Endoftalmitis

Endoftalmitis


Definisi

Endoftalmitis adalah infeksi mata yang mengenai jaringan atau cairan intraokular dan merupakan kegawatdaruratan oftalmologi.¹

Etiologi

1.

Bakteri: Staphylococcus epidermidis, S. aureus, Streptococcus spp., Pseudomonas spp., Bacillus spp., Propionibacterium acnes.

2.

Jamur: Candida, Aspergillus, Fusarium.

3.

Sumber infeksiEksogen (operasi intraokular, trauma tembus)⁴; Endogen (sepsis, endokarditis, abses, imunodefisiensi).⁴,⁵

Klasifikasi⁴,⁵,¹⁵

JenisKeadaan Klinis
Eksogen akut< 2 minggu pasca operasi/trauma
Eksogen kronik≥ 4 minggu; sering P. acnes
EndogenDiseminasi hematogen; dapat bilateral
Steril/non‑infeksiusReaksi inflamasi terhadap fragmen lensa/bahan toksik

Stadium Klinis

Akut ≤ 14 hari 

Subakut/Kronik > 4 minggu.

Faktor Resiko :

Tindakan intraokular terutama operasi katarak, trabekulektomi dan injeksi intravitreal.

Infeksi seperti ulkus kornea.

Trauma tembus bola mata.

Imunodefisiensi akibat HIV/AIDS, kemoterapi, atau penggunaan steroid jangka panjang.

Diabetes mellitus.

Infeksi sistemik aktif seperti sepsis atau endokarditis.

Pemasangan kateter vena sentral jangka panjang.

Riwayat endoftalmitis sebelumnya.⁴,⁵

Patofisiologi

Masuknya mikroba → neutrofil & sitokin → pus vitreus, kerusakan retina/koroid → TIO awal meningkat lalu menurun akibat kegagalan badan siliar.⁶

Anamnesis⁴,⁵,⁶

GejalaPatofisiologi
Penurunan visus mendadakObstruksi cahaya oleh pus & edema retina
Nyeri hebat & fotofobiaIritasi saraf ciliary dan inflamasi intens
Mata merah & lakrimasiHiperemia konjungtiva dan refleks inflamasi
Riwayat operasi/traumaRute utama infeksi eksogen
Riwayat sepsis/DM/imunosupresiFaktor risiko endogen

Pemeriksaan Fisik

TemuanPatofisiologi
Hipopion (bilik depan)Akumulasi leukosit & fibrin
Kornea keruh & edemaToksin bakteri → disfungsi endotel
Vitritis totalEksudat purulen mengaburkan media
TIO ↑/↓Awal: inflamasi; Lanjut: kegagalan badan siliar
Fundus tak tampakOpasitas kornea & vitreus

Pemeriksaan Tambahan

PemeriksaanTujuan
Tap aqueous/vitreus + Gram/kulturPewarnaan, kultur aerob/anaerob, uji sensitivitas
USG‑BMenilai vitritis, abses, ablasio retina, digunakan jika media keruh
OCTDeteksi edema retina

Dasar Diagnosis

Gejala khas + temuan slit‑lamp/USG serta konfirmasi mikrobiologis cairan intraokular.

Diagnosis Banding (≥ 5)

Diagnosis banding Perbedaan utama
Uveitis anteriorInflamasi non‑purulen, tanpa hipopion masif
Toxic Anterior Segment Syndrome (TASS)Onset < 24 jam postop, steril, respon steroid cepat
RetinoblastomaLeukokoria tanpa nyeri, pada anak
Limfoma intraokularProgresi lambat, respon steroid parsial
Benda asing intraokularRiwayat trauma; bayangan benda di imaging

Penatalaksanaan

Non‑Farmakologis

Tirah baring, pelindung mata

Pars‑plana vitrektomi bila VA ≤ persepsi cahaya atau tidak membaik 48–72 jam.

AAO merekomendasikan kombinasi intravitreal vancomisin 1 mg + ceftazidim 2,25 mg sebagai terapi empiris awal.⁷,⁹

Farmakologis¹³ 🟨

Obat (intravitreal kecuali tertulis)Dosis & FrekuensiContoh Merek (ID)Mekanisme singkat
Vancomycin1 mg/0,1 mL satu kaliVancocin®Inhibisi dinding sel Gram +
Ceftazidime2,25 mg/0,1 mL satu kaliFortum®β‑laktam Gram –
Amikacin0,4 mg/0,1 mL satu kaliAmikin®Aminoglikosida Gram –
Amphotericin B5–10 µg/0,1 mLFungizone®Ikat ergosterol, fungisidal
Dexamethasone0,4 mg/0,1 mLDexa®Anti‑inflamasi
Ciprofloxacin IV→PO200 mg IV q12h → 500 mg PO q12hCiproxin®DNA gyrase inhibitor
Atropin 1 % (topikal)1 tetes q8hAtropine OGBSikloplegik, cegah sinekia

Operasi

Vitrektomi dini (Endophthalmitis Vitrectomy Study, EVS) menurunkan risiko tajam penglihatan buruk.

Eviserasi/enukleasi dilakukan bila terjadi infeksi fulminan yang tidak dapat diperbaiki.⁷,¹⁰

Komplikasi (dengan penjelasan singkat)

4.

Kebutaan permanen – kerusakan retina ireversibel akibat toksin.

5.

Glaukoma sekunder – inflamasi menghambat aliran akuos.

6.

Katarak – toksin dan steroid mempercepat kekeruhan lensa.

7.

Ablasio retina – traksi vitreus dan eksudat menyebabkan retina lepas.

8.

Panoftalmitis – infeksi meluas ke sklera dan orbita dengan risiko sepsis.⁸,¹⁴

Prognosis

Ad vitam: dubia ad bonam – kelangsungan hidup umumnya baik karena infeksi hanya terbatas pada bola mata.

Ad functionam: dubia ad malam – fungsi penglihatan cenderung buruk karena kerusakan retina yang permanen, meskipun infeksi telah teratasi.

Ad sanationam: dubia – meski patogen berhasil dieradikasi dan kondisi anatomi mata stabil, pemulihan penglihatan sepenuhnya tidak selalu tercapai.

Edukasi Pasien Pasien

Kenali tanda-tanda gejala darurat

Patuhi jadwal kontrol pasca operasi dengan ketat

Segera berobat jika timbul nyeri atau penglihatan menurun

Gunakan antibiotik profilaksis sesuai petunjuk

Kontrol infeksi sistemik yang sedang aktif

Catatan

Frekuensi endoftalmitis pasca katarak secara global dilaporkan berkisar antara 0,07 % hingga 0,33 %.

Rekomendasi dari ESCRS Endophthalmitis Study : Pemberian cefuroksim intracameral 1 mg/0,1 mL untuk profilaksis endoftalmitis pasca-katarak.¹²,¹⁶


✏️ Kasih pendapatmu mengenai artikel ini! Yuk, klik disini