
Epikantus [2]
Definisi
Epikantus adalah lipatan kulit semilunar vertikal yang terbentang dari kelopak atas ke bawah melewati canthus medialis, menutupi sebagian atau seluruh caruncula.
Kondisi ini umum ditemukan pada populasi Asia Timur dan dapat berupa varian normal atau menjadi tanda sindrom kongenital.⁷,¹⁰

Etiologi
Fisiologis (normal rasial):Populasi Asia Timur, Inuit, beberapa populasi Afrika.
Kongenital patologis (sindromik):Sindrom Down, Turner, Noonan; Blepharophimosis ptosis epicanthus inversus syndrome (BPES).
Pseudostrabismus:Lipatan epikantus menutupi medial sklera, sehingga tampak seperti esotropia.³,⁴,⁷,¹⁰
Klasifikasi
Epikantus tarsalis – berasal dari kelopak atas (paling umum di Asia Timur).
Epikantus inversus – berasal dari kelopak bawah ke arah medial, khas pada BPES.
Epikantus palpebralis – berasal dari kelopak atas dan bawah.
Epikantus superciliaris – berasal dari alis (langka).⁷,¹⁰
Patofisiologi
Epikantus terbentuk akibat kombinasi faktor perkembangan anatomi wajah dan kelopak mata. Pada fase prenatal, keterlambatan resorpsi jaringan mesenkim di daerah nasal canthus atau pertumbuhan kulit berlebih pada kelopak menyebabkan terbentuknya lipatan kulit semilunar. Pada individu dengan jembatan hidung datar (nasal bridge rendah), tarikan kulit ke arah medial lebih menonjol sehingga lipatan lebih jelas terlihat. Pada kelainan sindromik seperti BPES atau sindrom Down, gangguan perkembangan tulang hidung, jaringan periorbital, dan kelopak mata turut memperkuat pembentukan epikantus. Faktor genetik dan variasi etnis berperan dalam menentukan prevalensi dan morfologi lipatan ini.⁵,⁶,¹⁰
Gejala Klinis
Lipatan kulit vertikal di canthus medialis.
Menutupi caruncula, menyebabkan tampilan pseudostrabismus.
Pseudostrabismus: Kondisi di mana mata tampak juling (biasanya esotropia) karena lipatan epikantus atau anatomi wajah menutupi sebagian sklera medial, meskipun posisi bola mata normal. Fenomena ini sering ditemukan pada bayi dan anak kecil dengan nasal bridge datar dan akan menghilang seiring pertumbuhan.
Tidak mengganggu ketajaman penglihatan secara langsung.
Dapat disertai ptosis dan blepharophimosis pada BPES (Blepharophimosis ptosis epicanthus inversus syndrome).
Sering menimbulkan kekhawatiran kosmetik pada orang tua atau pasien dewasa.³,⁷,¹⁰
Pemeriksaan
Inspeksi frontal wajah: Menilai asimetri lipatan atau penutupan medial canthus.
Tes Hirschberg: Untuk membedakan epikantus dari esotropia sejati.
Pengukuran FID & IPD: Untuk mendeteksi telekantus atau hipertelorisme.
Evaluasi fitur dismorfik wajah: Dilakukan bila dicurigai adanya sindrom kongenital.⁵,⁶,⁷,¹⁰
Pemeriksaan Tambahan
Dokumentasi foto serial pada bayi untuk pemantauan perkembangan.
Konsultasi genetika bila terdapat kelainan sistemik yang menyertai.¹²
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis
Observasi: Epikantus fisiologis biasanya berkurang dan menghilang seiring dengan pertumbuhan jembatan hidung (nasal bridge) pada usia 3–5 tahun.
Edukasi orang tua: Menjelaskan fenomena pseudostrabismus dan perkembangan normal.⁷,¹²
Indikasi Operasi
Gangguan estetika signifikan pada anak >6 tahun atau dewasa.
Gangguan psikososial atau tekanan sosial akibat tampilan wajah.
Epikantus sebagai bagian dari kelainan kompleks (BPES).⁷,¹⁰
Teknik Operasi 🟨
Z-plasty (modifikasi Mustardé) atau Y-V advancement flap.
Bertujuan menyembunyikan lipatan dan membuka medial canthus.
Pemilihan teknik disesuaikan dengan bentuk epikantus dan elastisitas kulit.
Pada kasus BPES, biasanya dikombinasikan dengan koreksi ptosis.⁵,⁷
Komplikasi
Parut kulit dan asimetri kelopak mata.
Hipopigmentasi atau depigmentasi pada area operasi.
Koreksi berlebih (overcorrection) atau kurang (undercorrection).
Hasil kosmetik suboptimal jika teknik bedah tidak tepat.⁵,⁶,⁷,¹⁰
Prognosis
Ad vitam: Bonam — Epikantus tidak mempengaruhi angka harapan hidup karena merupakan kelainan anatomi lokal tanpa kaitan dengan gangguan sistemik atau kondisi yang mengancam nyawa.
Ad functionam: Bonam — Sebagian besar pasien tidak mengalami gangguan fungsi visual. Gangguan fungsi hanya mungkin terjadi bila terdapat kelainan mata penyerta seperti strabismus atau kelainan refraksi, yang dapat dikoreksi dengan terapi yang tepat.
Ad sanationam: Dubia — Kelainan ini dapat diperbaiki secara tuntas melalui pembedahan elektif (blepharoplasty) bila diperlukan untuk alasan estetika atau fungsional. Namun, kelainan dapat menetap pada pasien yang tidak menjalani pembedahan atau memiliki motivasi rendah.⁷
Catatan
Epikantus sering disalahartikan sebagai esotropia → edukasi sangat penting.
Evaluasi wajah perlu dilakukan secara menyeluruh jika ditemukan kelainan lain.
Pada anak, pendekatan observasi konservatif sangat dianjurkan bila tidak ada keluhan kosmetik atau psikologis.⁷,¹⁰,¹²