan dan jarang mengganggu penglihatan, umumnya dapat sembuh sendiri, dan lebih sering dijumpai pada wanita usia muda hingga pertengahan.¹
Etiologi
Penyebab episkleritis belum sepenuhnya dipahami, namun dapat berhubungan dengan reaksi hipersensitivitas akibat penyakit sistemik (TB, RA, SLE), kondisi lokal (gout, rosasea, atopi, infeksi), atau tanpa penyebab yang jelas (idiopatik).²
Klasifikasi
Simple/Difuse Episkleritis
75% kasus episkleritis
Gejala memuncak dalam 24 jam dan menghilang beberapa hari
Kecenderungan rekuren.
Nodular Episkleritis
Lebih lama sembuh dibanding simple
Terdapat nodul merah ungu berbatas tegas, dapat digerakkan dan nyeri jika ditekan.²
Patofisiologi
Belum jelas, diduga reaksi hipersensitivitas pada episklera dan respons imun tubuh terhadap pemicu lokal atau sistemik.²
Anamnesis
Mata merah (gejala utama)
Tidak ada gangguan visus
Rasa kering, mengganjal, atau sedikit nyeri
Biasanya unilateral, bisa kambuh
Berlangsung beberapa hari hingga minggu
Mungkin ada gejala penyakit dasar (TB, RA, SLE, dll.).³
Pemeriksaan Fisik
Hiperemia lokal episklera (warna pink salmon)
Nodul episkleritis nodular dapat digerakkan dan terasa nyeri jika ditekan
Tes Phenylephrine 2,5% positif (blanching).³
Pemeriksaan Tambahan
Phenylephrine test: vasokonstriksi pada pembuluh darah superfisial episklera, tidak pada sklera (untuk membedakan episkleritis dari skleritis).³
Diagnosis Banding⁴,⁵,⁶
| Diagnosis | Perbedaan |
|---|---|
| Skleritis | Hiperemia menetap, tes Phenylephrine negatif, nyeri berat |
| Konjungtivitis | Disertai sekret kental, hiperemi palpebra |
| Pinguekula meradang | Tampak massa kuning di limbus |
| Benda asing konjungtiva | Terlihat langsung, riwayat trauma |
| Uveitis anterior | Nyeri berat, fotofobia, inflamasi bilik mata |
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis
Hindari iritan/alergen
Kompres dingin
Kacamata hitam untuk fotofobia.⁷
Farmakologis⁷
| Obat | Dosis dan Frekuensi | Keterangan Singkat | Contoh Merek di Indonesia |
|---|---|---|---|
| Air mata buatan | 4–6 kali/hari | Mengurangi iritasi | Refresh Tears, Rohto Dry Fresh |
| Kortikosteroid tetes | 4×/hari, 1–2 minggu (Prednisolon 0,5%, Deksametason 0,1%) | Antiinflamasi lokal | Pred Forte, Flumetholon |
| NSAID oral (ibuprofen) | 200–400 mg, 3×/hari jika perlu | Untuk nyeri ringan | Proris, Brufen |
Catatan
Penanganan penyakit dasar bila terdeteksi (TB, RA, SLE)
Gejala ringan dapat sembuh sendiri tanpa terapi khusus.⁸
Komplikasi
Skleritis: inflamasi lebih dalam pada sklera yang berisiko merusak struktur bola mata.⁹
Prognosis
Ad vitam: Baik
Ad functionam: Baik
Ad sanationam: Dubia (karena residif).³
Edukasi
Episkleritis jarang mempengaruhi penglihatan dan bersifat ringan.
Edukasi penyakit sistemik terkait.
Kontrol ulang jika gejala persisten atau berulang.¹⁰
Kriteria Rujukan
Penurunan visus
Gejala inflamasi menetap/berulang
Tidak responsif terhadap terapi standar.³
Tambahan Data
Gejala ringan: biasanya tidak perlu pengobatan, observasi cukup
Rata-rata durasi gejala 10 hari sampai 3 minggu.⁸,¹²