
Chalazion
Definisi dan Batasan
Chalazion adalah inflamasi granulomatosa kronis yang terjadi karena tersumbatnya kelenjar Meibom pada tarsus palpebra, tanpa adanya infeksi aktif.
Lesi berupa benjolan padat yang tidak nyeri dan berkembang secara perlahan dari hordeolum yang tidak tertangani.⁴,⁵,¹¹
Etiologi
Obstruksi duktus kelenjar Meibom yang menyebabkan akumulasi lipid
Reaksi inflamasi jaringan terhadap tumpukan lipid
Faktor predisposisi: blefaritis kronis, rosasea okular, dermatitis seboroik, dan kulit berminyak.⁴,⁵
Patofisiologi
Obstruksi saluran kelenjar Meibom mengakibatkan retensi sekret lipid. Sekret yang bocor ke jaringan sekitar ini memicu respon inflamasi granulomatosa, ditandai dengan infiltrasi limfosit, sel plasma, dan sel raksasa multinukleus.⁵,⁹
Anamnesis
Benjolan pada kelopak mata yang membesar secara bertahap
Tidak disertai rasa nyeri
Memiliki riwayat kekambuhan atau blefaritis
Tanpa keluhan sistemik.⁴,⁵,¹¹
Pemeriksaan Fisik
Nodul padat, berbatas tegas, dan tidak terasa nyeri
Lokasi tersering pada kelopak mata atas
Bila ukuran besar dapat menyebabkan astigmatisme atau iritasi okular
Tidak dijumpai tanda-tanda peradangan aktif.⁴,⁷
Pemeriksaan Tambahan
Tidak rutin dilakukan
Biopsi bila:
Lesi menetap lebih dari 6 minggu
Tidak membaik dengan pengobatan
Pasien berusia lanjut
Riwayat chalazion yang berulang.⁴,¹¹
Dasar Diagnosis
Diagnosis ditegakkan secara klinis berdasarkan riwayat benjolan tanpa tanda infeksi, lokasi pada tarsus, serta konsistensi yang keras dan tidak nyeri.⁴
Diagnosis Banding⁴,¹¹
| Diagnosis Banding | Perbedaan Kunci dengan Chalazion |
|---|---|
| Hordeolum | Nyeri, eritema, lesi akut |
| Kista epidermal | Mobile di dermis, tidak berkaitan dengan tarsus |
| Karsinoma Meibomian | Persisten >6 minggu, keras, bisa menyerupai chalazion |
| Xantelasma | Plak kekuningan, datar, bilateral, tanpa massa |
| Tumor palpebra jinak | Pertumbuhan lambat, bisa multipel, tidak regresi spontan |
Penatalaksanaan
Non-Farmakologis
Kompres hangat selama 10–15 menit, 3–4 kali sehari selama 2–4 minggu
Pijat kelopak mata dengan lembut setelah kompres
Menjaga kebersihan kelopak mata (lid higiene).⁴,⁵
Farmakologis⁴,⁸,⁹
| Kategori | Obat dan Sediaan | Dosis & Frekuensi | Farmakokinetik/Mekanisme | Contoh Merek (Indonesia) |
|---|---|---|---|---|
| Antibiotik topikal | Eritromisin salep | 2–3x sehari | Hambat sintesis protein bakteri Gram-positif | Erymed®, Eritrolin® |
| Antibiotik topikal | Tobramisin salep/tetes | 1–2 tetes tiap 4–6 jam | Aminoglikosida; hambat sintesis protein | Cendo Tobroson®, Tobrex® |
| Kombinasi steroid | Tobramisin + deksametason salep | 2x sehari, maksimal 5–7 hari | Steroid + antibiotik; antiinflamasi dan antimikroba | Tobradex® |
| Steroid intralesi | Triamcinolone acetonide (injeksi) | 0,2–0,4 mL (10–40 mg/mL), 1x suntik | Kortikosteroid depot; antiinflamasi lokal | Kenalog® |
Kombinasi steroid hanya jika tidak ada infeksi aktif. Injeksi dipertimbangkan bila pasien menolak operasi atau kontraindikasi insisi.
Operasi
Nama Tindakan: Incision and Curettage (I&C) Chalazion
Indikasi: Tidak membaik ≥4 minggu, besar, kosmetik terganggu
Prosedur: Insisi dan kuretase dari sisi konjungtiva (transkonjunktival)
Teknik: Eversi kelopak → insisi vertikal konjungtiva tarsal → kuretase isi granuloma.⁴,⁵,¹¹
Komplikasi
Rekurensi: terjadi karena faktor predisposisi yang tidak diatasi
Infeksi sekunder: disebabkan oleh manipulasi tidak tepat atau kebersihan yang buruk
Fibrosis tarsus: timbul akibat peradangan kronis atau tindakan operasi
Astigmatisme : terjadi saat massa yang besar menekan kornea
Karsinoma kelenjar Meibom : chalazion yang kronis dapat mengaburkan adanya keganasan.⁴,⁵,¹¹
Prognosis
Ad vitam: bonam, tidak mengancam jiwa
Ad functionam: bonam, gangguan visual bila besar
Ad sanationam: dubia ad bonam bila kronik atau tidak ditangani awal.⁴
Edukasi Pasien
Chalazion bukan infeksi aktif, bukan tumor ganas
Pentingnya kompres hangat dan higiene kelopak mata
Tidak dianjurkan memencet sendiri
Bila benjolan tidak mengecil >4–6 minggu, evaluasi ulang atau biopsi.⁴,⁵
Kriteria Rujukan
Lesi persisten >6 minggu atau membesar
Tidak respon terapi konservatif
Riwayat kekambuhan
Diduga karsinoma Meibomian (perlu biopsi).²
Catatan Tambahan
Chalazion rekuren sering terjadi pada pasien dengan rosasea okular, blefaritis kronik, atau disfungsi kelenjar Meibom.
Pencegahan: kebersihan palpebra, kompres hangat, dan doxycycline dosis rendah pada kasus rosasea/blefaritis meibomitis kronik.⁴,⁹